Mentan Amran: Kami Dulu Anti Impor...

Mentan Amran: Kami Dulu Anti Impor...

Mentan Amran Sulaiman mengungkapkan penurunan produksi beras nasional akibat El Nino. Pemerintah mengambil langkah impor untuk menjaga stok beras di tengah kondisi cuaca ekstrim. Halaman all

(Kompas.com) 26/08/24 16:34 14748849

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, saat ini produksi beras tidak lagi sebaik tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kemarau panjang El Nino yang menyebabkan produksi beras nasional menurun.

Untuk tetap menjaga stok produksi nasional, pemerintah pun mengambil langkah dengan melakukan pengadaan impor beras.

“Kami dulu anti impor, tapi melihat kenyataan di lapangan terlalu banyak masalah yang dihadapi. Kami sampaikan El Nino ekstrem dengan overlap kekeringan. Ini sangat ekstrem, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat ada iklim yang tidak biasanya tapi terjadi, kita tanam tapi kering dan itu menghantam tanaman,” ujar Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (26/8/2024).

Oleh karena itu lanjut dia, saat ini pihaknya tengah menggenjot produksi beras melalui program pompanisasi dan optimalisasi lahan (Oplah).

Pompanisasi merupakan langkah Kementan untuk mengaktifkan sawah-sawah tadah hujan pada musim tanam dengan mengaliri air ke sawah. Secara nasional, program pompanisasi ditargetkan mencapai 1 juta hektar lahan tadah hujan, 500 ribu hektar di wilayah Jawa, dan 50 ribu hektar di wilayah luar Jawa.

Sementara Program Optimalisasi Lahan (Oplah) bertujuan untuk memperluas areal penanaman padi dan meningkatkan produksi padi dengan memprioritaskan lahan-lahan rawa.

Mentan Amran mengeklaim bahwa jika dua langkah tersebut tidak dilakukan, jumlah kuota impor bisa semakin banyak.

“El Nino membuat tekanan, kalau kita enggak lakukan pompanisasi dan Oplah, kami pastikan impor bisa tambah. Kalau sekarang 3 juta tapi ini bisa tambah 5-7 juta,” ujar dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Pada Januari-April 2022, luas areal tanam mencapai 4,42 juta hektar dengan hasil padi sebanyak 23,82 juta ton. Sementara itu, pada tahun 2023, luas tanam menurun menjadi 4,21 juta hektar dengan produksi sebanyak 22,55 juta ton.

Pada 2024, produksi padi berpotensi turun jika tidak ada upaya khusus untuk meningkatkannya, salah satunya karena dampak El Nino yang melanda Indonesia. Jumlah impor beras di tahun ini juga meningkat, dari yang sebelumnya hanya mencapai 2 juta ton, bertambah menjadi 3,5 juta ton.

#impor-beras #produksi-beras-menurun #el-nino-ekstrim #pompanisasi-lahan

https://money.kompas.com/read/2024/08/26/163400626/mentan-amran--kami-dulu-anti-impor-