7 Kesalahan Keuangan Kelas Menengah, Bikin Gagal Menuju Kesejahteraan Finansial

7 Kesalahan Keuangan Kelas Menengah, Bikin Gagal Menuju Kesejahteraan Finansial

Banyak orang ingin menjadi kelompok kelas atas, tetapi akhirnya terjebak dalam kelompok kelas menengah. Halaman all

(Kompas.com) 28/08/24 15:24 14792038

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang ingin menjadi kelompok kelas atas, tetapi akhirnya terjebak dalam kelompok kelas menengah.

Sering kali, yang menjadi masalah bukan hanya berapa banyak penghasilan, tetapi bagaimana Anda mengelola apa yang Anda miliki.

Jika Anda ingin keluar dari kelas menengah dan menuju kesejahteraan finansial, memahami kesalahan keuangan yang mungkin Anda lakukan dapat membuat perbedaan besar.

SHUTTERSTOCK/TZIDO SUN Ilustrasi investasi.

Mulai dari membuat pilihan investasi yang buruk hingga kurangnya literasi keuangan dapat memperlambat kemajuan finansial Anda.

Dikutip dari Nasdaq, Rabu (28/8/2024), berikut beberapa kesalahan keuangan yang membuat Anda terjebak di kelas menengah dan sulit masuk ke kelompok kelas atas.

1. Menghindari investasi atau membuat pilihan investasi yang buruk

"Banyak individu kelas menengah menghindari investasi karena menghindari risiko atau membuat pilihan investasi yang buruk berdasarkan tren jangka pendek atau penelitian yang tidak memadai," kata Taylor Kovar, perencana keuangan bersertifikat dan CEO Kovar Wealth Management.

"Mulailah dengan mendidik diri sendiri tentang berbagai pilihan investasi. Diversifikasikan portofolio Anda untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil," ujar Kovar.

Dia juga menyarankan Anda mempertimbangkan investasi jangka panjang yang secara historis telah memberikan tingkat pengembalian yang stabil.

"Jika tidak yakin, berkonsultasi dengan penasihat keuangan dapat menjadi keputusan yang bijaksana," saran Kovar.

SHUTTERSTOCK/YELLOW_MAN Ilustrasi inflasi. Inflasi adalah. Penyebab inflasi. Inflasi menyebabkan apa.

2. Terperangkap pada inflasi gaya hidup

“Perangkap yang umum adalah inflasi gaya hidup, (yakni) peningkatan belanja, yang sering kali menyebabkan utang yang signifikan,” kata Kovar.

“Ini termasuk pengeluaran berlebihan untuk perumahan, mobil, dan kemewahan lainnya, yang dibiayai melalui pinjaman dan kartu kredit," imbuh dia.

Terapkan anggaran yang memprioritaskan tabungan dan pembayaran utang. Hiduplah sesuai atau di bawah kemampuan Anda, bahkan saat pendapatan Anda bertambah.

"Fokuslah pada membangun dana darurat dan melunasi utang berbunga tinggi. Pendekatan ini tidak hanya mengamankan posisi keuangan Anda saat ini tetapi juga membuka jalan bagi mobilitas ke atas," jelas Kovar.

3. Gagal merencanakan tujuan keuangan jangka panjang

“Banyak orang gagal merencanakan tujuan keuangan jangka panjang, termasuk pensiun, yang menyebabkan kurangnya dana yang cukup di tahun-tahun berikutnya,” kata Kovar.

Dia menyarankan untuk mulai merencanakan dan menabung untuk pensiun sedini mungkin. Tinjau dan sesuaikan rencana pensiun Anda secara teratur untuk memastikannya selaras dengan tujuan keuangan dan kondisi pasar yang terus berkembang.

4. Tidak mencari pertumbuhan pendapatan

"Tidak mencari pertumbuhan pendapatan juga bisa menjadi kemunduran," ucap Jeff Rose, perencana keuangan bersertifikat dan pendiri Good Financial Cents.

PEXELS/AHSANJAYA Ilustrasi gaji.

"Banyak orang bertahan di pekerjaan yang sama dengan kenaikan gaji tahunan yang tidak terlalu besar. Namun, dengan secara aktif mencari promosi atau berganti pekerjaan, individu dapat meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan," imbuh Rose.

Dia menjelaskan, data menunjukkan bahwa pegawai yang berganti pekerjaan sering kali menikmati kenaikan gaji antara 10 hingga 20 persen.

Ini jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji tahunan rata-rata 3 persen jika bertahan di pekerjaan yang sama.

5. Tidak menabung secara konsisten

"Saya selalu menyarankan agar orang menabung lebih awal dan secara konsisten untuk masa pensiun," terang Doug Carey, analis keuangan bersertifikat di WealthTrace.

"Saya suka menunjukkan kepada orang-orang gambaran investasi yang berkembang seiring waktu. Ini membantu memberi mereka gambaran nyata tentang apa yang dapat dilakukan dengan menabung lebih awal dan sering," imbuhnya.

6. Hidup di luar kemampuan

“Menjalani gaya hidup yang mengharuskan pengeluaran terus-menerus untuk barang-barang yang tidak penting, menumpuk utang, dan gagal membuat anggaran,” kata Carey.

“Saya menyarankan klien saya untuk hidup sesuai kemampuan mereka dengan membuat anggaran, melacak pengeluaran, dan memangkas pengeluaran yang tidak perlu. Lunasi utang berbunga tinggi, seperti kartu kredit, dan fokus pada menabung dan berinvestasi untuk masa depan," paparnya.

7. Kurangnya pendidikan keuangan

“Banyak orang tidak memiliki literasi keuangan dasar, yang dapat menyebabkan keputusan keuangan yang buruk dan peluang yang hilang,” tutur Carey.

“Orang perlu menjadi lebih terdidik dalam hal keuangan pribadi dan mempersiapkan masa pensiun. Saya memberikan rekomendasi buku kepada klien saya (dan) tautan ke kursus keuangan pribadi dan blog bagus tentang topik keuangan pribadi sehingga mereka dapat menjadi lebih terdidik," imbuhnya.

#menabung #kelas-menengah #kenaikan-gaji #investasi #tujuan-keuangan #kesalahan-keuangan #kesejahteraan-finansial

https://money.kompas.com/read/2024/08/28/152400826/7-kesalahan-keuangan-kelas-menengah-bikin-gagal-menuju-kesejahteraan-finansial