Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp 88,49 Triliun, Bancassurance Jadi Penopang
Pendapatan premi asuransi tertinggi berasal dari kanal distribusi bancassurance. Halaman all
(Kompas.com) 28/08/24 15:23 14792039
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 88,49 triliun sampai semester I-2024.
Angka tersebut tumbuh 2,6 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 86,24 triliun.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, total pendapatan premi industri asuransi tersebut didorong oleh kinerja seluruh kanal distribusi perusahaan.
"Pertumbuhan ini menjadi kekuatan modal bagi kami untuk semakin memperkuat strategi bisnis di sisa tahun ini," konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2024, Rabu (28/8/2024).
Ia menambahkan, pendapatan premi tertinggi berasal dari kanal distribusi bancassurance, yang mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 36,92 triliun, atau naik 13 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kanal keagenan mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 27,94 triliun, atau tumbuh 3,4 persen secara tahunan dibandingkan tahun lalu.
Sedangkan, kanal distribusi alternatif juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 38 persen secara tahunan, dengan total perolehan sebesar Rp 23,64 triliun.
Lebih lanjut, Budi melaporkan total aset industri asuransi sampai semester I-2024 senilai Rp 616,91 triliun. Jumlah itu tumbuh 0,3 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun total tertanggung asuransi jiwa pada periode yang sama tercatat senilai 113,7 juta, atau tumbuh 28,4 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, terdapat penurunan dari sisi pendapatan industri asuransi jiwa senilai 1,9 persen secara tahunan. Pada semester I-2024, pendapatan industri asuransi tercatat senilai Rp 105,25 triliun.
Budi menjelaskan penurunan pada total pendapatan dipengaruhi oleh penurunan hasil investasi industri asuransi jiwa pada semester I-2024.
Hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat senilai Rp 12,32 triliun. Angka tersebut turun 26,4 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Penurunan hasil investasi ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi, terutama ketika arus investasi di pasar modal tertekan," ujar dia.
Hal tersebut terlihat dari hasil indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun dibandingkan awal tahun.
#asuransi-jiwa #asuransi #industri-asuransi-jiwa #premi-asuransi