Vale (INCO) Kaji Peluang Perbesar Kepemilikan di KNI

Vale (INCO) Kaji Peluang Perbesar Kepemilikan di KNI

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengkaji peluangnya untuk memperbesar porsi kepemilikannya di PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) menjadi 30%. - Halaman all

(InvestorID) 27/08/24 12:05 14803782

JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih terus mengkaji peluangnya untuk memperbesar porsi kepemilikannya di PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) menjadi 30% dari porsi saat ini sebesar 18,3%.

Struktur pemegang saham KNI saat ini mayoritas dikuasai perusahaan Singapura, Huaqi Pte Ltd sebanyak 764.000 saham senilai Rp 764 miliar (73,2%). Sementara Vale Indonesia (INCO) menggenggam sebanyak 191.000 saham senilai Rp 191 miliar (18,3%), dan Ford Motor Company memegang sebanyak 88.716 saham senilai Rp 88,7 miliar (8,5%).

Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia (INCO) Febriany Eddy menyampaikan, Vale akan mengevaluasi kepemilikanya di KNI setelah pabrik HPAL selesai dibangun. Sebab, perseroan mempunyai call option untuk memperbesar kepemilikannya sampai 30% di KNI.

“Jadi, nanti setelah pabrik HPAL selesai, kami evaluasi apakah kami akan naik menjadi 30%,” ucap Febriany dalam paparan publik dikutip, Selasa (27/8/2024).

KNI merupakan perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Vale, Huaqi (Singapore) Pte. Ltd., dan produsen mobil global Ford Motor Company. Menurut Febriany, KNI nantinya menjadi tenant (penyewa) di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Merujuk pada situs HuayouIndonesia, IPIP adalah kawasan industri tertutup yang komprehensif sebagai bagian dari rantai industri baterai lithium di Sulawesi Tenggara. Perusahaan-perusahaan di IPIP terdiri dari HPAL, RKEF, refining, prekursor, bahan katoda, baterai ternary lithium, daur ulang baterai dan berbagai perusahaan lainnya.

Di Pomalaa, Vale juga menggandeng Zhejiang Huayou Cobalt dan Ford untuk membangun proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) senilai Rp 70 triliun dengan kapasitas produksi nikel berupa mixed hydroxide precipitate (MHP) sampai 120.000 ton per tahun yang diestimasikan selesai pada 2026.

Unrealized Loss

Pada kesempatan yang sama, Direktur Independen & Chief Financial Officer Vale Indonesia Rizky Andhika Putra menyampaikan, Vale telah mencatatkan kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) sebesar US$ 6,12 juta atau setara Rp 72 miliar pada kuartal II-2024.

Kerugian itu berasal dari hak partisipasi tambahan investasi INCO di KNI yang berbentuk call option. Perlu diketahui, call option merupakan kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli aset dasar pada harga yang telah disepakati sebelumnya, pada tanggal tertentu di masa depan.

Artinya, di masa depan Vale mempunyai hak untuk membeli kembali saham KNI dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya. Rizky menerangkan, investasi INCO di KNI dibukukan sebagai kerugian akibat fluktuasi dalam penilaian aset derivatif.

“Harus dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dalam buku kami sebagai standar akuntansi. Namun penting dicatat, ini adalah keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi dan bersifat non-operational,” terangnya.

Setelah mengecualikan dampak derivatif secara operasional dan normalized, Rizky pun bilang, Vale membukukan laba pada kuartal I-2024 sebesar US$ 18 juta dan US$ 38 juta pada kuartal II-2024.

“Yang berarti, secara normalized kami mencatatkan normalized profit sebesar US$ 56 juta untuk semester I-2024,” kata dia.

Merujuk pada laporan keuangan Vale Indonesia yang dipublikasi akhir Juli 2024, emiten bersandi saham INCO itu mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 37,28 juta pada paruh pertama 2024. Angka tersebut longsor hingga 82% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 207,8 juta.

Pendapatan Vale Indonesia juga ambles sebesar 27,3% menjadi US$ 478,75 juta dari US$ 658,96 juta. Begitu juga dengan laba usaha yang terpangkas 74,6% menjadi US$ 48,87 juta dari US$ 192,91 juta. Laba bruto ikut tergerus 72% menjadi US$ 61,58 juta dari US$ 220,47 juta.

Meski demikian, Vale Indonesia telah mencetak laba sebesar US$ 31,1 juta pada kuartal II-2024, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. EBITDA yang dihasilkan juga positif sebesar US$ 72,4 juta pada kuartal II-2024, naik 38% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #inco #inco-saham #vale-indonesia #kolaka-nickel-indonesia-kni #huaqi-singapore #ford-motor #indonesia-pomalaa-industrial-park-ipip #huayou-cobalt #berita-ekonomi-t

https://investor.id/market/371478/vale-inco-kaji-peluang-perbesar-kepemilikan-di-kni