Erick Thohir Minta Yayasan BUMN Terlibat Atasi Stunting
Erick Thohir meminta Yayasan BUMN untuk fokus pada isu kesehatan ibu dan anak guna atasi stunting. Program 'Ruang Tumbuh' akan menjadi solusi komprehensif dengan optimalisasi peran posyandu. Halaman a
(Kompas.com) 29/08/24 17:39 14810161
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Yayasan BUMN untuk menjadikan isu kesehatan ibu dan anak, khususnya masalah stunting, sebagai salah satu fokus utama yang perlu diatasi. Erick Thohir menilai bahwa mengatasi stunting dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat tumbuh kembang anak.
"Saya yakin bahwa penanganan stunting dapat dilakukan secara efektif dengan mengoptimalkan peran posyandu dan sistem pendukung lainnya," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis pada Kamis (29/8/2024).
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), pada 2020, sebanyak 149 juta anak di dunia mengalami stunting, dan 6,3 juta di antaranya adalah anak-anak Indonesia.
Dampak stunting ini akan dirasakan seumur hidup oleh anak-anak yang terkena, sehingga masalah ini memerlukan perhatian khusus, terlebih untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
Yayasan BUMN pun kini membentuk program "Ruang Tumbuh" yang dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi isu kesehatan ibu dan anak, terutama masalah stunting. Erick Thohir meminta agar "Ruang Tumbuh" menjadi program unggulan (quick win).
Ia ingin program "Ruang Tumbuh" dijalankan dengan melibatkan para ahli gizi, parenting, tumbuh kembang anak, tata ruang, serta fasilitator pelatihan dan monitoring gizi untuk berkolaborasi dalam merumuskan program yang tepat dan dapat diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam program "Ruang Tumbuh," salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi ruang dan peran posyandu sebagai pusat tumbuh kembang anak. Erick Thohir bahkan sempat terjun langsung meresmikan salah satu posyandu di RW 03, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara pada 26 Agustus 2024.
"Dengan pendekatan holistik, posyandu dapat berfungsi sebagai pusat tumbuh kembang anak, orang tua, serta para kader posyandu," katanya.
Dia berharap program yang dijalankan Yayasan BUMN ini akan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Program pilot "Ruang Tumbuh" diimplementasikan di wilayah Jakarta, termasuk di Kelapa Gading dan Gandaria Selatan. Program ini melibatkan berbagai kolaborator, termasuk Parentalk, Sahabat Gizi, Jak Sehat, Edukazi, Pulpa 1000 Days Funds. Selain itu, dalam pelaksanaannya, Yayasan BUMN juga bekerja sama dengan yayasan internasional Temasek Foundation, serta melibatkan BUMN seperti MIND ID dan perusahaan rintisan produsen susu, Arummi.