Advance Digitals dan Kemenaker Bersinergi, Persiapkan Gen Z Hadapi Persaingan Bisnis Berbasis Digital
Program tersebut dijalankan untuk mempersiapkan generasi muda agar siap terjun dan sukses di dunia bisnis digital. Halaman all
(Kompas.com) 29/08/24 12:32 14810183
KOMPAS.com – Perusahaan elektronik lokal Advance Digitals bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI menggelar program pelatihan vokasi bertema "Menjadi Pebisnis Berbasis Digital" atau e-preneur.
Acara digelar selama 15 hari di Gedung CMC dan kantor Advance Digitals, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai Kamis (22/8/2024) hingga Jumat (6/9/2024).
Program tersebut dijalankan untuk mempersiapkan generasi muda agar siap terjun dan sukses di dunia bisnis digital.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hampir 10 juta penduduk Indonesia dari generasi Z berusia 15-24 tahun atau mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012 berada dalam kategori NEET (Not in Employment, Education, and Training), yang berarti tidak memiliki pekerjaan, pendidikan, maupun pelatihan yang sedang diikuti.
Urgensi tersebut menjadi pertimbangan Advance Digitals dan Kemenaker dalam merancang pelatihan intensif tersebut.
Marketing Communication Manager Advance Digitals, Mico Desrianto, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta, mayoritas di antaranya adalah Gen Z.
"Kami ingin mempersiapkan mereka menjadi pebisnis digital yang andal, sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini," kata Marketing Communication Manager Advance Digitals, Mico Desrianto, saat ditemui di acara Nakerfest 2024 yang diselenggarakan oleh Kemenaker di JIExpo, baru-baru ini, seperti dikutip dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/8/2024).
Mico menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas adalah Gen Z.
Ia menerangkan bahwa lewat pelatihan, peserta tidak hanya diedukasi melalui teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis dunia digital.
Mico menegaskan bahwa program telah didesain untuk memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
"Apa yang kami lakukan di Advance Digitals adalah bukti nyata bahwa meraih keuntungan di dunia digital itu bisa dicapai oleh siapa saja," jelasnya.
Lewat pelatihan, Mico juga membagikan beberapa kisah sukses dari tim Advance Digitals yang berhasil meraih pendapatan hingga miliaran rupiah melalui penjualan online.
Hal itu diharapkan dapat membangun inspirasi dan motivasi bagi para peserta pelatihan untuk serius menggeluti bisnis digital.
Sebagai informasi, dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan penting, mulai dari pengelolaan e-commerce, penggunaan media sosial, strategi periklanan digital, hingga teknik editing video.
Selain itu, mereka juga diajarkan tentang web commerce, manajemen organisasi, dan proses pembiayaan melalui investor atau bank.
"Kami memberikan pelatihan yang lengkap agar mereka bisa berdiri sendiri dan meraih kesuksesan dalam berbisnis digital," tambah Mico.
Dok Advance Digitals Pelatihan vokasi yang diselenggarakan Kemenaker, Advance Digitals, APTIKNAS dan CMC.Langkah tersebut, katanya, sekaligus menunjukkan komitmen Advance Digitals untuk berkontribusi pada Tnaah Air lewat pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
"Gen Z dan Advance Digitals merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Di perusahaan kami, Gen Z terlibat dalam segala aspek operasional, mulai dari produksi hingga penjualan," jelas Mico.
Sebagai informasi, Advance Digitals adalah perusahaan elektronik lokal yang telah berdiri selama 24 tahun di pasar nasional, dengan lebih dari 1.500 karyawan terlibat dalam menciptakan produk-produk berkualitas internasional.
Baru-baru ini, Advance Digitals meraih penghargaan tertinggi Top Brand untuk lima kategori, termasuk Speaker Aktif & Pasif, Speaker Bluetooth, Air Fryer, Food Processor, serta Power Bank.
"Bukti nyata bahwa produk karya anak bangsa Indonesia mampu berjaya di negeri sendiri," tambah Mico.
Dengan sinergi antara Advance Digitals dan Kemnaker, Mico berharap, generasi Z Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia digital, sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional.