Garudafood Jalin Kemitraan dengan 3.500 Peternak Sapi Lokal
Kemitraan antara Garudafood dengan peternak sapi bertujuan untuk menjamin pasokan susu yang berkelanjutan. Halaman all
(Kompas.com) 29/08/24 21:00 14815132
JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen makanan dan minuman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) membangun jaringan kemitraan dengan lebih dari 3.500 peternak sapi perah lokal hingga tahun 2023.
Melalui kemitraan ini, perusahaan memperoleh lebih dari 15.500 ton susu segar yang digunakan sebagai bahan baku dalam produksi berbagai produk berkualitas seperti CLEVO dan Chocolatos Susu Cokelat.
Direktur Garudafood, Johannes Setiadharma, menyatakan bahwa kemitraan yang telah terjalin sejak 2015 ini bertujuan untuk menjamin pasokan susu yang berkelanjutan, menjaga keamanan dan kualitas produk, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga peternak.
"Kami berharap kemitraan ini dapat mendorong peningkatan mata pencaharian, pemberdayaan peternak rakyat, dan pengembangan koperasi kelompok ternak yang tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur sesuai dengan konsep Creating Shared Value (CSV) yang kami terapkan," ujar Johannes dalam pernyataan resmi, Kamis (29/8/2024).
Dia mengatakan sebagai upaya mendukung peningkatan pasokan susu segar lokal, GOOD menjamin ketersediaan pasar dan memberikan harga yang kompetitif kepada para peternak.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan penyuluhan, pendampingan teknis, dan pelatihan seperti quality control, 5R Kaizen, serta penanganan dan mitigasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Fasilitas produksi seperti sistem pendingin, genset, dan milk can juga disediakan untuk meningkatkan keamanan, kualitas, dan kebersihan bahan baku.
Tak hanya itu, Garudafood memfasilitasi pengelolaan limbah produksi menjadi pakan ternak, memberikan pinjaman tanpa bunga, serta menjembatani akses finansial ke bank untuk pengembangan produksi mitra.
Selama paruh pertama tahun 2024, Garudafood berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 20 persen menjadi Rp 258 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 215 miliar.
Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 9,3 persen menjadi Rp 5,7 triliun dan peningkatan laba kotor sebesar 16,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun.
Johannes juga menyoroti beberapa katalis positif yang mendorong pertumbuhan ini, seperti stabilitas harga bahan baku dan bahan kemasan, serta akuisisi mayoritas saham PT Suntory Garuda Beverage (SGB), produsen minuman Okky Jelly Drink dan Mountea. Kontribusi dari susu CLEVO juga disebut sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan Garudafood.
Garudafood menargetkan peningkatan nilai perusahaan baik dari sisi penjualan maupun laba bersih pada akhir tahun 2024 melalui berbagai strategi, termasuk menjadikan bisnis minuman sebagai pilar pertumbuhan.
“Strategi ini mencakup pembenahan saluran distribusi, penetrasi penjualan multi-channel, dan peluncuran produk baru unggulan seperti Garuda Rosta snack kentang panggang dan Chocolatos Rich,” tegas dia.