PGN (PGAS) Temui Jalan Terjal, tapi Target Harga Saham Naik

PGN (PGAS) Temui Jalan Terjal, tapi Target Harga Saham Naik

PGN (PGAS) bakal melewati jalan terjal pada semester II yang dapat memengaruhi laba. Meski begitu, target harga saham PGAS direvisi naik. - Halaman all

(InvestorID) 30/08/24 14:20 14832846

JAKARTA, investor.id – Laba PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN pada semester I-2024 melampaui perkiraan dan sesuai ekspektasi. Namun, PGN bakal melewati jalan terjal pada semester II-2024 yang dapat memengaruhi laba.

“Potensi kenaikan permintaan gas mungkin dapat terpenuhi oleh pasokan LNG, yang dua kali lebih mahal dibandingkan gas pipa dan dapat mempersempit margin distribusi PGN menjadi US$ 1,8/mmbtu pada 2024. Hingga semester I, margin distribusi PGN mencapai US$ 1,9/mmbtu,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Selain itu, kasus Gunvor masih berpotensi menjadi hambatan. “Kami memperkirakan laba PGN pada 2024 akan datar,” sebut RHB.

Meski demikian, volume distribusi gas emiten berkode saham PGAS tersebut diprediksi naik 10% (hoh) menjadi 922 mmscfd pada semester II-2024. Sebab, walaupun ekonomi melambat, penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve AS dan Bank Indonesia (BI) dapat mendorong pengguna gas untuk meningkatkan produktivitas, yang akan meningkatkan permintaan.

Alhasil, volume distribusi gas PGAS sepanjang tahun ini ditaksir mencapai 882 mmscfd atau turun 6% yoy. Pencapaian itu sebesar 93% dari target tahunan PGAS yang sebanyak 954 mmscfd. Blok Corridor diperkirakan berkontribusi sebanyak 410 mmscfd pada tahun ini. Sisanya 440 mmscfd akan berasal dari sumber lainmya.

“PGAS membutuhkan 2-3 kargo LNG untuk memenuhi permintaan gas pada 2024, menunjukkan rata-rata penggunaan LNG tahun ini bisa mencapai 30,8 mmscfd,” jelas RHB.

Soal harga jual rata-rata (average selling price/ASP), RHB menghitung bahwa dengan 55% dari gas yang didistribusikan ke pengguna khusus, PGAS mengenakan harga gas yang lebih tinggi pada pengguna gas non-khusus atau naik 11% yoy menjadi US$ 9,9/mmbtu pada semester I-2024 dan menaikkan ASP sebesar 6% yoy menjadi US$ 7,8/mmbtu.

Perusahaan efek itu memperkirakan harga gas non-khusus tidak akan naik lebih lanjut, mengingat kondisi ekonomi yang lemah. Ditambah, harga gas khusus sebesar US$ 6/mmbtu untuk tujuh industri melemahkan prospek PGAS, meski volume distribusi gas berpotensi naik. RHB telah menyesuaikan ASP PGAS menjadi US$ 7,8/mmbtu dari sebelumnya US$ 7,6/mmbtu.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dari sisi biaya, RHB merevisi biaya pembelian tahun ini menjadi US$ 6/mmbtu dari US$ 5,9/mmbtu, karena harga LNG diprediksi naik. Biaya LNG pada 2024 diproyeksikan meningkat 11% dibandingkan tahun 2023 yang naik 10%. Hal itu akan menghasilkan margin distribusi US$ 1,8/mmbtu.

“Untuk semester II-2024, kami memperkirakan margin distribusi PGAS turun menjadi US$ 1,7/mmbtu akibat lonjakan biaya,” ungkap RHB.

Sedangkan laba PGAS pada tahun ini diprediksi mendatar sebesar US$ 314 juta. Meski tidak ada biaya atau keuntungan satu kali pada semester I-2024, perkiraan angka 2023 telah memasukkan biaya lain sebesar US$ 42 juta, yang mencakup biaya US$ 12 juta terkait dengan Gunvor.

Dengan berbagai faktor tersebut, RHB merekomendasikan netral untuk saham PGAS. Meski begitu, target harga saham PGAS direvisi naik menjadi Rp 1.440 dari sebelumnya Rp 1.400. Dividendyield 2024 ditaksir sebesar 8%.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pgas #saham-pgas #pgn #harga-gas #laba-pgn #rekomendasi-saham #rhb #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371883/pgn-pgas-temui-jalan-terjal-tapi-target-harga-saham-naik