Bank Mandiri (BMRI) Catat Laba Bersih Rp 29,2 Triliun pada Juli 2024
Dengan sokongan kredit yang melesat 23,4%, laba bersih Bank Mandiri (BMRI) tumbuh 6,52% (yoy) pada Juli 2024. - Halaman all
(InvestorID) 01/09/24 19:47 14865045
JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 29,22 triliun pada Juli 2024. Pertumbuhan laba bersih BMRI berada di posisi 6,52% year on year (yoy).
Mengacu laporan keuangan Bank Mandiri, kinerja laba bersih perusahaan utamanya masih dikerek kinerja kredit yang disalurkan dalam performa optimal. Secara individual, BMRI mencatat kredit melesat 23,40% (yoy) menjadi Rp 1.215,87 triliun pada Juli 2024.
Dari bisnis kredit itu, pendapatan bunga berhasil dicetak sebesar Rp 63,04 triliun atau meningkat 12,91%. Namun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) hanya meningkat 4,10% menjadi Rp 43,14 triliun.
Pergerakan NII yang tumbuh mini dari Bank Mandiri tersebut dipengaruhi beban bunga yang naik cukup tinggi. Dalam realisasinya, beban bunga BMRI meningkat sampai dengan 38,25% menjadi Rp 19,90 triliun.
Hal tersebut menandai bahwa bank berlogo pita emas ini juga ikut terdampak era suku bunga tinggi yang terjadi dalam jangka waktu panjang (higher for longer). Padahal, kemampuan perusahaan untuk terus menghimpun dana murah (current account saving account/CASA) relatif tetap terjaga.
Sebagai gambaran, rasio CASA dari emiten bersandi BMRI ini masih lanjut menguat dari 78,32% pada Juli 2023 menjadi 80,26% pada Juli 2024. Dana murah yang berhasil dihimpun perusahaan bahkan telah menembus Rp 1.039,63 triliun atau tumbuh 15,72% (yoy).
Salah satu pendekatan yang digulirkan Bank Mandiri untuk menekan beban bunga ini salah satunya dapat terlihat menurunnya surat berharga yang diterbitkan. Pos tersebut tercatat turun 39,04% menjadi Rp 27,26 triliun pada Juli 2024.
DPK Tetap Tumbuh Tinggi
Pendekatan perusahaan dalam menghimpun pendanaan memang tidak dilakukan secara masif melalui penerbitan surat berharga. Dalam hal ini, perusahaan cenderung untuk lanjut mendorong penghimpunan dana masyarakat dan pinjaman dari pihak lain.
Pinjaman/pembiayaan yang diterima dari pihak lainnya naik 22,58% menjadi Rp 59,47 triliun. Begitu juga dana pihak ketiga (DPK) yang bisa tumbuh 12,92% menjadi Rp 1.295,26 triliun pada Juli 2024, untuk mengimbangi laju kredit perseroan. DPK itu tumbuh jauh di atas rata-rata sektor perbankan.
Jika rinci sampai Juli 2024, pertumbuhan tertinggi DPK dicatatkan dari instrumen giro yang naik 18,97% menjadi Rp 547,64 triliun. Tabungan meningkat 12,30% menjadi Rp 491,98 triliun. Serta deposito yang merambat naik 2,80% menjadi Rp 255,63 triliun.
Di samping itu, Bank Mandiri terus mengoptimalkan pos pendapatan berbasis komisi. Pos ini tetap laju 12,15% menjadi Rp 9,89 triliun pada Juli 2024. Di sisi lain, pos provisi turut dijaga dengan pertumbuhan mini 1,64% menjadi Rp 5,43 triliun.
Akhirnya, laba operasional berhasil dicetak BMRI senilai Rp 35,90 triliun atau naik 6,79%. Lalu menghasilkan laba bersih dengan nominal Rp 29,22 triliun atau naik 6,52% pada tujuh bulan ini bagi Bank Mandiri.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-mandiri #bmri #laba-bank-mandiri #kredit-bank-mandiri #dpk-bank-mandiri #kinerja-bank-mandiri #laba-bank #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/372051/bank-mandiri-bmri-catat-laba-bersih-rp-292-triliun-pada-juli-2024