3 Emiten FCA Sahamnya Malah Makin Menjadi-jadi, Kok Bisa?

3 Emiten FCA Sahamnya Malah Makin Menjadi-jadi, Kok Bisa?

Tiga emiten FCA sahamnya menjadi top gainers sepanjang tahun berjalan. - Halaman all

(InvestorID) 02/09/24 11:22 14879788

JAKARTA, investor.id - Setidaknya ada tiga saham di papan pemantauan khusus full call auction (FCA) yang mentok auto reject atas (ARA) pada perdagangan 2 September 2024 sebelum jeda siang.

Ketiganya adalah saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) +9,83% ke Rp 2.570, saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) +9,70% ke Rp 6.500, dan saham PT Green Power Group Tbk (LABA) +9,26%.

Saham KARW sebenarnya masuk papan pemantauan khusus sudah cukup lama. Sedangkan, saham FORU baru sejak 29 Agustus 2024, dan saham LABA masuk FCA per 2 September 2024 ini.

Ketiga saham ini sepanjang tahun berjalan mencatatkan gain yang luar biasa alias menjadi-jadi. Ketiganya merajai top gainers di sepanjang tahun berjalan. Saham KARW meroket 12.645%, saham FORU terbang 1.803%, dan saham LABA melejit 1.080%.

Saham ketiga emiten tersebut melesat usai diakuisisi oleh pengendali baru.

Diakuisisi

KARW dicaplok oleh PT Saranakelola Investa atau Grup Meratus. PT Saranakelola Investa atau Grup Meratus per 1 Februari 2024 melakukan pengambilalihan atas saham pengendalian KARW dari ICTSI Far East Pte Ltd sejumlah 470.830.500 atau setara dengan 80,19% di harga Rp 66/lembar. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 31,07 miliar.

Otomatis Grup Meratus jadi pengendali KARW sehingga nama perseroan berubah menjadi Meratus Jasa Prima dari sebelumnya PT ICTSI Jasa Prima Tbk.

Sementara itu, IMR Asia Holding Pte Ltd resmi mengakuisisi 361,5 juta (77,7%) saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Sebelum diakuisisi, FORU dikendalikan konglomerat ternama Peter Sondakh.

Sejumlah 77,7% saham FORU dibeli IMR Asia dari PT Karya Cipta Prima, yang sebelumnya menguasai sebanyak 415,22 juta (89,25%) saham FORU. Akuisisi tersebut telah diselesaikan pada 7 Maret 2024. Terungkap bahwa harga pembelian 77,7% saham FORU oleh IMR sebesar Rp 125,31/saham atau total Rp 45,29 miliar.

Sedangkan Green Power Group (LABA) sebelumnya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk. Perubahan nama seiring telah resmi masuknya pengendali baru LABA, yakni PT Nev Stored Energy (NSE). Kini LABA masuk bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebelumnya LABA merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).

Nev Stored Energy membeli 560 juta (50,75%) saham LABA di harga Rp 53,125/saham pada 28 Juni 2024. Sehingga nilai keseluruhannya Rp 29,75 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #fca #meratus-jasa-prima #saham-karw #fortune-indonesia #saham-foru #green-power-group #saham-laba #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372110/3-emiten-fca-sahamnya-malah-makin-menjadijadi-kok-bisa