Didik J Rachbini: Faisal Basri Sosok yang Idealis dan Berintegritas
Didik mengaku kehilangan sosok sahabatnya, Faisal Basri, yang merupakan ekonom senior sekaligus pendiri Indef. Halaman all
(Kompas.com) 05/09/24 14:39 14896581
JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini, mengenang sosok almarhum Faisal Basri yang tutup usia pada Kamis (5/9/2024) pukul 03.50 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta.
Didik mengaku kehilangan sosok sahabatnya, Faisal, yang merupakan ekonom senior sekaligus pendiri Indef. Menurut dia, Faisal adalah sosok yang idealis dan berintegritas.
"Kita kehilanngan Faisal Basri, Ekonom pendiri Indef sudah dikenal luas, sosok yang idealis dan sangat berintegritas," ujarnya dalam pesan tertulis, Kamis (5/9/2024).
"Faisal sering dipandang sebagai sosok yang idealis, dengan prinsip yang kuat mengenai bagaimana ekonomi dan politik harus dikelola demi kepentingan publik," lanjut Didik.
Ia pun mengingat kembali momen 7 tahun lalu di forum terbatas pimpinan redaksi. Didik kala itu sedang berdiskusi dengan Muhaimin Iskandar yang bergumam tentang keadaan bahwa oposisi nihil.
Menurut Didik, Muhaimin menyebut hanya Faisal Basri yang berdiri dan bersuara lantang mengkritisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Faisal Basri adalah sosok yang tegas dan berani dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam ekonomi dan politik Indonesia," kata Didik.
"Meskipun tidak menduduki jabatan formal di partai atau pemerintahan, kiprahnya baik sebagai akademisi maupun aktivis ekonomi-politik telah memberikan dampak besar dalam mendorong reformasi dan perbaikan kebijakan dan demokrasi secara luas di Indonesia," ungkapnya.
Didik bersama Faisal, serta Fadhil Hasan, Didin Damanhuri, dan Nawir Messi terlibat dalam membangun Indef, institusi yang bereputasi, kritis dan progresif dalam menilai kebijakan ekonomi Indonesia.
Didik bilang, pandangan Faisal dengan dirinya tidak berbeda. Keduanya memiliki kesamaan pandangan dalam hal kemandirian analisis ekonomi dan keinginan mendorong reformasi ekonomi yang lebih adil dan pro-rakyat.
"Tetapi Faisal lebih berani, gamblang dan terus terang sehingga tidak aneh seperti politisi kancil Muhaimin yang berada di dalam koalisi pada periode 1 pemerintahan Jokowi menyesalkan demokrasi yang absen oposisi," kata dia.
Ia mengungkapkan, dengan sahabat ekonom lainnya di Indef seperti Didin Damanhuri, Faisal sama-sama mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi yang berkelanjutan dan adil. Keduanya berbagi visi dalam hal reformasi kebijakan ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat bawah.
Didik menyebut, hal yang lebih mengesankan lagi dari pribadi Faisal adalah independen dan anti-korupsi. Menurutnya, tidak ada yang bisa mempengaruhi pandangan dan ketegasan dalam pemikiran Faisal.
Ia bilang, pria lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) itu selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah dan tidak segan untuk menyuarakan pendapat yang berbeda, meskipun itu tidak populer.
"Dia sering menunjukkan sikap independen dalam analisisnya dan tidak terikat dengan kepentingan partai politik tertentu. Juga menyesalkan KPK diberangus pemerintah dan parlemen," kata Didik.
Di sisi lain, Didik melihat Faisal sebagai sosok yang amat sederhana namun memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas di dunia ekonomi dan politik Indonesia.
Sebagai salah satu pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW), Faisal sering berbicara lantang tentang pentingnya memberantas korupsi di Indonesia, terutama di sektor ekonomi dan pemerintahan.
"Di bidang akademik, Faisal juga dihormati sebagai dosen ekonomi di UI, dan mendirikan lembaga Think Tank Indef dengan kegiatan mengajar dan meneliti isu-isu ekonomi dengan fokus pada pembangunan ekonomi dan kebijakan publik," tutup Didik.