Muncul Dua Saham Jagoan Sektor Migas, Bukan Medco (MEDC)

Muncul Dua Saham Jagoan Sektor Migas, Bukan Medco (MEDC)

AKRA dan ELSA kini menjadi saham pilihan utama di sektor minyak dan gas (migas). Saham Medco (MEDC) tidak masuk prioritas. - Halaman all

(InvestorID) 05/09/24 14:15 14900228

JAKARTA, investor.id – Skema baru gross split dapat meningkatkan prospek perusahaan hulu migas, seperti PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Di sisi lain, produksi batu bara nasional yang naik 90 juta metrik ton menjadi 523 juta metrik ton pada Agustus bisa mendongkrak volume penjualan bensin PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan skema baru gross split melalui Keputusan Menteri ESDM No 13 tahun 2024, yang bertujuan menarik lebih banyak investasi di hulu. Gross split baru dianggap memiliki komponen variabel yang lebih sederhana dan progresif, dengan pembagian tambahan yang lebih menguntungkan dan fleksibilitas lebih tinggi bagi kontraktor dengan split sebelum pajak di 75-95%.

“Meski kami melihat potensi kenaikan terbatas pada Medco (MEDC) saat ini, karena kontrak terdekat akan berakhir tahun 2027, pembagian yang lebih menguntungkan bagi kontraktor membantu Medco mengurangi biaya saat menentukan strategi lifting di masa depan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Di sisi lain, Elnusa (ELSA) berpotensi mengamankan lebih banyak proyek hulu ke depan, dengan harga penawaranan yang kompetitif dibandingkan pesaing internasional untuk memberikan pengembalian yang menarik di tengah volatilitas harga minyak. Induk usaha Elnusa, yaitu Pertamina Hulu Energi, segera perlu kembali merundingkan kontraknya di blok gas Masela yang besar.

Di midstream, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN melaporkan performa yang kuat pada semester I-2024. “Namun, keberlanjutan performa tersebut masih belum pasti karena kenaikan volume dapat berdampak negatif akibat ketidakmampuan untuk meneruskan peningkatan biaya kepada pelanggan,” jelas RHB.

Pada semester II tahun ini, PGAS menghadapi tantangan yang dapat memengaruhi laba, setelah laba perseroan pada semester I-2024 di atas estimasi RHB. Menurut broker itu, potensi peningkatan permintaan gas dapat dipenuhi oleh pasokan LNG PGAS, yang harganya dua kali lebih mahal daripada gas pipa. Hal itu dapat mengurangi margin distribusi PGAS tahun ini menjadi US$ 1,8/mmbtu. Hingga semester I-2024, margin distribusi PGAS sebesar US$ 1,9/mmbtu.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Berlanjut ke hilir, produksi batu bara nasional per 1 September mencapai 523,2 juta metrik ton, naik 21% mom atau bertambah 90 juta metrik ton. RHB yakin itu akan berkontribusi pada peningkatan volume penjualan bensin AKR Corporindo (AKRA), karena sekitar 45% dari penjualan bensin AKRA ke penambang batu bara.

Kabar lainnya, pemerintah mengklarifikasi bahwa Pertalite akan tetap tersedia di pasar, namun tidak akan tersedia di beberapa stasiun pengisian bahan bakar di kawasan kelas menengah-atas atau di luar zona industri.

Sementara itu, harga rata-rata minyak Brent turun 5% mom menjadi US$ 79/bbl, namun masih naik 3% yoy ke US$ 83/bbl selama periode Januari-Agustus 2024. Penurunan bulanan disebabkan oleh produksi minyak AS yang mencapai puncaknya di 13,4 juta bbl/hari, di atas rekor 13,3 juta bbl/hari pada 2023.

Sedangkan impor minyak China pada Juli turun 9% mom menjadi 10 juta bbl/hari di tengah upaya mengurangi biaya impor. Sepanjang Januari-Juli 2024, impor minyak China turun 2% yoy menjadi 11 juta bbl/hari.

Dengan berbagai faktor tersebut, RHB mempertahankan peringkat overweight untuk sektor minyak dan gas (migas). Pilihan utamanya adalah AKR Corporindo (AKRA) dan Elnusa (ELSA).

RHB merekomendasikan buy saham AKRA dengan target harga Rp 1.950. Begitu juga dengan saham ELSA, rekomendasi buy dan target harganya Rp 650.

Saham Medco (MEDC) juga direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.900. Namun, untuk saham PGN (PGAS), rekomendasinya netral dengan target harga Rp 1.440.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #medc #medco #saham-migas #akra #saham-elsa #akr-corporindo #elnusa #pgas #harga-minyak #rhb #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372510/muncul-dua-saham-jagoan-sektor-migas-bukan-medco-medc