Enam Saham Jadi Mesin Penghasil Cuan Jumbo di Atas 100%

Enam Saham Jadi Mesin Penghasil Cuan Jumbo di Atas 100%

Sebanyak enam saham menghasilkan cuan jumbo di atas 100%. Bahkan ada yang cuannya sampai 230% lebih. - Halaman all

(InvestorID) 05/09/24 10:26 14900244

JAKARTA, investor.id – Sebanyak enam saham menghasilkan cuan jumbo di atas 100% hanya dalam tempo sebulan. Harga saham-saham tersebut terbang 102% hingga 237% selama Agustus 2024.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru dirilis, saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) tercatat sebagai saham yang mencetak cuan paling jumbo mencapai 237,8%.

Diikuti, saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) 202,1%, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) 167,2%, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) 134,7%.

Kemudian, saham PT MNC Kapital Tbk (BCAP) 125,4% dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 102%.

Sebaliknya, ada juga enam saham yang bikin rugi besar karena anjlok parah dalam sebulan. Harga saham-saham tersebut ambles dari 18% hingga 66% selama Agustus 2024.

Enam saham tersebut antara lain PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang anjlok 66,6%, PT Dosni Roha Indoesia Tbk (ZBRA) terjungkal 44,1%, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) jatuh 34,2%.

Lalu, saham PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) terpangkas 28,4%, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) tergerus 21,3%, dan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) turun 18,6%.

Target IHSG 2024 Dinaikkan 

Sementara itu, Mandiri Sekuritas menaikkan proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) 2024 menjadi 7.800 dengan bull case mencapai 8.000. Sebelumnya, proyeksi Mandiri Sekuritas adalah 7.460 dengan bull case 7.640. Hal ini terjadi setelah memperhitungkan pemangkasan suku bunga The Fed dan BI yang lebih agresif.

Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, kuatnya imbal hasil lebih lanjut akan menjadikan IHSG sebagai kelas aset yang menarik saat ini dengan pendapatan 8% dan imbal hasil dividen 5%.

“Dengan membaiknya cakupan pasar dan revisi laba yang positif baik pada saham-saham berkapitalisasi besar maupun menengah, IHSG masih tetap menarik, terutama mengingat menguatnya nilai tukar Rupiah pada kuartal ini,” ungkap dia.

Menurut Adrian, di antara proksi yang sensitif terhadap tingkat suku bunga (rate sensitive proxies), posisi tetap ringan di sektor consumer cyclicals (ritel, otomotif, teknologi), serta menara telekomunikasi.

“Kami memproyeksikan IHSG bisa mencapai 7.800-8.000 pada akhir tahun 2024, naik dari 7.460, karena kami menaikkan asumsi pemangkasan suku bunga The Fed dari 25 bps menjadi 50-75 bps, dengan pemangkasan suku bunga BI yang lebih agresif yaitu sebesar 50 bps, bukan 25 bps,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-cuan #tmpo #tnca #jmas #saham-laba #wika #bcap #target-ihsg-2024 #mandiri-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372479/enam-saham-jadi-mesin-penghasil-cuan-jumbo-di-atas-100