Asal-usul Restrukturisasi Lanjutan Krakatau Steel (KRAS)

Asal-usul Restrukturisasi Lanjutan Krakatau Steel (KRAS)

RUPST PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk tahun buku 2023 telah ketok palu menyetujui program restrukturisasi lanjutan total utang US$ 1,94 M - Halaman all

(InvestorID) 06/09/24 07:00 14906040

JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) atau KS tahun buku 2023 telah ketok palu menyetujui program restrukturisasi lanjutan atas total utang senilai US$ 1,94 miliar kepada 10 kreditur.

Asal usul disebut restrukturisasi lanjutan, karena pada 2019, KRAS sudah mencapai master restructuring agreement (MRA) bersama 10 kreditur yang mayoritas terdiri dari bank himbara dan sisanya bank swasta nasional, bank asing, serta lembaga keuangan.

Kesepuluh kreditur tersebut rinciannya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Sayang, dalam perjalanannya, emiten baja pelat merah tersebut baru dapat menjalankan inisiatif MRA sebesar US$ 509 juta dari total utang US$ 1,94 miliar yang terbagi dalam Tranche A sebesar US$ 210 juta, Tranche B sebesar US$ 718 juta, dan Tranche C sebesar US$ 1 miliar.

Total duit US$ 509 juta yang KRAS setorkan tadi merupakan pembayaran atas pokok utang Tranche A sebesar US$ 38 juta dan Tranche B sebesar US$ 471 juta. Sedangkan, utang Tranche C akan KS bayar setelah mampu mengimplementasikan pengembangan klaster baja 10 juta ton per tahun bersama Posco selaku mitra strategis.

Artinya, dari total restrukturisasi utang sebesar US$ 1,94 miliar, KS masih memiliki sisa kewajiban US$ 1,4 miliar yang harus dilunasi. Nah, sisa utang US$ 1,4 miliar inilah yang kemudian restrukturisasinya dilanjutkan dan kini usulan restrukturisasi lanjutan tersebut telah memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam RUPST yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024).

Menurut Direktur Utama Krakatau Steel, Purwono Widodo. restrukturisasi lanjutan merupakan mata agenda utama dalam RUPST kali ini. Sementara mata agenda lainnya seperti persetujuan laporan tahunan dan penetapan gaji direksi dan komisaris merupakan agenda-agenda standar layaknya Perusahaan Tbk yang sudah merilis laporan keuangan.

“Jadi, dari agenda RUPST ini yang paling utama adalah agenda restrukturisasi yang merupakan restrukturisasi lanjutan dan diharapkan ini bisa menjadi yang terakhir,” ucap Purwono di Graha CIMB Niaga, Kamis (5/9/2024).

Menurut Purwono, persetujuan atas restrukturisasi lanjutan ini tidak lepas dari adanya tantangan yang dihadapi KS dalam upaya memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam MRA. Tantangan itu misalnya belum beroperasinya pabrik Hot Strip Mill (HSM) I.

Padahal sedianya, jika HSM I itu berjalan, Purwono mengklaim, pendapatannya akan dapat digunakan untuk membayar utang operasional Tranche A. Tantangan lainnya adalah proses penjualan saham-saham anak usaha dan divestasi aset tidak produktif yang macet akibat pandemi covid-19, sehingga para calon pembeli cenderung tidak agresif.

Beruntungnya, di tengah tantangan-tantangan yang dihadapi KRAS tersebut, 10 lenders dengan segala upaya dan berlandaskan aturan OJK telah menyetujui untuk restrukturisasi lanjutan. Kabar baiknya lagi, para pemegang saham juga merestui untuk restrukturisasi lanjutan.

Menurut Purwono, capaian tersebut tentu melegakan bukan saja bagi KS karena dapat bernapas lebih panjang, tetapi juga baik bagi semua pihak.

“Dengan RUPST ini diketok palu menjadi putusan, maka kami akan duduk bersama lenders untuk membuat perjanjian restrukturisasi. Itu yang akan menjadi pedoman legal. Setelah ini, dengan cepat dokumen legal itu ditandatangani. Jadi, kami enak. Itu merupakan hal penting dari hasil RUPS kali ini yaitu persetujuan terhadap restrukturisasi,” imbuhnya.

 Skema Penyelesaian Utang

Dalam skema Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) penyelesaian Tranche A, B, dan C dijelaskan, KS akan menuntaskan utang Tranche A lewat unit bisnis rolling mill HSM I dan CRM yang lebih efisien sehingga daya saing produk pun meningkat.

Fasilitas HSM I dan CRM ditargetkan mampu memproduksi dan menjual masing-masing 158.000 ton HRC per bulan dan 40.000 ton CRC per bulan. Dengan target produksi dan penjualan tersebut, maka perusahaan akan membayar bunga utang restrukturisasi Tranche A, Tranche B, dan Tranche C, serta pokok Tranche A.

Sedangkan sisa pokok Tranche B akan diselesaikan melalui optimalisasi aset-aset nonproduktif berupa lahan kawasan industri, lahan dan bangunan perkantoran serta lahan residensial senilai US$ 247 juta. Optimalisasi aset nonproduktif ini membutuhkan jangka waktu maksimal lima tahun.

Selain itu, perseroan juga akan mengoptimalisasi aset idle/aset tidak produktif melalui kerja sama pengoperasian kembali dan pengembangan fasilitas ISM-BF dengan mitra strategis terpilih taitu Baowu Group Zhongnan. Kerja sama tersebut akan menghilangkan residual cost, menciptakan bisnis lanjutan untuk subholding KSI dan KBI.

Adapun penyelesaian utang Tranche C akan dibayar melalui fundraising KBS dan KP setelah implementasi rencana pengembangan klaster baja 10 juta ton per tahun bersama Posco selaku mitra strategis. Di samping meningkatkan bisnis volume bisnis baja, pengembangan tersebut juga menggenjot volume bisnis infrastruktur penunjang seperti pelabuhan, air industri, listrik, dan bisnis terkait lainnya.

KP akan melakukan peningkatan kapasitas produksi dari 3 juta ton per tahun menjadi 6 juta ton per tahun dengan estimasi nilai investasi sebesar US$ 4,1 juta. Rencana investasi tersebut berdampak pada valuasi KP ke depan yang dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai sumber fundraising untuk pelunasan utang Tranche C.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #kras #krakatau-steel-kras #purwono-widodo #restrukturisasi-krakatau-steel #rencana-penyehatan-keuangan-rpk #rupst-krakatau-steel #restrukturisasi-lanjutan-kras #ut

https://investor.id/macroeconomy/372598/asalusul-restrukturisasi-lanjutan-krakatau-steel-kras