Benarkah Mencabut Colokan dari Stopkontak Bisa Hemat Tagihan Listrik? Halaman all

Benarkah Mencabut Colokan dari Stopkontak Bisa Hemat Tagihan Listrik? Halaman all

Cara menghemat tagihan listrik bisa dilakukan dengan mencabut colokan alat elektronik dari stopkontak yang tidak digunakan. Benarkah efektif? Halaman all?page=all

(Kompas.com) 06/09/24 12:30 14908822

KOMPAS.com - Sejumlah kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan dari stopkontak, diklaim bisa menghemat tagihan listrik.

Hal itu karena meskipun alat elektronik tidak digunakan, namun saat masih terhubung dengan stopkontak, dianggap masih menyedot daya listrik.

Lantas, benarkah mencabut colokan alat elektronik di stopkontak bisa menghemat tagihan listrik?

Penjelasan ahli

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) sekaligus dosen Teknik Elektro Prof Muhammad Nizam mengatakan, mencabut colokan alat elektronik di stopkontak saat tidak digunakan bisa menghemat tagihan listrik per bulan.

Hal ini karena mencabut colokan dari stopkontak akan memutus aliran listrik.

Sebaliknya, tidak mencabut colokan alat elektronik dari stopkontak meski tidak digunakan bisa menyebabkan pemborosan listrik.

"Membiarkan kabel elektronik menancap di stopkontak memang bisa dianggap sebagai perilaku pemborosan listrik karena walaupun kecil, tetap ada arus listrik yang mengalir dan tercatat dalam penggunaan listrik," kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (3/9/2024).

Colokan tak dicabut tetap mengalirkan listrik

Prof Nizam menjelaskan, kabel elektronik yang tidak digunakan tetapi tetap terhubung ke stopkontak akan mengalirkan arus listrik, meski dalam jumlah kecil.

Jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan itu bisa menyebabkan penggunaan listrik meningkat.

Menurut Prof Nizam, beberapa perangkat elektronik memiliki komponen yang tetap aktif walaupun perangkat dalam keadaan mati. Misalnya peralatan yang bermode standby power, lampu indikator, dan komponen internal.

Peralatan semacam ini sebaiknya dicabut dari stopkontak pada saat tidak digunakan.

"Banyak perangkat elektronik memiliki mode \'standby\' yang memungkinkan mereka untuk menyala dengan cepat saat dihidupkannya kembali. Mode ini membutuhkan daya listrik untuk tetap aktif," terang dia.

Hal yang sama juga terjadi pada alat elektronik dengan lampu indikator. Beberapa perangkat memiliki lampu indikator yang tetap menyala walaupun perangkat dimatikan.

Lampu ini membutuhkan daya listrik untuk tetap menyala meski dalam aliran yang kecil.

Selanjutnya, alat elektronik yang tetap akan teraliri listrik saat tertancap di stopkontak meski tidak digunakan adalah perangkat dengan komponen internal.

"Beberapa perangkat memiliki komponen internal seperti transformator atau sirkuit pengatur daya yang tetap aktif walaupun perangkat dimatikan," ucap Prof Nizam.

Oleh karena itu, ia menyimpulkan, membiarkan kabel elektronik menancap di stopkontak bisa menyebabkan pemborosan listrik dan berujung pada peningkatan anggaran penggunaan listrik.

"Membiarkan kabel elektronik menancap di stopkontak termasuk pemborosan listrik karena walaupun kecil, tetap ada arus listrik yang mengalir dan tercatat dalam penggunaan listrik," tandasnya.

#listrik #tagihan-listrik #cara-menghemat-tagihan-listrik #penyebab-tagihan-listrik-naik #mencabut-colokan-alat-elektronik-di-stopkontak #benarkah-mencabut-colokan-alat-elektronik-di-stopkontak-bisa-me

https://www.kompas.com/tren/read/2024/09/06/123000765/benarkah-mencabut-colokan-dari-stopkontak-bisa-hemat-tagihan-listrik-?page=all