Restrukturisasi Utang, Waskita Karya Janji Prioritaskan Pembayaran Vendor

Restrukturisasi Utang, Waskita Karya Janji Prioritaskan Pembayaran Vendor

Waskita Karya dapat persetujuan restrukturisasi utang senilai Rp 26,3 triliun dari 21 perbankan Himbara dan swasta. Halaman all

(Kompas.com) 07/09/24 07:45 14917853

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi utang senilai Rp 26,3 triliun dari 21 perbankan Himbara dan swasta. Restrukturisasi ini jadi upaya penyehatan keuangan perusahaan.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan, seiring dengan restrukturisasi di perbankan, perusahaan akan memprioritaskan pembayaran kewajiban kepada para vendor dan pajak.

"Jadi tetap prioritasnya kepada vendor dan pajak, itu tetap prioritas utama kita. Jadi tetap akan kita selesaikan," ujarnya saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (6/9/2024).

Kendati begitu, pembayaran kewajiban kepada vendor dan pajak tersebut tidak bisa sekaligus, melainkan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

"Tentunya kan enggak bisa one-shot, langsung kita selesaikan semua. Tentunya ada staging yang kita harus lakukan, karena harus menyesuaikan dengan modal kerja yang kita punya," jelas Hanugroho.

Adapun kesepakatan restrukturisasi utang senilai Rp 26,3 triliun ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) antara Waskita Karya dengan 21 perbankan pada Jumat (6/9/2024).

Dengan restrukturisasi ini, Waskita Karya mendapat keringanan bunga pinjaman dari sekitar 5 persen menjadi 3,5 persen. Selain itu, tenor pembayaran diperpanjang dari satu tahun menjadi 10 tahun.

Selain itu, Waskita Karya juga berhasil mendapat persetujuan terkait Pokok Perubahan Perjanjian fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) yang dilakukan oleh lima kreditur perbankan dengan nilai outstanding sebesar Rp 5,2 triliun.

Hanugroho mengatakan, restrukturisasi tersebut ditargetkan mulai efektif pada September 2024. Ia bilang, setelah restrukturisasi efektif, diharapkan perusahaan bisa mendapatkan kestabilan finansial yang lebih kuat.

Seiring dengan perbaikan finansial, perusahaan juga turut memperbaiki tata kelola, memperkuat manajemen risiko, serta mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan transparansi.

"Penandatanganan ini menjadi titik awal buat kami dari sisi Waskita Karya, dengan harapan juga kepercayaan yang diberikan kepada kami, tentunya harus direfleksikan ke dalam performa kami," kata dia.

Di sisi lain, Waskita Karya juga telah menyelesaikan restrukturisasi tiga seri surat utang atau obligasi dengan total nilai Rp 3 triliun. Restrukturisasi obligasi ini menyepakati penurunan bunga dari sekitar 8 persen menjadi sebesar 5 persen.

Sementara itu, ada satu seri obligasi lagi yang saat ini masih dalam proses restrukturisasi dengan nilai Rp 1,3 triliun.

"Jadi yang obligasi tinggal satu yang belum kita selesaikan. Ini bisa kita lakukan pada waktu yang akan datang, nilainya itu sekitar Rp 1,3 triliun," ucap Hanugroho.

#waskita-karya #utang-bumn #utang-waskita-karya #restrukturisasi-utang-waskita-karya

https://money.kompas.com/read/2024/09/07/074519926/restrukturisasi-utang-waskita-karya-janji-prioritaskan-pembayaran-vendor