Harga Bitcoin Anjlok Terdampak Makroekonomi, Analis: Berpotensi Turun ke US$49 Ribu

Harga Bitcoin Anjlok Terdampak Makroekonomi, Analis: Berpotensi Turun ke US$49 Ribu

Faktor makroekonomi turut memicu harga Bitcoin anjlok sejak awal Agustus 2024 dan diproyeksikan menuju titik terendah US$49 ribu.

(BlockChain-Media) 07/09/24 16:32 14919709

Harga Bitcoin anjlok, kembali mengalami penurunan signifikan, sudah mencapai terendah US$52.530 dalam waktu kurang dari 24 jam pada 7 September 2024. Sejumlah pakar berpendapat faktor makroekonomi turut memicu tekanan jual yang terjadi sejak awal Agustus 2024 ini. Harga kripto ini pun diproyeksikan bisa menuju ke titik terendah US$49 ribu.

Sebagai catatan di sini, selama 30 hari terakhir, harga Bitcoin anjlok, terus tertekan sebesar 5 persen di bawah zona support level US$57.500 sejak 5 September 2024. Per Sabtu, 7 September 2024 dini hari sempat kian menjorok ke selatan di US$52.290 dan per Sabtu petang naik tipis ke US$54.281.

harga bitcoin anjlok

Berbeda dengan Sifling, Tim Enneking, Managing Partner di Psalion, menyebutkan bahwa meskipun pemotongan suku bunga sebesar 75 hingga 100 basis poin di tahun ini mungkin akan terjadi, ekonomi AS dan global tampaknya sedang menuju “soft landing“. Tetapi, ini tidak serta merta menjadi sinyal bullish untuk Bitcoin dalam waktu dekat, terutama jika tekanan dari faktor-faktor eksternal tetap ada.

Harga BTC Anjlok, Analis: Bisa ke Titik Terendah US$49 Ribu

Proyeksi ke depan di tengah harga Bitcoin anjlok masih tidak pasti. Beberapa analis melihat tidak ada pendorong bullish yang jelas dalam waktu dekat, terutama karena euforia seputar ETF Spot Bitcoin telah mereda.

Tim Enneking mencatat bahwa setelah harga Bitcoin gagal bertahan di US$56.000, yang merupakan titik terendah pada pertengahan Agustus, kemungkinan besar support akan ada di US$54.000. Namun, jika level ini tidak bertahan, ada risiko bahwa harga bisa jatuh ke titik terendah awal Agustus di sekitar US$49.000.

Prospek Suram Bitcoin, Hayes: Perlahan Menuju US$50 Ribu

Menegaskan pendapat itu, Greg Magadini, Direktur Derivatif di Amberdata, berpendapat harga Bitcoin mungkin akan terus berfluktuasi di kisaran US$55.000 hingga US$65.000 untuk sementara waktu dan dapat anjlok ke US$40.000-an.

Dengan semua faktor ini, prospek jangka pendek untuk Bitcoin tampaknya akan terus diwarnai oleh ketidakpastian. Namun, bagi investor yang mampu menavigasi volatilitas ini, ada peluang menarik di depan. [ps]

#analis #analisis-bitcoin #bitcoin #btc #etf #etf-spot-bitcoin #harga-bitcoin #makroekonomi

https://blockchainmedia.id/harga-bitcoin-anjlok-terdampak-makroekonomi-analis-berpotensi-turun-ke-us49-ribu/