Mbah Lasiyo, ‘Profesor Pisang’ Bantul yang Dikenal ‘Pelihara TUYUL’ Wafat - kumparan.com
‘Profesor Pisang’ Bantul, Lasiyo Syaifudin, meninggal dunia pada Minggu (8/9) di usianya yang ke-69 tahun. #publisherstory #pandanganjogja
(Kumparan.com) 09/09/24 12:33 14937805
‘Profesor Pisang’ dari Bantul, Lasiyo Syaifudin, meninggal dunia pada Minggu (8/9) sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Panembahan Senopati, Bantul.
Lasiyo dikenal luas setelah videonya yang mengatakan bahwa rahasia sukses sebuah usaha adalah memelihara ‘TUYUL’ viral di media sosial. TUYUL yang ia maksud adalah Takwa, Usaha, Yakin, Ulet atau Inovatif, dan Lincah.
Mbah Lasiyo meninggal dunia di usianya yang ke-69 tahun.
Sekretaris Desa Sidomulyo, Wibowo, mengatakan bahwa jenazah Mbah Lasiyo dimakamkan pada hari ini, Senin (9/9) pukul 10.00 WIB.
“Mbah Lasiyo langsung dimakamkan pada hari ini, Senin (9/9), di Makam Suci Ponggok, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul,” kata Wibowo dihubungi Pandangan Jogja, Senin (9/9).
Mbah Lasiyo meninggalkan seorang istri, dua anak dan menantu, serta empat cucu.
Ia dikenal dengan julukan ‘profesor pisang’ meski ia hanya seorang lulusan SD. Ia sempat ramai dikenal setelah sebuah video penggalan wawancaranya menyatakan bahwa rahasia usaha bisa lebih berhasil adalah dengan memelihara ‘TUYUL’ viral pada tahun 2020-an.
Pada 2023, Lasiyo meraih penghargaan Svarna Bhumi Award 2023 yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia sebagai bentuk penghargaan bagi pahlawan pangan Indonesia.
“Sosok yang satu ini tidak hanya menyelamatkan bibit-bibit pisang lokal, idenya membudidayakan tanaman pisang di dusunnya juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Ia juga mampu menghasilkan pestisida pertanian yang berkualitas dan diakui beberapa peneliti dari luar negeri,” kata Master of ceremony pada penganugerahan Svarna Bhumi Award yang merujuk kepada Lasiyo pada 2023 silam.