Laba BNI 2024 Diprediksi Rp 22 Triliun, Ini Pemicunya

Laba BNI 2024 Diprediksi Rp 22 Triliun, Ini Pemicunya

BNI diprediksi meraih laba bersih Rp 22 triliun tahun 2024, melanjutkan tren kinerja positif pada semester I. - Halaman all

(InvestorID) 11/09/24 16:45 14971968

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 3,8% secara tahunan menjadi Rp 10,69 triliun semester I-2024. Kinerja positif ini diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun, sehingga laba bersih tahun ini bisa menyentuh Rp 22 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan BBNI Novita Widya Anggraini dalam paparan kinerja perseroan.

Menurut Novita, fokus pada perbaikan fundamental yang dilakukan BBNI akan memberikan hasil yang baik pada semester II-2024, memungkinkan perusahaan untuk terus bertumbuh positif. Kehadiran aplikasi perbankan terbaru BNI yakni wondr by BNI juga diharapkan memberikan dampak pada akhir tahun ini, terutama dalam pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA).

Selain itu, BBNI fokus menjaga biaya dana (cost of fund/CoF) pada semester II-2024, dengan memperkirakan penurunan suku bunga. Pada kuartal II-2024, CoF BBNI tercatat turun 7 basis poin (bps) menjadi 2,7%.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bunga BBNI meningkat 7,8% menjadi Rp 32,17 triliun. Hingga paruh pertama 2024, BBNI menyalurkan kredit sebesar Rp 726,98 triliun, naik 11,7% year on year (yoy) dari Rp 650,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset BBNI juga tumbuh 4,6% menjadi Rp 1.072,45 triliun, dibandingkan Rp 1.025,09 triliun di tahun sebelumnya.

Kualitas aset BBNI yang terus membaik menjaga biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap stabil di level 1%. Hingga akhir 2024, BBNI diperkirakan mampu mencapai laba hingga Rp 22 triliun, didorong oleh berbagai katalis positif dan upaya perusahaan dalam menjaga kinerja.

Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan menyebutkan, BBNI mengalami perbaikan net interest margin (NIM) sebesar 10 bps pada kuartal II-2024, setelah adanya tekanan signifikan pada kuartal I-2024.

Peningkatan NIM ini berasal dari beberapa faktor, seperti perbaikan imbal hasil aset dalam surat berharga yang dapat dipasarkan, rasio loan to deposit ratio (LDR) yang meningkat, dan CoF yang terjaga berkat kondisi likuiditas yang lebih baik.

"Likuiditas pada Juni-Juli membaik karena terbantu oleh insentif persyaratan cadangan (GWM) yang meningkat menjadi 3,1% pada Juni 2024 dibandingkan 1,8% pada Mei 2024. Akibatnya, NIM bulanan naik menjadi 4,7% pada Juni-Juli dibandingkan 4,3% pada April-Mei," jelas Erni, dikutip Rabu (11/9/2024).

Perkembangan LDR

Namun, Erni juga mencatat, peningkatan LDR BBNI yang mencapai 94% pada kuartal II-2024 dari 89% pada kuartal sebelumnya, terutama pada LDR valas, yang melonjak menjadi 96% dari 87%, tetap menjadi tantangan.

"Untuk mengatasi kendala likuiditas valas, BBNI telah menaikkan suku bunga pinjaman dalam USD guna meningkatkan NIM di segmen ini," tambah dia.

Dari sisi kualitas aset, non-performing loan (NPL) BBNI tetap stabil di level 2%, sedangkan loan at risk (LAR) membaik menjadi 12,2% pada kuartal II-2024 dibandingkan 13,2% pada kuartal I-2024. Potensi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dan insentif moneter yang diberikan juga dapat menjadi katalis positif bagi kinerja BBNI di semester II-2024.

Di tengah suku bunga tinggi yang menekan NIM perbankan, dia menilai, penurunan suku bunga acuan akan membawa angin segar bagi kinerja perbankan. BI juga memberikan insentif likuiditas makroprudensial kepada 124 bank dengan total realisasi mencapai Rp 255 triliun, yang dapat mendorong penyaluran kredit bank, termasuk BNI.

Erni juga mengungkapkan, biaya kredit BBNI tetap stabil di level 0,8% pada kuartal II-2024, lebih baik dari panduan manajemen sebelumnya. Akibatnya, manajemen merevisi panduan CoC untuk tahun 2024 menjadi 1,0%, turun dari sebelumnya di bawah 1,4%, sejalan dengan pencapaian CoC 1,0% pada semester I-2024. Hal ini diproyeksikan dapat mendongkrak laba bersih BBNI ke depan.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-bank-negara-indonesia-tbk-bni #bbni #laba-bersih-2024 #proyeksi #kinerja-semester-i-2024 #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373152/laba-bni-2024-diprediksi-rp-22-triliun-ini-pemicunya