Bahlil Bantah Bos AirAsia: Enggak Benar Harga Avtur RI Termahal di ASEAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah pernyataan CEO Air Asia Gruop Tony Fernandes soal harga avtur di Indonesia. Halaman all
(Kompas.com) 12/09/24 16:33 14973913
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons pernyataan CEO Air Asia Gruop Tony Fernandes yang menyebut harga avtur Indonesia menjadi yang termahal di Asia Tenggara atau se-ASEAN.
Menurut Bahlil tidak benar harga avtur Indonesia yang diproduksi PT Pertamina (Persero) menjadi yang termahal.
"Enggak benar kalau dianggap bahwa harga avtur kita yang paling mahal di Asia Tenggara, enggak lah, enggak benar itu," ujar Bahlil di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Ketika ditanya upaya pemerintah untuk menekan harga avtur, Bahlil enggan menjawab. Ia hanya menyebut bakal melakukan pengecekan terlebih dahulu ke Pertamina.
"Nanti saya cek," ucapnya.
Sebelumnya, Tony Fernandes buka-bukaan soal penyebab mahalnya harga tiket pesawat rute domestik di Indonesia.
Fenomena mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia sudah bukan rahasia lagi. Kondisi ini sudah dikeluhkan masyarakat sejak beberapa tahun silam.
Sudah lazim ditemui, di berbagai situs penjualan tiket daring, harga tiket pesawat domestik rute antar-kota di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan rute maskapai yang terbang dari atau ke luar negeri, meski jaraknya lebih jauh.
Tony bilang, harga avtur yang dijual Pertamina jadi salah satu komponen paling dominan yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia. Bahkan, harga avtur yang dipasok BUMN ini, kata dia, adalah yang paling tinggi se-Asia Tenggara.
“Harga bahan bakar di Indonesia adalah tertinggi di ASEAN, sekitar 28 persen (lebih mahal),” ujar Tony di Jakarta dikutip dari Antara, Sabtu (7/9/2024).
Menurutnya, tarif avtur di Indonesia terbilang lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Ia menilai minimnya kompetisi penyedia avtur menjadi di Indonesia menjadi faktor penyebabnya.
Hal tersebut lantas diakui turut berimbas pada biaya operasional maskapai yang berujung pada tingginya harga tiket pesawat penerbangan domestik di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnnya.
Bila dibandingkan dengan Malaysia, terdapat beberapa pemasok avtur dari perusahaan berbeda, sementara Indonesia masih dipasok sepenuhnya oleh Pertamina. Maskapai pun tak punya pilihan lain.
"Di Malaysia, ada dua atau tiga perusahaan. Di sebagian besar negara, ada pilihan (pemasok avtur). Jika hanya ada satu di Indonesia, mereka (Pertamina) dapat mengenakan biaya yang mereka inginkan," kata Tony.
#avtur #bahlil-lahadalia #harga-avtur #harga-avtur-indonesia #harga-avtur-indonesia-mahal