Kala 2 Menteri Jokowi Bantah Tudingan Harga Avtur RI Paling Mahal se-ASEAN
Menhub Budi Karya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kompak membantah pernyataan bos AirAsia yang menyebut harga avtur Indonesia termahal se-ASEAN. Halaman all
(Kompas.com) 13/09/24 15:07 14984102
KOMPAS.com - Fenomena mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia sudah bukan rahasia lagi. Kondisi ini sudah dikeluhkan masyarakat sejak beberapa tahun silam.
Sudah lazim ditemui, di berbagai situs penjualan tiket daring, harga tiket pesawat domestik rute antar-kota di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan rute maskapai yang terbang dari atau ke luar negeri, meski jaraknya lebih jauh.
CEO Capital A Berhad, induk usaha maskapai penerbangan AirAsia, Tony Fernandes, buka-bukaan soal penyebab mahalnya harga tiket pesawat rute domestik di Indonesia.
Tony bilang, harga avtur yang dijual Pertamina jadi salah satu komponen paling dominan yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia. Bahkan, harga avtur yang dipasok BUMN ini, kata dia, adalah yang paling tinggi se-Asia Tenggara.
“Harga bahan bakar di Indonesia adalah tertinggi di ASEAN, sekitar 28 persen (lebih mahal),” ujar Tony di Jakarta dikutip dari Antara, Sabtu (14/9/2024).
Menurutnya tarif avtur di Indonesia terbilang lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Ia menilai minimnya kompetisi penyedia avtur menjadi di Indonesia menjadi faktor penyebabnya.
Hal tersebut lantas diakui turut berimbas pada biaya operasional maskapai yang berujung pada tingginya harga tiket pesawat penerbangan domestik di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnnya.
Bila dibandingkan dengan Malaysia, terdapat beberapa pemasok avtur dari perusahaan berbeda, sementara Indonesia masih dipasok sepenuhnya oleh Pertamina. Maskapai pun tak punya pilihan lain.
"Di Malaysia, ada dua atau tiga perusahaan. Di sebagian besar negara, ada pilihan (pemasok avtur). Jika hanya ada satu di Indonesia, mereka (Pertamina) dapat mengenakan biaya yang mereka inginkan," tutur dia.
Faktor lain yang menurut Tony Fernandes sangat dominan sebagai penyebab mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia antara lain pajak PPN dan pajak impor suku cadang pesawat.
Dibantah 2 menteri Jokowi
Sementara itu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, membantah bahwa harga bahan bakar pesawat yakni Avtur di Indonesia adalah yang termahal di Asia Tenggara atau ASEAN.
Menurut Budi, ucapan CEO AirAsia Group Tony Fernandes tidak sepenuhnya benar. Ia berujar, dalam konteks harga avtur di Indonesia yang disebut mahal, ia meminta semua pihak bicara dengan data yang valid.
"Jadi gini, itu tidak sepenuhnya benar. Kalau kita bicara itu harus pakai data," beber Budi Karya di Sarinah, Jakarta.
Budi yang juga mantan Dirut Angkasa Pura II ini berujar, bila dibandingkan dengan pemasok avtur di beberapa negara tetangga, harga BBM untuk pesawat jet yang dijual Pertamina diakui memang lebih mahal, namun bukan berarti yang paling mahal di kawasan regional ASEAN.
"Bahwa (harga avtur RI) mahal, ya. Kalau paling mahal, enggak," kata Budi Karya.
Senada dengan Menhub, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga membantah bahwa harga bahan bakar pesawat Avtur di Indonesia adalah yang termahal di Asia Tenggara.
Menurut informasi yang ia dapatkan, Pertamina sudah memberikan klarifikasi soal polemik harga avtur di Indonesia yang dinilai terlalu mahal. Ia sendiri juga akan mengonfirmasi langsung hal tersebut.
"Saya akan cek di Pertamina, tapi setahu saya Pertamina sudah berikan penjelasan kan tidak benar kalau dianggap avtur kita termahal di Asia," kata Bahlil setelah Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR, dikutip dari Kontan.
Menteri yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar ini memastikan, dirinya akan segera mengecek ke manajemen Pertamina dalam waktu dekat. Apakah memang keluhan yang disampaikan salah satu petinggi maskapai penerbangan itu memang fakta.
"Saya cek dulu ya," kata Bahlil.
Temuan KPPU
Sementara itu Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) juga mengungkap hal yang sama. Di mana harga avtur yang dijual Pertamina relatif lebih mahal dibanding negara-negara tetangga.
Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyebutkan, kontribusi dari biaya avtur kepada tiket pesawat bisa mencapai 38-45 persen.
“Karena komponen biaya bahan bakar mencapai 38-45 persen dari harga tiket pesawat,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, pada 2 Februari 2024.
Fanshurullah lalu membandingkan harga Avtur yang dijual Pertamina di Indonesia dengan harga avtur di 10 bandara internasional lainnya di negara lain. Perbedaannya pun bisa mencapai hingga 43 persen pada periode Desember 2023.
"Hal ini dinilai berpengaruh langsung kepada harga tiket pesawat terbang, karena berdasarkan kajian diketahui bahwa, harga tiket pesawat per kilometer di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lain, seperti Thailand, Malaysia,” jelas dia.
Fanshurullah juga mengatakan, ada beberapa langkah yang bisa diperbaiki untuk menyelesaikan masalah harga tersebut yakni penyaluran avtur bisa dilakukan dengan sistem multi provider melalui open acces dan prinsip co-mingle menjadi salah satu sistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip persaingan usaha.
“Keberadaaan multi provider ditujukan untuk menciptakan persaingan dalam pengadaan dan pendistribusian, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan harga BBM Penerbangan. Sehingga dengan demikian dapat terjadi penurunan harga tiket pesawat, karena komponen biaya bahan bakar mencapai 38-45 persen dari harga tiket pesawat," katanya.
Sementara dari sisi regulasi, menurut dia, perlu adanya revisi aturan nyang tercantum pada Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) No.13/P/BPH MIGAS/IV/2008, khususnya mengenai ketentuan badan usaha yang dapat melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM Penerbangan.
Dia juga meminta agar Menkomarves mau mendorong implementasi open access pada pasar penyediaan dan/atau pendistribusian BBM Penerbangan sebagaimana diatur dalam UU Migas dan peraturan pelaksanaannya.
“KPPU sendiri akan terus mengawasi pasar tersebut sesuai kewenangan penegakan hukumnya dari potensi pelanggaran persaingan usaha oleh para operator,” pungkasnya.