Indonesia Gaet Investasi Peternakan Rp 4,5 Triliun dari Brasil
Indonesia diharapkan bisa memenuhi kebutuhan protein daging sapi dan susu dari dalam negeri, bukan melalui impor. - Halaman all
(InvestorID) 14/09/24 08:40 14999694
JAKARTA, investor.id–Indonesia menggaet investasi peternakan senilai Rp 4,5 triliun dari Brasil melalui kerja sama yang akan dilakukan oleh PT Asiabeef Biofarma Indonesia (Asiabeef) dengan Agropecuaria 31 (31 Group). Kedua perusahaan itu akan melakukan investasi pengembangan 100 ribu ekor ternak sapi perah tropis asal Brasil di Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri.
Pada Kamis (12/09/2024), Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan bilateral dengan Mentan Brasil Carlos Favaro di Chapada dos Guimaraes, Brasil. Di pertemuan itu, tim dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI menginisiasi mutual of understanding (MoU) antara PT Asiabeef Biofarma Indonesia (Asiabeef) dengan Agropecuaria 31 (31 Group).
MoU itu berisi komitmen kerja sama investasi pengembangan 100 ribu ekor ternak sapi perah tropis asal Brasil total senilai Rp 4,5 trliun yang akan dilaksanakan di Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri. “Kehadiran investor asal Brasil ini bisa turut mendukung upaya kita untuk swasembada daging dan susu,” terang Amran dalam keterangannya.
Melalui keberhasilannya menggaet investasi peternakan Rp 4,5 triliun di pertemuan bilateral Pemerintah RI-Brasil itu, Amran berharap Indonesia bisa memenuhi kebutuhan protein daging sapi dan susu dari dalam negeri, bukan melalui impor. Demi dapat memenuhi harapan itu, Indonesia harus bisa masif mengembangkan peternakan. “Semua investasi ini akan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai bidang peternakan,” ujar Amran.
Sedangkan Mentan Brasil Carlos Favaro menyebutkan, pihaknya akan secepatnya datang ke RI. Carlos berjanji membawa serta beberapa pengusaha besar di sektor peternakan. Dengan rencana datangnya para pengusaha itu ke RI, diharapkan Indonesia-Brasil bisa membuat kesepakatan lanjutan tentang pembangunan sektor peternakan di Tanah Air.
Stok CPP Diperkuat
Peningkatan produksi susu nasional diperlukan karena Indonesia akan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (PMGB), termasuk Program Minum Susu Gratis (PMSG), mulai tahun depan oleh pemerintahan baru. Selain susu diperlukan juga pangan lainnya. Karena itu, guna mendukung PMBG, Bapanas siap menyokong dengan terus memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP).
Keberadaan CPP terbukti memiliki andil signifikan terhadap keberhasilan berbagai program pemerintah yang bertalian dengan intervensi urusan pangan. “Melalui CPP yang memadai, nantinya bisa turut menyokong pasokan pangan pokok yang dibutuhkan selama pelaksanaan PMBG yang dimulai tahun depan,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan yang dikutip Jumat (13/09/2024).
Penguatan stok CPP selama ini dilaksanakan Perum Bulog dan ID Food dengan terus mendahulukan penyerapan produksi dalam negeri. Tapi, kala produksi domestik defisit antara produksi dan kebutuhan konsumsi bulanan, demi menjaga harga lokal tidak melonjak, terpaksa dilakukan pengadaan dari luar negeri. Itu pun pemerintah selalu melaksanakannya terukur tanpa memengaruhi harga di tingkat produsen.
Berkaca dari itu, penguatan stok CPP yang diampu BUMN pangan terus diupayakan Bapanas. Intensi ini termasuk untuk mendukung pemenuhan salah satu program unggulan presiden-wakil presiden terpilih yakni PMBG. “Kami di Bapanas tentu mendukung PMBG. Ini membuat keterhubungan hulu-hilir kian terkoneksi baik. Jadi, ini program pemerintah yang bisa membuktikan hasil produksi petani dan peternak di hulu tersambung sampai di hilir sehingga hasil panen pasti diserap,” ujar dia.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #investasi-peternakan #asiabeef #31-group-brasil #program-makan-bergizi-gratis #mentan-amran-sulaiman #impor-susu #cadangan-pangan #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/373456/indonesia-gaet-investasi-peternakan-rp-45-triliun-dari-brasil