Daya Saing Masih Jadi Tantangan BPR/BPRS pada 2025

Daya Saing Masih Jadi Tantangan BPR/BPRS pada 2025

Persoalan daya saing akan jadi tantangan BPR/BPRS untuk tetap eksis pada tahun 2025. - Halaman all

(InvestorID) 14/09/24 19:24 15031991

JAKARTA, investor.id – Aspek daya saing disebut masih akan menjadi tantangan bagi sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maupun Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) supaya tetap eksis pada tahun 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae mengungkapkan, dinamika ekonomi global dan domestik membawa tantangan bagi industri perbankan, tidak terkecuali industri BPR/BPRS. Adopsi teknologi informasi yang semakin masif berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank, termasuk BPR/BPRS.

“Selain itu, BPR/BPRS juga menghadapi persaingan yang semakin ketat khususnya pada penyaluran kredit atau pembiayaan kepada segmen UMKM,” ungkap Dian dalam keterangannya kepada wartawan, pada Sabtu (14/9/2024).

Sebagai gambaran ketika kredit bank umum tumbuh tinggi atau sampai double digit, kredit BPR/BPRS pada semester I-2024 cuma naik 6,96% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara aset dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing tumbuh 6,19% dan 7,01%.

Menurut Dian, pertumbuhan kredit, aset, dan DPK dari BPR/BPRS ini masih relatif terjaga seiring dengan perluasan kegiatan usaha sebagaimana amanat UU P2SK. Ditopang pemenuhan modal inti minimum Rp 6 miliar sehingga rasio CAR BPR/BPRS posisi Semester I-2024 tercatat 28,11% sehingga memiliki ketahanan permodalan yang memadai.

Selain itu, akselerasi konsolidasi industri BPR/BPRS sebagaimana single presence policy pada POJK 7/2024. Namun, dia juga mengakui industri BPR/BPRS masih akan selalu dihadapkan pada sejumlah tantangan ke depan.

“Industri BPR dan BPRS akan selalu dihadapkan pada tantangan, baik global dan domestik maupun tantangan struktural yang bersumber dari internal BPR dan BPRS. Tantangan persaingan juga perlu diperhatikan terutama bagi BPR/BPRS yang memiliki daya saing yang rendah,” imbuh Dian.

Langkah Pengembangan

Untuk menghadapi perubahan dan tantangan tersebut, BPR/S diharapkan memiliki ketahanan dan daya saing yang kuat, sehingga dapat mempertahankan kinerja dan eksistensinya. Pada tanggal 21 Mei 2024, OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR/BPRS.

Roadmap itu memuat empat pilar utama yaitu, penguatan struktur dan daya saing; akselerasi digitalisasi BPR/BPRS; penguatan Peran BPR/BPRS di wilayahnya; dan penguatan pengaturan, perizinan dan pengawasan. Masing-masing pilar itu kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam serangkaian inisiatif.

Dian pun menjelaskan lebih lanjut beberapa pilar yang dimaksud. Untuk pilar pertama penguatan struktur dan daya saing, akan terjadi penguatan fundamental dalam rangka meningkatkan daya saing BPR dan BPRS yang akan dilakukan melalui penguatan permodalan, akselerasi konsolidasi, penerapan tata kelola dan manajemen risiko, produk dan layanan yang inovatif, serta penguatan integritas.

Pilar kedua adalah akselerasi Digitalisasi BPR/S sebagai salah satu upaya peningkatan efisiensi, integritas, serta daya saing melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis dan operasional BPR dan BPRS.

Kemudian pilar ketiga adalah Penguatan peran BPR dan BPRS terhadap wilayahnya sebagai wujud kontribusi dan peran BPR dan BPRS dalam penyediaan akses keuangan kepada sektor UMK dan masyarakat di wilayah sekitarnya sebagai fokus market BPR dan BPRS.

Dian menuturkan, sejumlah pilar itu merupakan akan mendukung pengembangan dan penguatan bagi industri BPR/BPRS yang apabila dilaksanakan sesuai dengan serangkaian inisiatif. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan peningkatan ketahanan dan daya saing bagi industri BPR/BPRS untuk menghadapi tantangan bisnis.

“Melalui penerapan seluruh inisiatif dalam RP2B 2024-2027, diharapkan dapat mewujudkan industri BPR dan BPRS yang berintegritas dan terpercaya, tangguh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata terutama pada daerah atau wilayahnya. Untuk itu diperlukan komitmen, sinergi, dan kolaborasi antara BPR dan BPRS dengan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Dian.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bpr #tantangan-bpr #kredit-bpr #daya-saing-bpr #bprs #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/banking/373516/daya-saing-masih-jadi-tantangan-bprbprs-pada-2025