Kementerian KKP Sebut Susu Ikan Sudah Pernah Diujicoba ke Jajajan Anak Sekolah Halaman all
Susu ikan yang diujicoba itu berupa produk minuman protein yang bentuknya seperti susu bubuk sebagai hasil dari olahan produk turunan hidrolisat. Halaman all
(Kompas.com) 16/09/24 18:38 15100900
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Budi Sulistiyo mengatakan, produk susu ikan yang sudah pernah diujicoba ke anak-anak sekolah.
Adapun susu ikan yang diujicoba itu berupa produk minuman protein yang bentuknya seperti susu bubuk sebagai hasil dari olahan produk turunan hidrolisat protein ikan (HPI).
"Kami sudah melakukan sosialisasi ke anak-anak sekolah untuk uji coba. (Anak-anak sekolah) mencicipi," ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2024).
Uji coba tersebut menurut Budi merupakan bagian dari sosialisasi susu ikan yang dikembangkan oleh Kementerian KKP.
Selain itu, juga memberikan gambaran alternatif sumber protein dari produk ikan yang bisa dikonsumsi masyarakat.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, susu ikan pun bisa dicampurkan dalam pembuatan sejumlah jajanan.
Misalnya saja dicampurkan ke jajanan cilok yang digemari anak-anak sekolah. Tujuannya memberikan tambahan unsur protein sehingga menambah gizi bagi jajanan itu.
"Kami fortifikasi dan kami mencobakan ke anak-anak sekolah. Kami minta tanggapan (mereka), apakah mereka merasa ada protein, apakah ada ikan di dalamnya (cilok). Mereka merasakan enggak ada (rasa ikan). Padahal di situ sudah ada protein ikan-nya," ungkap Budi.
Cilok yang sudah dicampur dengan susu ikan itu sudah pernah diberikan untuk anak-anak saat peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu.
"Kemudian nanti juga bisa diujicoba dalam cookies. Di cookies kami tambahkan (susu ikan) sehingga nanti kami targetkan itu menjadi cookies yang disampaikan pada posyandu. Sehingga ibu-ibu hamil yang sedang melakukan pemeriksaan di sana mendapatkan kesempatan mengonsumsi tambahan protein juga," tambah Budi.
Sebelumnya, Budi mengungkapkan, susu ikan merupakan salah satu produk hilirisasi perikanan berbentuk minuman protein yang diolah dan disajikan menyerupai susu.
Menurutnya, nama susu ikan adalah branding dari inovasi produk turunan hidrolisat protein ikan agar mudah dikenal dan dikonsumsi masyarakat.
"Jadi bukan dalam arti susu yang sebenarnya, melainkan susu analog hasil dari HPI," ujar Budi dilansir siaran pers di laman resmi Kementerian KKP, Senin.
Budi menjelaskan HPI adalah ekstrak protein ikan hasil penelitian tim bioteknologi Litbang KKP pada 2017. Penelitian tersebut memanfaatkan ikan rendah ekonomi seperti petek, selar, tamban, dan belok.
Saat itu Kementerian KKP menggandeng pelaku usaha sehingga penelitiannya langsung dapat diakselerasi menjadi skala industri.
HPI juga dibuat untuk menjawab tantangan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang masih kurang dalam konsumsi ikan.
"Keberadaan HPI sekaligus menjadi upaya peningkatkan asupan protein harian masyarakat yang saat ini baru berada di angka 62,3 gram/kapita/hari," ungkap Budi.
Jumlah tersebut masih di bawah rata-rata konsumsi ikan warga di negara-negara Asia Tenggara. Bahkan jauh dibandingkan negara maju yang konsumsi ikannya sudah melampaui 100 gram/kapita/hari.
Budi memastikan saat ini pabrik HPI sudah ada di Indramayu dengan kapasitas 30 ton/bulan susu ikan. Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2021. Tahun ini Kementerian KKP dalam proses membangun percontohan pabrik pengolahan HPI di Pekalongan.
Sebelumnya susu ikan menjadi perbincangan luas setelah disebut akan digunakan untuk mengganti susu sapi impor pada program makan bergizi gratis Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Sejumlah pihak menyatakan mendukung ide ini. Salah satunya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki.
Teten menyatakan susu ikan memiliki potensi besar untuk mengatasi ketergantungan pada susu sapi impor.
Menurut Teten, kandungan protein susu ikan setara dengan susu sapi dan bisa menjadi solusi yang lebih ekonomis.
"Susu ikan bisa membantu kita mengurangi ketergantungan pada impor susu sapi. Ini akan mendukung sektor perikanan nasional dan menyediakan sumber protein lokal yang lebih terjangkau," kata Teten kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Di sisi lain, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan tidak ada rencana resmi untuk memasukkan susu ikan ke dalam program makan bergizi gratis.
Menurut Hasan, pemerintah tetap fokus pada penyediaan gizi yang seimbang dan terjangkau.
Namun, penggunaan susu ikan belum menjadi prioritas.
"Kami selalu berupaya menyediakan makanan bergizi untuk masyarakat. Saat ini susu ikan belum menjadi opsi dalam perencanaan kami," kata Hasan di Jakarta, Rabu (11/9/2024).