WJIS Bentuk Konkret Bank Indonesia Dukung Keberlanjutan Investasi di Jabar
Investasi langsung yang masuk melalui WJIS dinilai turut menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi global yang tidak menentu.
(Bisnis.Com) 17/09/24 20:17 15141538
Bisnis.com, BANDUNG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat akan kembali menggelar West Java Investment Summit (WJIS) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Deputi Kepala BI Jawa Barat Muslimin Anwar menjelaskan investasi langsung yang masuk melalui WJIS dinilai turut menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi global yang tidak menentu.
Selain itu, juga dapat mengakselerasi transfer teknologi dan inovasi, penguatan ekspor, pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, serta penguatan kolaborasi regional dan internasional.
“Terjaganya kinerja investasi Jawa Barat akan memberi dampak positif bagi arus modal masuk yang nantinya akan berdampak pada stabilitas nilai tukar dan harga-harga,” ungkap dia, Selasa (17/9/2024).
Pasalnya, ia mengakui persepsi positif yang terbentuk dari kinerja perekonomian Indonesia pada akhirnya dapat menjaga inflasi terkendali dan stabilitas moneter hingga sistem pembayaran.
Muslimin menambahkan, dalam upaya mempersiapkan proyek-proyek yang akan ditawarkan pada WJIS 2024, BI Jawa Barat bersama pemerintah daerah telah melakukan serangkaian programroad toWJIS 2024.
Rangkaian tersebut meliput kurasi proyek-proyek terbaik Jawa Barat melaluiWest Java Investment Challenge, memasilitasi penyusunanfeasibility studyyang bekerjasama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terpilih untuk meningkatkan keyakinan investor serta melakukanWest Java Investment Roadshowyang bertujuan untuk mendiseminasikan proyek yang telah dikurasi padainvestment challengekepada investor potensial untuk IPRO (Investment Project Ready to Offer) di Jawa Barat.
“Terakhir,West Java Investment Summityang didalamnya terdapatone-on-one meetinguntuk menyepakati investasi. Berbagai upaya sinergi kolaboratif tersebut akan terus ditingkatkan untuk tetap menjadikan Jawa Barat sebagai primadona investasi di Indonesia,” jelasnya.
Ia memastikan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memasilitasi dan mendukung arus investasi masuk sekaligus menguatkan bahwa Indonesia terutama Jawa Barat tetap menjadi destinasi utama bagi para investor seiring dengan kontribusi-kontribusi pada pengembangan ekonomi yang lebih luas di Indonesia.
“Berdedikasi untuk mendukung upaya ini melalui partisipasi aktif dalam acara promosi investasi, membangun kemitraan, dan meningkatkan integrasi kegiatan hubungan investor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yuliastiani mengatakan pihaknya bersama Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan iklim investasi di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang dirancang untuk menarik lebih banyak investasi asing dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Salah satunya melalui sinergiflagshipprogram tahunanWest Java Investment Summit(WJIS),” ungkapnya.
WJIS 2024 yang mengusung tema “Unleashing West Java Investment Potencies” akan dilaksanakan pada Kamis (19/7) di Trans Convention Center, Trans Hotel Bandung.
“Sejalan dengan tema yang diusung, WJIS 2024 berfokus pada potensi proyek strategis Jawa Barat, menyajikan 170 proyek potensial, dan lebih dari 40 proyekready to offersenilai total 117 triliun rupiah yang dapat dilirik oleh investor,” ungkap Nining.
Selain itu, WJIS juga dilengkapi oleh duatalkshowyang bertopikEnhancing workforce alignment with investment needs,dansupply chain in West Javadengan para pakar di bidangnya.
Konten ini merupakan bagian pemberitaan dari program Jelajah Investasi Jabar perjalanan jurnalistik Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat yang didukung oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Jabar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Bank BJB dan XL Axiata, Eiger.
#jelajah-investasi-jabar #dpmptsp-jabar #investasi-jabar #target-investasi #realisasi-investasi #wjis #west-java-investment-summit