Soal Kasus

Soal Kasus "Bullying" di SMA Swasta Internasional Jaksel, Kriminolog: Generasi Kita Sedang Diserang Tsunami Moral

Terkait kasus bullying di SMA swasta internasional Jaksel, kriminolog anak sebut anak-anak pada saat ini tengah diserang tsunami moral. Halaman all

(Kompas.com) 17/09/24 22:03 15157377

JAKARTA, KOMPAS.com - Kriminolog Anak Haniva Hasna mengungkapkan, generasi anak-anak di Indonesia pada saat ini telah mengalami penurunan nilai-nilai moral.

Hal itu ia ungkapkan sehubungan dengan terjadinya kasus bullying atau perundungan di SMA swasta Internasional wilayah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Ini sepertinya memang generasi kita itu sedang diserang tsunami moral, anak-anak tidak bermoral sama sekali," ungkap Haniva dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Selasa (17/9/2024).

Haniva berujar, penyebab anak-anak menjadi tidak bermoral disebabkan otak bagian depan atau prefrontal korteks yang belum jadi, tetapi sudah terpapar berbagai hal yang merusak.

Diketahui, prefrontal korteks berperan dalam berbagai fungsi kognitif tingkat tinggi yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.

"Otak bagian depan ini disebut prefrontal korteks, di situ tempatnya moral dan nilai yang membedakan antara manusia dengan binatang," jelas Haniva.

"Ketika (prefrontal korteks) ini belum sempurna, tetapi sudah dirusak oleh pornografi dan hal-hal lain, tentu ketika anak-anak itu tidak memiliki kontrol diri lagi untuk melakukan hal-hal yang di luar kemampuan dia, sehingga mereka mudah sekali melakukan kekerasan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SMA swasta internasional di wilayah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial RE (17) diduga menjadi korban perundungan oleh kawan-kawannya. RE mengaku dianiaya dan mengalami pelecehan seksual.

RE menjelaskan, kejadian itu terjadi pada 30 Januari dan 31 Januari 2024. RE mengaku, dirinya dianiaya dua hari berturut-turut.

"Saya dianiaya selama dua hari secara berturut-turut. Bahkan para geng ini sudah merencanakan lima hari (sebelumnya) hingga hari terakhir saya akan dihabisi oleh ketua geng di sana. Namun, di hari kedua saya sudah benar-benar tidak merasakan tubuh saya karena saya sudah babak belur di sana," kata RE saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (9/9/2024).

Bahkan, RE disebut sempat dirawat di rumah sakit pascaperundungan menimpa dirinya.

Pada 31 Januari 2024, RE bersama tim kuasa hukum melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Klaim pihak sekolah

Pihak sekolah mengeklaim, peristiwa itu sebenarnya perkelahian antarsiswa, bukan perundungan atau pelecehan seksual sebagaimana yang dilaporkan pihak RE ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Klaim itu didasarkan investigasi yang dilakukan pihak sekolah sendiri kepada anak-anak yang terlibat.

Dalam keterangan pers resmi, pihak sekolah menyayangkan laporan yang dilayangkan pihak RE. Laporan itu dinilai bertentangan dengan hasil investigasi yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah.

"Kami juga ingin kembali menekankan bahwa tuduhan dari salah satu keluarga, yang disampaikan dalam sejumlah kesempatan, bertentangan dengan hasil investigasi sekolah. Berdasarkan temuan kami, insiden tersebut adalah perselisihan antarsiswa. Temuan tersebut tidak menunjukkan adanya perundungan atau pelecehan seksual," tulis pihak sekolah.

Meski demikian, pihak sekolah menghormati proses hukum yang berjalan, tetapi tidak segan mengambil tindakan hukum terkait dugaan pencemaran nama baik sekolah atas laporan RE tersebut.

#bullying #perundungan-di-sekolah #bullying-di-sekolah-swasta

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/17/22031371/soal-kasus-bullying-di-sma-swasta-internasional-jaksel-kriminolog