Andi Gani Yakin Presiden Jokowi Tak Akan Keluarkan Keppres soal Kadin

Andi Gani Yakin Presiden Jokowi Tak Akan Keluarkan Keppres soal Kadin

Andi Gani pastikan Jokowi tak akan keluarkan Keppres terkait konflik internal di Kadin. Halaman all

(Kompas.com) 18/09/24 05:35 15164635

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani meyakini Presiden Joko Widodo tidak akan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pergantian Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari Arsjad Rasjid kepada Anindya Bakrie.

Hal tersebut disampaikan Andi Gani setelah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Selasa (17/9/2024) malam. Menurutnya, Presiden menyatakan tidak akan terlibat dalam masalah internal Kadin.

"Saya meyakini hal itu. Karena presiden dengan tegas (menyatakan) \'Mas Andi jangan lemparkan bola panas ke saya, yang ribut Kadin kok malah dilempar ke saya\'. Itu tegas penjelasan presiden sama seperti yang beliau jelaskan tadi pagi," kata Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa.

Andi menambahkan, Presiden Jokowi tidak ingin ikut campur dalam konflik internal terkait perebutan kursi ketua umum di organisasi pengusaha tersebut.

Oleh karena itu, Andi meminta agar tidak ada pihak yang memaksa Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Keppres terkait pergantian ketua umum, merespons hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin akhir pekan lalu.

Ia pun mengaku tidak terima jika Jokowi dianggap cawe-cawe dalam pergantian Ketum Kadin, sebagai bagian dari praktik timbal balik jabatan.

"Jadi beliau menegaskan itu. Jangan ada lagi yang mendorong presiden mengeluarkan keppres, karena presiden sudah menegaskan dikembalikan kepada internal Kadin," ucapnya.

Lebih lanjut, Andi menyebutkan, konflik di internal Kadin Indonesia berdampak pada pembahasan upah minimum yang akan dilakukan oleh serikat buruh bersama Dewan Pengupahan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), yang merupakan bagian dari Kadin.

Andi mengaku bingung harus berunding dengan siapa untuk membahas masalah upah ini lantaran adanya konflik di internal Kadin tersebut.

"Ini sangat berkaitan penting dengan perundingan upah ke depan, November sudah sebentar lagi, penentuan upah minimum 2025, dengan siapa kami harus berunding, dengan siapa kami harus menerima berdiskusi dengan mitra pengusaha. Konfederasi buruh bertanya," jelas dia.

Sejauh ini, Andi mengakui Arsjad Rasjid masih sah sebagai Ketua Umum Kadin, karena Keppres yang mengangkatnya belum dicabut. Ia juga menegaskan bahwa Arsjad tidak melanggar AD/ART organisasi.

"Belum dicabut Keppres-nya, Saya bertemu langsung presiden, tentu saya berpegang kepada perkataan presiden. Bahwa presiden tidak akan ikut campur, pemerintah tidak akan cawe-cawe. Kalau Menkumham mengambil Keputusan lain kan beliau tidak mengeluarkan Keppres," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kadin tengah mengalami konflik internal karena perebutan kursi ketua umum lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Musyawarah tersebut mengganti posisi ketua umum dari Arsjad Rasjid ke Anindya Bakrie. Pimpinan Munaslub Kadin, Nurdin Halid mengungkapkan, Arsjad Rasjid dilengserkan dari jabatan Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia karena melanggar anggaran dasar Kadin

Ia diketahui pernah menjadi Ketua Umum Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Organisasi Kadin adalah organisasi independen, bukan organisasi pemerintah, dan bukan organisasi politik,” kata Nurdin, dilansir dari Kompas.com, Sabtu.

Di sisi lain Arsjad membantah telah melanggar aturan.

Sebelum menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD, ia sudah mengambil cuti dan berkoordinasi dengan para wakil ketua umum serta ketua umum daerah Kadin Indonesia.

"Saya memutuskan menjadi salah satu ketua dalam tim pemenangan yang lalu. Itu pun saya ajak bicara teman-teman," kata dia dalam konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Minggu (15/9/2024).

Lebih lanjut Arsjad bilang, tanpa mengambil cuti, keputusan untuk menjadi ketua tim pemenangan sebenarnya disebut tidak melanggar Aturan Dasar atau Aturan Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia.

Namun, ia tetap memutuskan mengambil cuti demi memperlihatkan manajemen yang baik.

"Pada waktu itu, waktu saya mau cuti teman-teman sudah mengatakan kepada saya tidak perlu itu. Karena betul sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tidak perlu saya melakukan cuti atau berhalangan hadir," tuturnya.

"Namun saya putuskan, saya bilang sama teman-teman, teman-teman kita harus memperlihatkan good governance," sambungnya.

#kadin #anindya-bakrie #jokowi #kspsi #arsjad-rasjid #cawe-cawe

https://nasional.kompas.com/read/2024/09/18/05350131/andi-gani-yakin-presiden-jokowi-tak-akan-keluarkan-keppres-soal-kadin