BUMN Sang Hyang Seri Bakal Bangun Pusat Perbenihan Nasional Terbesar di Indonesia
dengan luas lahan yang dimanfaatkan sebesar 3.162 hektar akan dibagi sebesar 2.700 hektar untuk dikelola oleh petani dengan sistem kerja sama. Halaman all
(Kompas.com) 18/09/24 19:41 15193013
SUBANG, KOMPAS.com - PT Sang Hyang Seri salah satu perusahaan BUMN di bidang pertanian berencana akan membangun pusat perbenihan nasional terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho menjelaskan, dengan luas lahan yang dimanfaatkan sebesar 3.162 hektar akan dibagi sebesar 2.700 hektar untuk dikelola oleh petani dengan sistem kerja sama dan 450 hektar lainnya akan dikelola dengan mitra strategis Sang Hyang Seri.
“Saat ini lahan yang di Sukamandi masih sebagian untuk konsumsi dan perbenihan, namun nanti ke depan dengan upaya kita ini akan kita fokuskan menjadi pusat perbenihan nasional terbesar di Indonesia,” ujarnya saat kunjungan bersama Badan Pangan Nasional di Subang, Rabu (18/9/2024).
Jenis benih yang nantinya akan ditanam dan dikembangkan adalah varietas Cihirang dan Mekongga. Namun tidak menutup kemungkinan jenis varietas padi yang akan dikembangkan bisa semakin banyak seperti Cakrabuana, Pandanwangi, Invari 32, Invari 48, hingga Invari 50.
Hasil dari pertamanan benih itupun nantinya akan dijual di e-katalog milik Kementerian Pertanian (Kementan). “Jadi Kementan itu ada program bantuan benih, nah kita akan men-supply ke sana. Selain itu itu kita juga ada free market dan ke depan kita akan produksi benih untuk para produsen benih,” jelasnya.
Adhi optimitis upaya ini bisa mewujudkan Indonesia swasembada pangan. “Insha Allah tahun depan ini bisa segera terwujud dan Insha Allah kita akan menuju ke pusat perbenihan nasional sehingga kita bisa swasembada pangan,” katanya.
Hal ini juga diamini oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Dia bilang, dengan kerjasama seperti ini bisa menciptakan kebangkitan pangan nasional.
Sementara Impor dilakukan dengan hati-hati dan hanya untuk berjaga-jaga bilamana stok beras nasional berkurang.
“Upaya ini juga menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan produksi dalam negeri. Cadangan pangan pemerintah yang ideal untuk ketahanan pangan nasional yang paling benar adalah berdasarkan kemandirian pangan. Importasi itu dilakukan pada saat memang sangat diperlukan dan itu jalan terakhir. Kita harapkan ini bisa semua kita kerjakan,” katanya.