BI Rate Turun, Saham BTN (BBTN) Lompat, Target Harga Masih Jauh
Saham BTN (BBTN) kian melaju setelah Bank Indonesia menurunkan BI Rate. Meski demikian, target harga saham BBTN masih jauh. - Halaman all
(InvestorID) 18/09/24 22:13 15212741
JAKARTA, investor.id – Pergerakan harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN kian melaju, setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6% pada Rabu (18/9/2024).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBTN naik Rp 40 (2,7%) ke level Rp 1.485, dengan transaksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 5,54 miliar. Adapun kisaran pergerakan saham BBTN di level Rp 1.445-1.495.
Dengan demikian, harga saham BBTN sepanjang September 2024 telah menguat 5,3% dari Rp 1.410 pada akhir Agustus menjadi Rp 1.485. Nilai net buy asing pada BBTN mencapai Rp 50,1 miliar.
Head of Research & Strategy JP Morgan Indonesia, Henry Wibowo sebelumnya menyebutkan bahwa BI berpotensi memangkas BI Rate sebanyak 50 bps pada September-Desember tahun ini. Penurunan BI Rate akan berdampak positif terhadap saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti saham bank, khususnya bank yang fokus menawarkan kredit properti dan otomotif.
“Saham-saham bank juga akan mendapat manfaat terbesar dari peningkatan likuiditas dan arus modal setelah terjadi pemangkasan suku bunga. Pemodal akan mulai berinvestasi pada saham bank, karena 60% dari komposisi IHSG diisi saham di sektor tersebut,” jelas Henry dalam ulasannya.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat menopang performa keuangan dan saham BTN (BBTN). Salah satunya akuisisi bank syariah dengan tujuan pembentukan bank syariah.
Selain itu, BTN tengah bernegosiasi dengan mitra strategis untuk penguatan unit bisnis syariah perseroan. Sejumlah diskusi telah dilakukan, termasuk dengan PP Muhammadiyah, yang bisa menjadi salah satu pemegang saham di bank syariah yang akan dibentuk nantinya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Katalis positif lainnya, menurut Victor, berupa penjualan aset-aset bermasalah yang diperkirakan terlaksana pada Oktober atau awal November 2024. Penjualan aset bermasalah bisa menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) BTN sebesar 50 bps.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah seperti penambahan jumlah rumah bersubsidi sebanyak 34 ribu unit menjadi 200 ribu unit hingga akhir tahun ini juga dapat berdampak positif terhadap performa keuangan emiten berkode saham BBTN tersebut. Begitu juga dengan rencana pemerintahan baru untuk mendongkrak sektor properti dengan pembangunan sebanyak 3 juta unit rumah per tahun serta perubahan skema subsidi pembelian properti.
Secara kinerja, BBTN mencatatkan lompatan kredit properti ke level tertinggi sebesar 11,2% pada Juli 2024. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Menurut Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia (BI), kredit di sektor properti mencapai Rp 915,93 triliun, tumbuh 11,2% yoy atau 7,6% ytd.
Dengan berbagai faktor yang ada, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut mempertimbangkan revisi skema penyaluran KPR bersubsidi, spin off unit usaha syariah, dan penjualan aset bermasalah.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bbtn #btn #saham-bbtn #bi-rate #suku-bunga-acuan #jp-morgan #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373867/bi-rate-turun-saham-btn-bbtn-lompat-target-harga-masih-jauh