TOWR Mau Rights Issue Rp 9 T, Potensi Cuan Sahamnya juga Gede
Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana rights issue Rp 9 triliun. Lantas, bagaimana prospek saham TOWR? - Halaman all
(InvestorID) 18/09/24 13:55 15218500
JAKARTA, investor.id – Langkah emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengakuisisi 90,1% saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) memberikan potensi pertumbuhan yang signifikan. Portofolio IBST terdiri atas 3.300 menara telekomunikasi dan 7.000 km serat optik, dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebagai penyewa utama.
“Itu memungkinkan Sarana Menara Nusantara (TOWR) mengamankan recurring EBITDA baru sekitar Rp 700 miliar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Christian Sitorus dalam risetnya.
Namun, merger antara Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) yang segera terjadi bakal menyebabkan tumpang tindih site sekitar 25-30%, yang berpotensi menghambat pertumbuhan karena relokasi site dari Jawa.
“Meski demikian, kami yakin dampaknya bersifat jangka pendek, karena TOWR kini menyediakan opsi kolokasi yang lebih luas di luar Jawa. Relokasi juga akan membuka peluang pertumbuhan di wilayah tersebut untuk perusahaan hasil merger EXCL-FREN,” jelas Niko.
Tahun ini, TOWR mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6 triliun. Dana capex ditujukan untuk mendorong penyebaran FTTH (fiber to thehome) dan mendukung relokasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dengan menara B2S (built to suit) baru.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan non-menara TOWR bakal tumbuh signifikan dengan CAGR sebesar 12% pada 2023-2026. Hal itu akan mengimbangi pertumbuhan pendapatan dari menara yang diprediksi datar, sehingga total pendapatan berpotensi tumbuh dengan CAGR sebesar 4-6% pada 2023-2026.
“Karena itu, kontribusi pendapatan non-menara diharapkan meningkat menjadi 35% pada 2026. Hingga kuartal I-2024, kontribusinya sebesar 30%,” sebut Niko.
Sementara itu, TOWR berencana melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp 9 triliun. Sebelumnya, TOWR dikabarkan akan rights issue dengan potensi dana sekitar Rp 8 triliun.
“Menurut pandangan kami, untuk memungkinkan Djarum mempertahankan kepemilikan mayoritas saham TOWR pada harga saat ini dan mengurangi rasio utang bersih/EBITDA menjadi di bawah 4 kali guna mempertahankan peringkat layak investasi,” jelas Niko.
Aksi korporasi bernilai jumbo itu juga bisa memposisikan TOWR untuk menargetkan aset kabel Indosat (ISAT), yang berpotensi menjadi strategi tepat bagi iForte, anak usaha TOWR.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Manajemen Sarana Menara Nusantara (TOWR) baru saja mengumumkan rencana rights issue senilai Rp 9 triliun. Aksi tersebut akan dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan dalam RUPSLB pada 25 Oktober 2024.
Sesuai rencana, dana hasil rights issue bakal dipakai untuk membayar pinjaman serta keperluan modal kerja perseroan dan/atau PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha yang 99% sahamnya dimiliki oleh TOWR.
Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli untuk saham Sarana Menara Nusantara atau TOWR. Target harga saham TOWR berbasis discounted cash flow (DCF) tetap dipatok sebesar Rp 1.300, yang menunjukkan EV/EBITDA mencapai 10,4 kali.
Hingga berita ini ditayangkan, saham TOWR bertengger di level Rp 840. Dengan begitu, potensi cuan saham TOWR terbilang besar mencapai 55%.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #towr #saham-towr #sarana-menara-nusantara #rights-issue #grup-djarum #ibst #fren #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373802/towr-mau-rights-issue-rp-9-t-potensi-cuan-sahamnya-juga-gede