Suku Bunga BI Akhirnya Turun, Bankir Pede Kredit Bakal Semakin

Suku Bunga BI Akhirnya Turun, Bankir Pede Kredit Bakal Semakin "Ngegas"

Langkah BI untuk memangkas suku bunga acuannya menjadi 6 persen sebenarnya sesuai dengan ekspektasi pasar. Halaman all

(Kompas.com) 19/09/24 17:13 15237992

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 memangkas suku bunga acuan, BI-Rate, pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September 2024. Keputusan ini disambut baik oleh bankir Tanah Air.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, langkah BI untuk memangkas suku bunga acuannya menjadi 6 persen sebenarnya sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurut dia, kebijakan ini menjadi awal yang positif untuk fungsi intermediasi perbankan ke depan.

Dengan terpangkasnya suku bunga BI-Rate, perbankan bisa mendapatkan likuiditas yang lebih besar, dengan biaya penghimpunan dana lebih rendah. Tingginya biaya dana memang menjadi hal yang kerap dikeluhkan oleh para bankir di era suku bunga tinggi BI.

"Ini awal yang baik agar ada kelonggaran di likuiditas yang saat ini sangat mahal," kata Nixon, kepada Kompas.com, Kamis (19/9/2024).

Nixon pun mengaku optimis, penyaluran kredit perbankan akan tumbuh lebih pesat, seiring dengan biaya penghimpunan dana atau cost of fund (CoF) yang lebih rendah. Adapun sampai dengan semester I-2024, BTN sebenarnya telah menyalurkan kredit sebesar Rp 352,06 triliun, tumbuh 14,4 persen secara tahunan.

"(Pemangkasan suku bunga BI) bisa membantu pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan oleh Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Teuku Ali Usman. Ia meyakini, dengan tingkat suku bunga BI-Rate yang lebih rendah, CoF perseroan dapat menurun.

Dengan demikian, bank dengan aset terbesar itu dapat menciptakan efisiensi dalam penyaluran kredit. Hal ini pun pada akhirnya akan mendongkrak penyaluran kredit perseroan hingga akhir tahun 2024.

"Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan biaya dana (cost of fund) di sektor perbankan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional serta pertumbuhan kredit," tutur Teuku.

Sebagai informasi, sampai dengan akhir Juni 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit konsolidasi sebesar Rp 1.532 triliun. Nilai ini melesat 20,5 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto bilang, penyaluran kredit berpotensi kembali meningkat setelah BI memangkas suku bunga acuannya. Tingkat bunga kredit bank yang lebih rendah akan menjadi katalis tersendiri bagi para pelaku usaha.

"Dengan suku bunga yang lebih rendah, kita harapkan akan terdongkrak lebih terakselerasi lagi," katanya.

Bukan hanya bagi pelaku usaha, suku bunga kredit yang lebih rendah juga menjadi menarik bagi masyarakat umum. Myrdal pun menyebutkan, daya beli masyarakat yang selama ini tertekan bisa saja kembali bergairah pasca BI memangkas suku bunga acuannya.

"Mereka yang biasanya membayar cicilan cukup mahal kini dengan suku bunga yang prospeknya akan turun kita harapkan cicilannya bisa lebih rendah, dan tentunya diharapkan ini bisa mendorong daya beli untuk barang yang lain," tutur Myrdal.

#kredit #bankir #suku-bunga-acuan #bunga

https://money.kompas.com/read/2024/09/19/171300226/suku-bunga-bi-akhirnya-turun-bankir-pede-kredit-bakal-semakin-ngegas-