KPPI Selidiki Lonjakan Impor Produk Terpal dari Plastik Serat Sintesis
KPPI menerima permohonan dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Inaplas pada 22 Agustus 2024. Halaman all
(Kompas.com) 19/09/24 19:50 15244395
JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai menyelidiki tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard measures terkait lonjakan jumlah impor produk terpal plastik serat sintetis dari polipropilena, polietilena, dan polietilena densitas rendah.
Penyelidikan itu telah dimulai Rabu (18/9/2024) setelah KPPI menerima permohonan dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Inaplas pada 22 Agustus 2024.
Asosiasi tersebut mewakili industri dalam negeri, yakni PT Unggul Karya Semesta dan PT Politama Pakindo.
Berdasarkan bukti awal permohonan penyelidikan yang disampaikan, ditemukan indikasi kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon.
“Kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang menurun selama periode 2021 hingga 2023. Indikator ini antara lain penurunan pada produksi, penjualan domestik, kapasitas terpakai, jumlah tenaga kerja, dan pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik, kerugian finansial, serta peningkatan persediaan,” kata Ketua KPPI Franciska Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dalam tiga tahun terakhir (2021—2023) ada peningkatan jumlah impor terpal dari plastik, serat sintetis dari polipropilena, polietilena, dan polietilena densitas rendah dengan tren sebesar 8,74 persen.
Pada 2023, impor produk tersebut ke Indonesia sebesar 5.504 ton atau naik 15,70 persen dibanding tahun 2022.
Tahun lalu, impor utama Indonesia untuk produk ini berasal dari Tiongkok dengan pangsa impor sebesar 61,89 persen, diikuti Korea Selatan 30,61 persen, dan Vietnam 7,49 persen.
Selain ketiga negara itu, pangsa impor negara berkembang masih di bawah tiga persen dari total impor pada tahun yang sama.
Adapun produk terpal plastik serat sintetis dari polipropilena, polietilena, dan polietilena densitas rendah memiliki kode Harmonized System (HS) delapan digit, yaitu ex3921.90.90, ex3926.90.99, dan ex6306.12.00 sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.