Pengamat Sosial: Fenomena FOMO Jadi Kesempatan Pebisnis Raup Keuntungan

Pengamat Sosial: Fenomena FOMO Jadi Kesempatan Pebisnis Raup Keuntungan

Banyaknya orang yang FOMO, justru menjadi kesempatan bagi para pebisnis meraup lebih banyak keuntungan. Pasalnya, orang FOMO rela membeli produknya.

(Kompas.com) 19/09/24 22:01 15253777

KOMPAS.com - FOMO (fear of missing out) atau ketakutan tertinggal suatu tren, kerap melanda masyarakat. Fenomena FOMO ini, menjadi kesempatan para pebisnis untuk meraup lebih banyak keuntungan.

Apalagi, menurut Pengamat Sosial Devie Rahmawati, pada dasarnya semua manusia memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian.

"Keinginan untuk menjadi pusat perhatian adalah basic instinct manusia," ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Rabu (18/9//2024).

Namun, mendapat perhatian bukanlah hal yang mudah. Salah satu kunci untuk mendapat perhatian adalah pengalaman yang berbeda.

"Pengalaman yang berbeda yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Ini yang kemudian dibaca betul oleh para pebisnis," ungkap Devie.

Misalnya, dalam industri budaya Korea Selatan atau yang lebih dikenal sebagai K-POP.

Industri K-POP kerap membuat produk seri terbatas, yang hanya bisa didapatkan dengan membeli barang tertantu. Misalnya, photocard yang hanya bisa didapatkan dengan membeli album.

"Hal tersebut memberikan kesan, bahwa anda tidak bisa memiliki kesempatan kedua untuk memiliki barang atau pengalaman tersebut," ujarnya.

Kesan tersebut menimbulkan perasaan FOMO, di mana orang tidak mau ketinggalan untuk ikut merasakan atau memiliki hal baru tersebut.

Oleh sebab itu, orang-orang yang FOMO rela melakukan apa saja demi mendapatkan barang tersebut.

Mereka bahkan rela mengantre selama berjam-jam dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

"Bahkan ada studi global yang menyatakan, bahwa penggemar K-POP menghabiskan sekitar 20 juta per orang untuk idola," jelas Devie.

Mereka menghabiskan sejumlah besar uang tersebut untuk membeli tiket konser, album, serta cendera mata idolanya.

Semua hal tersebut adalah pengalaman berbeda yang tidak dapat dimiliki oleh semua orang. Sehingga, mereka yang bisa mendapatkannya, merasa istimewa dan harga dirinya naik.

"Scarcity atau kelangkaan itu menjadi currency. Itu yang kemudian dikelola baik oleh para pebisnis," tangkas Devie.

Kelangkaan pengalaman yang menyebabkan FOMO itulah, yang kemudian memberikan keuntungan bagi para pebisnis.

"Jadi seperti yang sekarang kita lihat, segala sesuatu yang berhubungan dengan idola Korea lakunya bukan main," tutup Devie.

#fomo #dampak-fomo #fomo-menyebabkan-keuntungan #keuntungan-bagi-pebisnis

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/09/19/220100420/pengamat-sosial-fenomena-fomo-jadi-kesempatan-pebisnis-raup-keuntungan