Buka Skema KPBU, Menhub Sebut Sejumlah Investor Asing Berminat Bangun Bandara IKN
Untuk mendukung skema KPBU Angkasa Pura (AP) Indonesia akan berpartner dengan beberapa investor asing. Halaman all
(Kompas.com) 20/09/24 17:39 15295075
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dikembangkan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dengan menggandeng investor asing.
Hal itu dilakukan untuk mendukung pengembangan Bandara IKN sebagai airport yang akan melayani masyarakat umum.
"Sebenarnya begitu perpres-nya (peraturan presiden soal Bandara IKN) jalan, itu bisa langsung untuk umum. Tapi pertanyaannya adalah apakah terminalnya itu mencukupi. Karena terminalnya itu kan saat ini baru yang khusus ya," ujar Budi Karya usai mengikuti rapat di Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2024).
"Katakanlah kalau masih penerbangan satu hari itu katakanlah 10 sampai 15 penerbangan masih bisa. Tapi kalau lebih dari itu, kita harus membangun. Kan untuk membangun itu ada konsep KBPU yang sedang kita akan jalankan," katanya.
Budi Karya menjelaskan, untuk mendukung skema KPBU Angkasa Pura (AP) Indonesia akan berpartner dengan beberapa investor asing. Namun, Budi Karya belum mengungkap secara rinci investor mana saja yang dimaksud.
"AP Indonesia akan berpartner dengan investor dari luar, dan ini menguntungkan bagi kita bahwa uangnya bukan dari dalam negeri saja, dan asing ini punya (keinginan) untuk membangun karena memang secara bisnis menguntungkan. Bermanfaat," paparnya.
"Ada beberapa (investor asing)," tambah Budi Karya.
Dalam kesempatan itu, Budi Karya menuturkan, pada saat ini fungsi Bandara IKN memang khusus untuk kegiatan di Nusantara. Namun, Kemenhub sudah berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo soal pengembangan Bandara IKN.
Presiden memberi arahan agar ke depannya bandara tersebut difungsikan sebagai airport komersial (bandara umum).
"Artinya apa? Bandara ini akan berkolaborasi dengan (Bandara Sepinggan), Balikpapan digunakan kepentingan-kepentingan umum. Kita tahu Kalimantan Timur ini adalah suatu provinsi yang sangat maju, kebutuhan (untuk) interkoneksi itu sangat banyak," jelas Budi Karya.
Selain kegiatan bisnis, masyarakat Kalimantan Timur juga akan memanfaatkan untuk aktivitas keagamaan.
Sementara itu, Bandara IKN dirancang memiliki panjang runway sekitar 3.000 meter.
"Artinya pesawat yang terbesar, yang namanya triple 777 (Boeing 777) bisa mendarat di situ. Jadi bisa saja nanti umrah dan haji di sana," ungkap Budi Karya.
"Sehingga masyarakat Balikpapan, dan sekitarnya Kalimantan Timur bisa mendapatkan fasilitas yang sama baik dan tentunya ini akan membangun suatu daya dukung daripada IKN untuk lebih baik," tambahnya.