Saham TUGU Menggeliat, Potensi Upside Masih Besar
Penurunan suku bunga membuat saham Asuransi Tugu Pratama Indonesia (TUGU) menggeliat. Potensi upside saham TUGU masih besar. - Halaman all
(InvestorID) 20/09/24 15:17 15305709
JAKARTA, Investor.id – Bank sentral global dan Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan. Imbasnya, pasar saham menjadi bergairah, tak terkecuali saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU).
Sesuai dengan dugaan pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) 50 basis points (bps) menjadi 4,75-5%. Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI juga memutuskan menurunkan BI-Rate 25 bps ke 6%.
Pelonggaran kebijakan moneter tersebut akhirnya direspons positif oleh pasar saham domestik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat dan sempat menembus level penutupan di 7.905,4 yang merupakan level tertingginya sepanjang masa.
Saham-saham sektor keuangan seperti perbankan yang menopang indeks turut menikmati euforia tersebut dan melesat tinggi. Selain saham bank, beberapa saham dari sektor asuransi umum juga ikut naik seperti saham TUGU.
Saham TUGU mengakhiri perdagangan Kamis (19/9/2024) di zona hijau dengan penguatan 0,82% ke Rp 1.235 per saham. Kenaikan tersebut terjadi setelah saham TUGU juga menguat lebih dari 1% sehari sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini, Jumat (20/9/2024), harga saham TUGU terpantau masih bergerak di zona hijau. Analis pun turut mengurai sejumlah pendorong bergeliatnya saham anak usaha PT Pertamina ini.
“Penurunan suku bunga positif untuk bank karena bisa mendongkrak NIM. Bagi asuransi juga positif karena harga instrumen keuangan seperti obligasi, saham dan reksadana bisa menguat meski suku bunga deposito turun. Namun dengan alokasi yang tepat, ini dapat memicu pertumbuhan pendapatan investasi untuk sektor asuransi umum” kata Abdul Aziz analis Kiwoom Sekuritas.
Azis menjelaskan, kenaikan saham TUGU belakangan ini juga ditopang oleh fundamental yang solid. Dia mencontohkan, sepanjang Januari-Agustus 2024, pendapatan investasi TUGU (induk) sudah tembus Rp 253 miliar atau naik 22% dari tahun sebelumnya. Demikian juga pendapatan underwriting yang naik 32% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 977,5 miliar.
Masih Murah
Meskipun pasar keuangan sempat diwarnai dengan fluktuasi dan gejolak, TUGU mampu mempertahankan kinerja positifnya. Oleh sebab itu, penurunan suku bunga ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas terkait arah pasar.
“Era suku bunga tinggi sudah mulai ditinggalkan, arah pasar diharapkan bisa lebih terbaca sehingga perusahaan asuransi umum seperti TUGU bisa meramu strategi investasi yang tepat dengan risk return yang sesuai,” kata Azis.
Dia menerangkan, kenaikan harga saham TUGU yang sempat mencapai level tertinggi tiga bulan merupakan salah satu bentuk apresiasi pasar terhadap kinerja TUGU. Meski demikian, dia menilai bahwa harga saham TUGU masih undervalued.
“Pertumbuhan bottom-line lebih disebabkan karena core business di semua lini yang mengalami perbaikan, sehingga fundamental semakin solid. Dengan konsistensi dividen yang dibayarkan perseroan serta valuasi yang murah, yakni PBV di bawah 0,5 kali, potensi upside harga sahamnya masih terbuka lebar” pungkas dia.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-tugu #tugu-insurance #tugu #asuransi-tugu-pratama-indonesia #suku-bunga-turun #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374086/saham-tugu-menggeliat-potensi-upside-masih-besar