96 Persen NFT Mati, Nilai NFT Justin Bieber Ambrol 95 Persen
Riset terbaru yang dilakukan oleh NFTEvening menunjukkan bahwa sekitar 96 persen NFT yang ada sudah mati dan tidak lagi diperdagangkan.
(BlockChain-Media) 22/09/24 13:30 15389231
Non-Fungible Token atau NFT menjadi salah satu inovasi yang cukup popular beberapa tahun sebelumnya, namun sejak akhir tahun 2022, pasar koleksi digital ini mulai mengalami penurunan. Nilai NFT yang dibeli Justin Bieber saja kini sudah ambrol 95 persen dari US$2 juta!

Penurunan drastis ini menandai tantangan serius bagi masa depan NFT. Sebelumnya, inovasi dipuji sebagai revolusi dalam kepemilikan digital dan investasi, namun kenyataannya saat ini menunjukkan bahwa pasar ini penuh ketidakpastian.
Tidak Memiliki Manfaat dalam Kehidupan NyataBerdasarkan riset lainnya yang dilakukan oleh dappGambl, sebagian besar Non-Fungible Token tidak memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sulit untuk bertahan lama di pasar.
Pada puncak popularitasnya, NFT dianggap sebagai aset digital yang menjanjikan dengan potensi nilai yang tinggi. Namun, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa banyak yang tidak memiliki kegunaan praktis, menjadikannya tidak lebih dari sekadar spekulasi belaka.
Hal ini menggambarkan betapa banyak pemegang NFT yang saat ini berinvestasi dalam aset yang tidak berharga. Ketidakmampuan koleksi digital untuk menawarkan kegunaan atau nilai nyata di luar koleksi digital menjadi salah satu alasan utama mengapa pasar ini mengalami penurunan yang drastis.
Sebagian besar proyek yang ada gagal memberikan narasi yang menarik atau manfaat yang jelas bagi penggunanya. Ketika permintaan dengan kegunaan praktis tidak sebanding dengan jumlah yang diproduksi, banyak koleksi yang tidak terjual.
Peraturan yang Semakin KetatSeiring dengan meningkatnya popularitas Non-Fungible Token, perhatian regulator terhadap industri ini juga semakin tajam. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) kini semakin aktif mengawasi pasar cryptocurrency, termasuk NFT, yang sebelumnya dianggap tidak terjangkau oleh pengawasan ketat.
Peringatan yang dikeluarkan kepada OpenSea, salah satu pasar NFT terbesar, menunjukkan bahwa regulator mencurigai adanya pelanggaran terhadap undang-undang sekuritas.
Kekhawatiran ini tidak hanya dirasakan oleh entitas besar seperti OpenSea, tetapi juga oleh para kreator independen yang mungkin tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai peraturan yang berlaku.
Salah satu kasus yang menimpa kreator NFT, Ilja Borisovs, menjadi salah satunya dan membuat banyak seniman takut untuk memasuki pasar digital ini.
Oleh karena itu, beberapa pihak, seperti OpenSea dan a16z, mulai bekerja sama untuk meningkatkan kembali minat terhadap NFT melalui program Creator Legal Defense Fund.
Masih Adakah Harapan bagi Masa Depan NFT?Melihat kondisi pasar NFT saat ini, memang sangat sulit untuk mengatakan bahwa masih ada harapan untuk kedepannya. Namun, sebenarnya teknologi yang ditawarkan sangatlah revolusioner.
NFT masih memiliki masa depan apabila penggunaannya memiliki fungsi yang jelas. Contohnya, dalam menyimpan dokumen penting, gaming, identitas digital, properti, serta sektor lainnya yang memang memerlukan teknologi tersebut.
Jika koleksi digital ini dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi praktis yang memberikan nilai tambah, seperti memfasilitasi kepemilikan digital yang lebih aman atau mempermudah transaksi dalam dunia virtual, maka potensi pertumbuhannya akan jauh lebih besar.
Namun, untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi antara para pemangku kepentingan, seperti kreator, platform, dan regulator, sangatlah penting. Dengan fokus pada inovasi dan penggunaan yang bermanfaat, NFT bisa jadi tetap relevan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. [dp]
#nft #non-fungible-token #opensea
https://blockchainmedia.id/96-persen-nft-mati-nilai-nft-justin-bieber-ambrol-95-persen/