Saham Sampoerna (HMSP) Runtuh, Masih Ada Harapan?

Saham Sampoerna (HMSP) Runtuh, Masih Ada Harapan?

Saham HM Sampoerna (HMSP) runtuh. Apakah masih ada peluang cuan di saham HMSP? Lantas, bagaimana dengan saham Gudang Garam (GGRM)? - Halaman all

(InvestorID) 22/09/24 02:55 15391800

JAKARTA, investor.id – Beberapa perusahaan rokok, termasuk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), telah menaikkan harga produknya pada September. Namun, kenaikan harga masih terbatas guna memulihkan volume penjualan. Lantas, bagaimana arahnya dan prospek saham HMSP?

Menurut RHB Sekuritas, HM Sampoerna menaikkan harga A Ultra Mild sebesar 2,8% mom pada September. Sebelumnya, pada Agustus, HM Sampoerna menaikkan harga A Mild dan Sampoerna Kretek sebesar 3,1-3,2% mom.

“Ke depan, kami perkirakan HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) bakal mempertahankan harga untuk memulihkan volume penjualan,” tulis RHB dalam risetnya.

Kenaikan harga meski terbatas diperkirakan dapat mendukung ekspansi margin kotor (gross profit margin/GPM) HMSP. Pada kuartal II-2024, GPM HMSP menjadi 13,7% akibat penerapan cukai yang lebih tinggi, sehingga GPM sepanjang semester I-2024 mencapai 15%.

“Kami memprediksi kenaikan harga pada Agustus dan September, serta potensi kenaikan harga lainnya pada kuartal IV-2024, akan mendukung pemulihan GPM HMSP menjadi 17%,” ungkap RHB.

Emiten rokok lainnya, Gudang Garam (GGRM) enggan menaikkan harga sejak Juli setelah performanya pada kuartal II-2024 kembali menunjukkan penurunan volume penjualan.

Tanpa kenaikan harga dari Juli hingga September, GPM GGRM pada kuartal III-2024 diperkirakan tetap sama seperti kuartal II-2024 sebesar 9,6%. Alhasil, GPM GGRM selama Januari-September 2024 ditaksir mencapai 9,9% atau terkikis 20 bps dari 10,1% pada semester I-2024.

Mengingat harga GGRM lebih tinggi dibandingkan pesaing di segmen sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF) dan menjadi pilihan kedua setelah A Mild HMSP di segmen low tar low nicotine (LTLN), GGRM diprediksi bakal mempertahankan harga pada kuartal IV-2024 untuk mengurangi penurunan volume penjualan lebih lanjut. GPM GGRM tahun ini diestimasi sebesar 9,8%, di bawah perkiraan RHB yang mencapai 12,6%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

RHB lebih menyukai HMSP karena eksposur yang lebih besar pada segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan yield dividen lebih tinggi. “Kami melihat HMSP masih merupakan pilihan yang lebih baik saat ini, mengingat eksposurnya yang lebih besar pada segmen SKT sekitar 30% terhadap total pendapatannya dibandingkan GGRM yang kurang dari 10%,” jelas broker efek tersebut.

Selain itu, HMSP secara konsisten membayar dividen yang stabil, sedangkan GGRM absen memberikan dividen untuk tahun 2023, meskipun pendapatan bersih lebih tinggi dari tahun 2022.

RHB merekomendasikan buy saham HMSP dengan target harga Rp 970. Sebaliknya, rekomendasi sell untuk saham GGRM dengan target harga Rp 13.700. Adapun rating untuk sektor tembakau dipertahankan netral.

Risiko utamanya jika daya beli lebih lemah dari perkiraan, perdagangan rokok ilegal di kota tier 2 marak, dan terjadi kenaikan harga tembakau.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (20/9/2024), saham HMSP anjlok 10% ke level Rp 670. Sedangkan saham GGRM tergerus 2,5% ke level Rp 15.500.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #hmsp #sampoerna #ggrm #gudang-garam #saham-hmsp #saham-ggrm #harga-rokok #rhb #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374182/saham-sampoerna-hmsp-runtuh-masih-ada-harapan