Laba Multifinance Kembali Tumbuh Mini
Laba multifinance masih tumbuh mini sampai dengan Juli 2024. Laba multifinance tergerus beban bunga dan provisi. - Halaman all
(InvestorID) 22/09/24 21:24 15405156
JAKARTA, investor.id – Perusahaan pembiayaan atau multifinance belum bisa mengerek banyak perolehan laba bersih sampai dengan Juli 2024. Cuan yang dibukukan masih tumbuh mini, meskipun terjadi sedikit perbaikan.
Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih multifinance meningkat 2,23% year on year (yoy) pada Juli 2024. Sebagai perbandingan, laba bersih cuma naik dari Rp 12,62 triliun menjadi Rp 12,90 triliun.
Faktor utamanya adalah terjadi peningkatan beban operasional, yang terefleksi pada terpompanya rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Rasio BOPO meningkat dari 77,53% pada Juli 2023 menjadi 79,61% per Juli 2024.
Hal itu kembali ditegaskan jika melihat pertumbuhan pendapatan operasional multifinance yang naik 13,54% (yoy) menjadi Rp 77,65 triliun. Namun, beban operasional tercatat meningkat lebih tinggi yaitu 16,59% (yoy) menjadi Rp 16,59 triliun.
Ada dua komponen beban yang punya kontribusi besar. Pertama, beban bunga yang naik 19,11% (yoy) menjadi Rp 15,99 triliun. Kedua, beban penyusutan piutang pembiayaan sebesar 21,20% menjadi Rp 13,52 triliun pada Juli 2024.
Peningkatan biaya provisi itu sejalan dengan tren tingkat pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang sebenarnya tengah merangkak naik. Secara yoy, NPF multifinance naik 2,69% pada Juli 2023 menjadi 2,75% per Juli 2024, tetapi relatif lebih rendah dari Juni 2024 yang sebesar 2,80%.
Pembiayaan Bermasalah Naik
Penurunan NPF itu sejatinya tak bisa lepas dari tetap agresifnya multifinance dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya, sehingga porsi piutang bermasalah mengalami penyusutan. Ambil contoh, total piutang pembiayaan terus meningkat dalam kisaran tinggi yaitu 10,52% (yoy) menjadi Rp 494,09 triliun pada Juli 2024.
Dengan merujuk nilai piutang pembiayaan dan rasio NPF, dapat diketahui bahwa nilai pembiayaan bermasalah multifinance naik meskipun secara rasio menurun. Dalam catatan Investor Daily, nilai pembiayaan bermasalah naik dari Rp 12,51 triliun menjadi Rp 13,58 triliun.
Faktor-faktor yang memengaruhi perolehan laba multifinance belum banyak berubah dari yang telah terjadi pada Juni 2024. Diberitakan sebelumnya, laba bersih multifinance pada Juni 2024 relatif stagnan atau hanya naik 0,14% (yoy) menjadi Rp 10,9 triliun.
Beberapa komponen yang jadi pemberat juga sama, seperti beban bunga dan beban provisi, termasuk pembiayaan bermasalah yang sempat merambat naik. Terlepas dari persoalan itu, multifinance tetap percaya diri untuk memacu kinerja pembiayaan.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #multifinance #laba-multifinance #pembiayaan-multifinance #kinerja-multifinance #perusahaan-pembiayaan #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/374221/laba-multifinance-kembali-tumbuh-mini