Ketua FBR: Kang Emil Tak Perlu Dipanggil 'Bang Emil'
Lutfi menilai, setiap orang memiliki identitas yang melekat. Sehingga, tidak perlu seseorang sampai mengganti identitasnya karena mengikuti pilkada. Halaman all
(Kompas.com) 22/09/24 22:55 15414053
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), Lutfi Hakim, menyatakan Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil (RK), tidak perlu memaksakan diri untuk dipanggil dengan sebutan "Bang Emil" yang lebih identik dengan budaya Betawi.
Hal ini diungkapkan saat RK mengunjungi kediaman Lutfi Hakim di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2024).
“Enggak perlu saya katakan bahwa Kang Emil harus ganti hari ini menjadi Bang Emil, tidak pantas juga,” ucap Lutfi kepada wartawan.
Menurut Lutfi, setiap orang memiliki identitas dan eksistensinya masing-masing.
Meskipun Ridwan Kamil berasal dari Jawa Barat dan sering dipanggil "Kang Emil," hal tersebut tidak menghalangi sinergi dan kerja sama dengan masyarakat Betawi di Jakarta.
Meski demikian, Lutfi meyakini komitmen RK sebagai calon gubernur dapat dipegang.
“Saya kira nggak perlu harus jadi abang juga, beliau sangat menghargai Betawi,” ujarnya.
FBR sendiri belum memutuskan apakah akan memberikan dukungan resmi kepada pasangan Ridwan Kamil dan Suswono dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.
“Kalau persoalan mendukung, FBR punya mekanisme sendiri, sebab anggota saya juga banyak fungsionaris partai. Jadi tidak bisa dengan serta merta saya secara jumawa memutuskan itu. Tapi kalau persoalan Pilkada saya harus bermusyawarah,” ujarnya.
RK mengaku sebagai "orang baru" di DKI Jakarta ia ingin belajar dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh-tokoh masyarakat Betawi seperti Lutfi Hakim.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu menekankan pentingnya niat baik dan keterbukaan dalam menjalani proses pencalonannya di ibu kota.
“Pertamanya saya ini musafir, perjalanan jauh. Orang yang punya ketidaktahuan, kalau ada salah kurang, minta maaf. Ingin belajar, orang baru, tempat baru satu hal yang harus dilakukan belajar. Jadi bekal ada, niat baik ada, tidak ada niat buruk sama sekali,” ujar RK.