Pembangunan Hotel di Rest Area Tol Batang-Semarang Sudah Finalisasi
Hotel di rest area Km 379A Tol Batang-Semarang ini berdiri di lahan seluas 3.928 meter persegi. Halaman all
(Kompas.com) 23/09/24 09:53 15429223
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menyatakan, progres pembangunan hotel di rest area Km 379A ruas Tol Batang-Semarang hasil kolaborasi antara PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB) dan perseroan memasuki tahap finalisasi menuju groundbreaking.
Hotel di rest area Km 379A Tol Batang-Semarang ini berdiri di lahan seluas 3.928 meter persegi dan menjadi yang kelima dari portofolio KDTN di sepanjang Tol Trans Jawa.
Saat ini sudah ada tiga Hotel Swiss-belexpress milik KDTN yang beroperasi, yaitu di Rest Area KM 16, KM 166 dan KM 164. Adapun satu hotel di KM 260B di Rest Area milik PT PP Sinergi Banjaratma masih dalam tahap pembangunan.
Dok. Jasa Marga Ilustrasi jalan tolDirektur KDTN, Rolf Pohan menyatakan, saat ini hotel di rest area Km 379A sudah memasuki tahap finalisasi detail-detail di lapangan sudah beres, penunjukkan kontraktor pun sudah ada dan sekarang sedang diurus tahap perizinan PBG.
"Sehingga eksekusi berupa pekerjaan persiapan groundbreaking akan mulai pekan ini, dengan target pembangunan selama delapan bulan, estimasi akan selesai sebelum masa mudik Lebaran 2025," ujar Rolf dalam siaran pers, Senin (23/9/2024).
Sementara itu, Bimo Esmunantyo, Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol PT Jasa Marga Related Business atau TRAVOY menjelaskan alasan sangat dibutuhkannya hotel di rest area.
"Trigger-nya adalah telah tersambungnya Tol Trans Jawa mulai dari Jakarta hingga Surabaya yang mencapai 800 km, sehingga pengguna jalan tidak mungkin langsung menempuh perjalanan dengan rute sepanjang itu, dalam sekali jalan di mana dibutuhkan waktu tertentu untuk bisa beristirahat dengan nyaman," ungkap Bimo.
Menurut dia, dengan tersambungnya Tol Trans Jawa akan timbul potensi-potensi baru, salah satunya fasilitas hotel di rest area.
Jasa Marga Jasa Marga akan kembali berlakukan potongan tarif tol 20 persen untuk Jalan Tol Trans Jawa dari Semarang Menuju Jakarta pada periode arus balik pada Rabu, 17 April 2024 pukul 05.00 WIB hingga Jumat, 19 April 2024 pukul 05.00 WIBBimo juga mengatakan, alasan terpilihnya KDTN sebagai mitra strategis dalam pengembangan fasilitas di rest area Km 379A ini karena rekam jejak dan reputasi perseroan sebagai pelopor dan satu-satunya pemain di bisnis ini adalah KDTN dengan pilot projek ada di Km 19.
“Selain itu, kami melihat visi dan misi KDTN menjadi salah satu penyelenggara hotel terbesar khususnya di rest area menjadi pertimbangan utama dan memiliki kolaborasi operasional dengan Swiss-Bel, di mana nama besar Swiss-bel sebagai operator manajemen hotel yang terbaik sudah sangat masyhur sehingga dengan reputasi itu semua bisa meningkatkan kepercayaan
pengguna jalan untuk menggunakan fasilitas hotel,” jelas dia.
PT Jasa Marga Related Business (JMRB) merupakan anak usaha Jasa Marga (JSMR) yang fokus pada operasional di Rest Area. JMRB saat ini mengelola secara penuh 26 Rest Area, dengan rincian 22 Rest Area di tol trans Jawa, 2 di Tol Medan-Kualanamu dan 2 lagi ada di Tol Balikpapan-Samarinda.
“Dari 26 itu, JMRB memiliki 19 Rest Area tipe A yang memenuhi syarat untuk dibangun hotel. Sejak terbitnya regulasi diperbolehkannya fasilitas inap di Rest Area, memang ada beberapa partner yang berkomunikasi dengan JMRB. Namun, hingga saat ini hanya KDTN yang sudah berkomitmen sampai dengan implementasi,” papar Bimo.
Bimo menyebut, bila melihat jarak yang ada hingga Surabaya, potensi selanjutnya mungkin bisa dijajaki rencana pembangunan hotel di rest area antara Ngawi-Mojokerto di antara KM 550 dan KM 700.
"Sehingga nanti mungkin ada 4 titik yang bisa dikerjasamakan baik arah Jakarta-Surabaya ataupun sebaliknya," terang dia.