CEO Google Komentari Ketakutan Programmer Bakal Digantikan AI

CEO Google Komentari Ketakutan Programmer Bakal Digantikan AI

ChatGPT dan AI Gemini kini bisa membuat aplikasi. Sejumlah orang, seperti programner, khawatir AI akan menggantikan pekerjaan mereka. Halaman all

(Kompas.com) 23/09/24 13:03 15437597

KOMPAS.com - Berbagai produk kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT dan Google Gemini, kini memiliki kemampuan untuk membuat aplikasi atau menulis kode pemrograman, sebuah kegiatan yang biasa dilakukan oleh seorang programmer.

Karena sudah bisa menulis kode (coding), sejumlah orang, terutama mereka para programmer, mungkin khawatir jika AI akan menggantikan pekerjaan mereka di masa depan.

Nah, CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai mengatakan hal tersebut tampaknya tak perlu ditakuti. Sebab, ia menyebut AI tidak akan pernah bisa menggantikan tugas dan pekerjaan para programmer.

"AI akan membantu orang menyelesaikan pekerjaannya. Untuk para programmer, AI akan meningkatkan efisiensi dan meringankan beban kerja para mereka, sehingga para penulis kode (coder) ini bisa fokus di hal lain yang lebih kreatif," kata Pichai dalam sebuah acara yang digelar di Carniege Mellon University, Pittsburgh, Pennsylvania, AS pekan lalu.

Selain membantu meringankan pekerjaan programmer, Pichai juga memprediksi kehadiran AI di bidang teknologi informasi (TI) akan membuat lebih banyak orang melakukan coding atau menjadi programmer.

Sebab, hal tersebut bisa dilakukan dengan lebih mudah dari sebelumnya, tentunya dengan bantuan AI.

"AI juga akan membantu menurunkan tingkat kesulitan coding dan pembuatan program komputer, sebab AI bisa mengerti bahasa natural manusia. Dalam hal ini, AI bisa dibilang sebagai alat yang memberdayakan kemampuan manusia untuk melakukan programming, sehingga kegiatan ini bisa diakses lebih banyak orang," imbuh Pichai.

Terkait AI, Pichai sempat memaparkan kepanjangan dan arti dari istilah tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wccftech, Senin (23/9/2024).

Menurut dia, AI seharusnya bukan diartikan sebagai alat kecerdasan yang "dibuat" (artificial), melainkan kecerdasan yang bisa "memberdayakan" (enabling) atau meningkatkan kemampuan manusia.

Manusia yang tak pakai AI akan kalah saing

Soal AI yang mengancam pekerjaan manusia, perintis Google Brain, divisi Google AI yang membuat model pembelajaran AI bertipe deep learning, yaitu Andrew Ng sebelumnya juga mengutarakan pendapat serupa Sundar Pichai.

Dalam sebuah acara seminar yang digelar Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand sekitar Juli lalu, Andrew optimistis dan menyebut AI tidak akan menggantikan lapangan pekerjaan yang selama ini diisi oleh manusia.

YouTube.com/Alg KM - Algorithmics Founder Google Brain, Andrew Ng dalam sebuah seminar.

Namun, ada kemungkinan orang yang telaten menggunakan AI akan jauh lebih cerdas dalam bekerja ketimbang orang yang tidak paham pemanfaatan AI. Singkatnya, kesempatan kerja orang yang paham penggunaan AI akan lebih besar, dan orang yang tidak pakai AI bisa tergantikan.

"Pada sebagian besar pekerjaan, jika 20-30 persen pekerjaan tersebut menerapkan sistem otomatisasi, maka sisanya tentunya akan mengandalkan tenaga kerja manusia," kata Andrew beberapa waktu lalu.

"Ini juga berarti AI tidak akan bisa menggantikan pekerjaan manusia, dan manusia yang memakai AI bisa saja akan menggantikan pekerjaan manusia yang tidak memakai AI atau tidak tahu apa itu AI," imbuh Andrew.

Selain optimis AI tidak akan menghilangkan lapangan pekerjaan bagi manusia, Andrew juga yakin bahwa otomatisasi hanya akan membantu suatu perusahaan untuk menghasilkan inovasi baru saja.

Ia juga yakin otomatisasi yang pakai AI tidak selalu berkaitan dengan efisiensi dan penghematan, dan tidak sepenuhnya menjadi teknologi yang menguntungkan bagi perusahaan di masa depan.

#google #programmer #sundar-pichai #ai

https://tekno.kompas.com/read/2024/09/23/13030067/ceo-google-komentari-ketakutan-programmer-bakal-digantikan-ai