Tujuh Pos Lintas Batas Negara Kelar Dibangun, Habiskan Rp 1,29 Triliun

Tujuh Pos Lintas Batas Negara Kelar Dibangun, Habiskan Rp 1,29 Triliun

Lima PLBN sudah beroperasi, sementara dua PLBN masih dalam tahap awal pengoperasian. Halaman all

(Kompas.com) 23/09/24 20:30 15451969

KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah menyelesaikan pembangunan tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di berbagai wilayah perbatasan di seluruh Indonesia.

Pembangunan PLBN tersebut berdasarkan Instruksi Presiden RI (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Tujuannya menjaga kedaulatan negara, mengurangi disparitas, serta memeratakan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.


Direktur Jenderal Cipta Karya, Diana Kusumastuti menjelaskan, tujuh PLBN yang telah selesai pada kurun 2019-2024 meliputi, PLBN Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau; PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat; PLBN Sei Nyamuk di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Lalu, PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT; PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan; PLBN Labang di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara; dan PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Dari jumlah itu, sebanyak lima PLBN telah beroperasi, dan telah didukung pelayanan lintas batas negara oleh Imigrasi, Bea dan Cukai, Karantina Kesehatan, Karantina Pertanian, dan Karantina Ikan.

"Sementara dua PLBN lainnya, yaitu PLBN Labang dan PLBN Long Nawang di Kalimantan Utara, telah selesai dibangun dan sedang dalam tahap awal pengoperasian," terang Diana dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (23/9/2024).

Direktur Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya, Cakra Nagara menambahkan, pembangunan PLBN dilaksanakan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) di setiap provinsi yang memiliki wilayah perbatasan.

"Jumlah anggaran yang dialokasikan bagi pembangunan lima PLBN yang telah beroperasi sebesar Rp 837,05 miliar," ujarnya.

Kelima PLBN yang dimaksud meliputi, PLBN Serasan sebesar Rp 145,7 miliar, PLBN Jagoi Babang Rp 209,14 miliar, PLBN Sei Nyamuk Rp 248,5 miliar, PLBN Napan Rp 106,24 miliar, dan PLBN Yetetkun sebesar Rp 127,4 miliar.

Sementara, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan PLBN Labang sebesar Rp 210,78 miliar, dan PLBN Long Nawang di Kalimantan Utara sebesar Rp 243,63 miliar.

"Kedua PLBN tersebut mulai dibangun sejak 2020 dan selesai pada 2023. Saat ini sedang dalam proses persiapan operasional, dan diharapkan dapat beroperasi sepenuhnya pada akhir 2024," tambahnya.

Dengan demikian, pembangunan tujuh PLBN di atas menelan anggaran total sebesar Rp 1,29 triliun.

Ada pun pembangunan ketujuh PLBN tersebut dilengkapi dengan Bangunan Inti, Gudang Barang dan Transit, Kantor dan Wisma, Mess, Bangunan Tower Air, Pos Jaga, Powerhouse, Bangunan TPS, Bangunan Utilitas, Bangunan Penunjang, X-Ray Cabin Baggage, dan Metal Detector. Beberapa PLBN, juga dilengkapi dengan Kios dan Pasar Perbatasan.

Sementara itu, satu dari 11 PLBN yang termasuk ke dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019, yaitu PLBN Sota di Kabupaten Merauke, Papua Selatan telah beroperasi dan diresmikan Presiden Jokowi pada Oktober 2021.

Sedangkan, tiga PLBN lainnya sedang dalam proses penyelesaian yakni PLBN Sei Kelik di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat; PLBN Long Midang di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara; dan PLBN Oepoli di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

#plbn #pos-lintas-batas-negara-plbn

https://www.kompas.com/properti/read/2024/09/23/203000921/tujuh-pos-lintas-batas-negara-kelar-dibangun-habiskan-rp-1-29-triliun