Indonesia di Peringkat ke-2 di Dunia untuk Minat Kripto RWA
Indonesia di peringkat ke-2 di dunia dalam minat terhadap kripto RWA alias Real World Assets. Paling atas ada AS dan ke-3 adalah India.
(BlockChain-Media) 23/09/24 21:42 15462958
Indonesia di peringkat ke-2 di dunia dalam minat terhadap kripto RWA alias Real World Assets. Paling atas ada AS dan ke-3 adalah Turki. Popularitas prinsip tokenisasi yang terkait sektor RWA telah diprediksikan sebelumnya oleh raksasa keuangan BlackRock.
Ketiga negara itu menyumbang lebih dari sepertiga minat global terhadap narasi RWA di tahun 2024, dengan total kontribusi mencapai 33 persen. Hal itu tertuang dalam penelitian teranyar Coingecko belum lama ini.
Amerika Serikat mencatat minat tertinggi terhadap kripto RWA di tahun ini, dengan menyumbang 14,8 persen dari total minat global. Posisi tersebut mempertegas peran AS sebagai pusat utama dalam perkembangan berbagai narasi kripto, termasuk token dengan kapitalisasi kecil dan kripto yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
“Sebagai arena besar dalam kripto, Amerika Serikat memimpin perhatian global terhadap beberapa narasi kripto besar, dan ini termasuk RWA,” demikian menurut laporan Coingecko Research yang ditulis oleh Lim Yu Qian.
Di AS, protokol RWA yang paling banyak menarik perhatian adalah Ondo Finance (ONDO), yang menyumbang hampir setengah dari minat negara tersebut terhadap kripto RWA. Selain Ondo, Amerika juga memimpin minat terhadap protokol RWA lainnya seperti Goldfinch (GFI) dan Maple (MPL), di mana AS mewakili hampir sepertiga dari perhatian global pada kedua protokol tersebut di tahun ini.

Kripto RWA (Real World Assets), merujuk pada token kripto yang merepresentasikan aset fisik dan diperdagangkan di dalam blockchain. Aset-aset ini bisa berupa properti (real estate), emas, obligasi, atau bahkan karya seni. Dalam konteks cryptocurrency, RWA memberikan jembatan antara dunia digital dan fisik, memungkinkan aset tradisional untuk ditokenisasi dan diperdagangkan secara lebih efisien.
Dengan cara ini, RWA mengubah aset fisik menjadi digital, mempermudah akses, likuiditas, dan efisiensi dalam perdagangan. Ini membuka peluang baru bagi investor dan pemilik aset, serta meningkatkan transparansi dan keamanan dalam transaksi.
RWA menjadi solusi inovatif dalam mengatasi batasan-batasan yang ada di pasar tradisional, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk terlibat dalam investasi yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau.
Tokenisasi di ranah kripto RWA ini sudah diprediksi sebelumnya oleh raksasa keuangan BlackRock, bahwa tokenisasi saham akan mengubah wajah pasar modal global.
Bos BlackRock: Pasar Modal Jauh Lebih Efisien Berkat Teknologi Blockchain Lewat Tokenisasi Saham
Indonesia dan Kripto di Mata DuniaSebelumnya Indonesia juga menjadi sorotan terkait tingkat adopsi dan kepemilikan aset kripto secara global. Dalam riset terbaru Chainalysis, Indonesia berada di peringkat ke-3 dunia untuk urusan adopsi aset kripto. Torehan ini sangat signifikan, karena naik dari peringkat ke-7 pada riset sebelumnya. Indonesia dikalahkan oleh India dan Nigeria, masing-masing di posisi pertama dan kedua.

Sementara itu, dalam hal jumlah dan besaran kepemilikan kripto, Indonesia berada di 12 besar secara global, berdasarkan riset Triple A. Angka itu setara dengan fakta bahwa sebanyak 13,9 persen dari populasi Indonesia kini telah memiliki aset kripto. [ps]
#kripto-rwa #real-world-asset #rwa #token-rwa #tokenisasi
https://blockchainmedia.id/indonesia-di-peringkat-ke-2-di-dunia-untuk-minat-kripto-rwa/