#30 tag 24jam
DBS Bank Singapura Hadirkan Layanan Token untuk Institusi
DBS Bank Singapura luncurkan layanan tokenisasi berbasis blockchain, menawarkan likuiditas real-time dan solusi kontrak pintar. [572] url asal
#dbs-bank #singapura #tokenisasi
(BlockChain-Media) 19/10/24 10:00
v/16691691/
DBS Bank yang berbasis di Singapura telah mengumumkan layanan baru berbasis token untuk memperluas solusi perbankan digital bagi klien institusional.
Layanan yang dinamakan DBS Token Services ini menggabungkan teknologi tokenisasi dan kemampuan kontrak pintar dengan layanan perbankan yang sudah ada, memberikan kemudahan dan efisiensi yang lebih besar bagi perusahaan dan entitas sektor publik.
Peluncuran ini menandai langkah penting dalam modernisasi transaksi keuangan di era digital.
Fitur Utama Layanan Token DBS BankLayanan Token DBS menghadirkan beberapa solusi inovatif, termasuk Treasury Tokens, Conditional Payments dan Programmable Rewards.

Ketiga fitur ini dirancang untuk mengoptimalkan manajemen likuiditas dan meningkatkan efisiensi operasional.
Treasury Tokens, yang diperkenalkan pada Agustus lalu, memberikan fleksibilitas bagi perusahaan multinasional untuk melakukan transaksi antar-grup dalam berbagai mata uang secara real-time, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Lebih lanjut, Conditional Payments memastikan bahwa dana yang disalurkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, memberikan kontrol yang lebih baik terhadap penggunaan dana.
Sementara itu, fitur Programmable Rewards memungkinkan perusahaan untuk membuat program voucher digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pelanggan.
Dengan menggunakan blockchain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), DBS memastikan bahwa setiap transaksi dilakukan dengan kecepatan dan keamanan yang optimal.
“Untuk menangkap pergeseran besar aktivitas manusia dan perusahaan ke layanan digital sesuai permintaan, perusahaan dan entitas sektor publik sedang menata ulang model operasi dan strategi keterlibatan pelanggan mereka. Layanan perbankan generasi baru yang ‘selalu aktif’ sangat penting untuk mendukung pergeseran dan transformasi ini,” ujar Kepala Grup Layanan Transaksi Global di DBS Bank, Lim Soon Chong, dilansir dari Coindesk.
Integrasi Blockchain untuk Efisiensi dan KeamananLayanan anyar ini menggunakan blockchain permissioned yang memungkinkan DBS Bank untuk mengendalikan sepenuhnya operasi layanan tersebut, sembari tetap mematuhi standar kepatuhan yang berlaku.
Salah satu keunggulan utama dari layanan ini adalah kemampuan untuk melakukan penyelesaian pembayaran secara real-time, kapan saja, tanpa batas waktu. Ini memberikan keuntungan bagi perusahaan yang beroperasi secara global, karena mereka dapat mengatur transaksi multi-mata uang dengan lebih mudah.
Dengan kontrak pintar, DBS memberikan kemampuan bagi institusi untuk mengatur penggunaan dana berdasarkan kondisi yang sudah ditetapkan.
Ini memastikan bahwa setiap transaksi berlangsung dengan transparansi yang lebih tinggi dan keamanan yang ditingkatkan, sehingga masalah seperti pelanggaran dana dapat diminimalisir.
Solusi Kripto yang Semakin DiperluasSebagai bagian dari strategi DBS untuk memperluas layanan digital berbasis blockchain, bank ini terus berinovasi dengan layanan baru. Pada bulan Agustus lalu, DBS bekerja sama dengan Ant International untuk meluncurkan solusi manajemen likuiditas berbasis blockchain.
Selain itu, DBS juga mengumumkan rencana untuk menyediakan opsi perdagangan kripto over-the-counter (OTC) dan produk catatan terstruktur bagi klien institusional. Hal ini mencerminkan peningkatan permintaan dari klien yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan aset digital.
Layanan ini tidak hanya menunjukkan komitmen DBS terhadap inovasi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam solusi perbankan digital di kawasan Asia.
Dengan terus memanfaatkan teknologi blockchain, DBS memastikan bahwa klien institusional dapat mengelola likuiditas dengan lebih efisien dan aman di tengah perubahan lanskap ekonomi digital.
Manfaat Bagi Klien InstitusionalMelalui layanan token ini, DBS tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi, tetapi juga membantu perusahaan dan sektor publik untuk memperkuat ketahanan operasional mereka.
Klien institusional, baik perusahaan maupun entitas publik, dapat memanfaatkan solusi ini untuk mengelola likuiditas secara lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan bahwa transaksi terjadi sesuai dengan standar yang diinginkan.
Dengan teknologi yang mendukung penggunaan kontrak pintar dan tokenisasi, DBS memperkenalkan era baru dalam pengelolaan keuangan digital, di mana klien dapat mengintegrasikan blockchain dalam alur kerja operasional mereka tanpa mengorbankan keamanan atau kepatuhan. [st]
Tokenisasi Treasuri AS Tumbuh Pesat, Tambah US$210 Juta Lagi!
Sejak Agustus 2024, tokenisasi treasuri AS melonjak US$210 juta, dengan BlackRock yang memimpin kapitalisasi senilai US$531 juta. [277] url asal
(BlockChain-Media) 13/10/24 11:00
v/16394215/
Dalam beberapa bulan terakhir, sektor tokenisasi obligasi pemerintah AS atau treasuri AS terus menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan.
Sejak melewati angka US$2 milyar pada akhir Agustus 2024, total nilai aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi tersebut telah meningkat sebesar US$210 juta, mencapai US$2,21 milyar.

Selain itu, produk-produk lainnya seperti Ondo U.S. Dollar Yield (USDY) dengan kapitalisasi US$441,14 juta juga mengalami pertumbuhan pesat sebesar 11,3 persen. Di sisi lain, Hashnote Short Duration Yield Coin (USYC) bahkan mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 27,38 persen dengan nilai pasar US$309,39 juta.
Peningkatan Volume dan Pertumbuhan InvestorWalaupun nilai kapitalisasi pasar terus meningkat, jumlah investor yang memegang token-token ini masih tergolong rendah. Data terbaru menunjukkan bahwa total pemegang token hanya mencapai 6.213 akun.
Dari jumlah tersebut, hanya 25 investor yang memegang BUIDL, dengan 12 alamat aktif bulan lalu. Meskipun begitu, volume transfer BUIDL tetap tinggi dengan US$78,99 juta dipindahkan dalam 30 hari terakhir.
Sebaliknya, Ondo Short-Term U.S. Government Bond Fund (OUSG) mengalami lonjakan volume transfer sebesar 368,38 persen menjadi US$115,97 juta, meskipun nilai kapitalisasinya turun sebesar 16,23 persen.
Manfaat Tokenisasi: Lebih dari Sekadar KeamananPertumbuhan yang stabil dari tokenisasi obligasi pemerintah AS ini tidak hanya menarik bagi investor tradisional tetapi juga untuk komunitas kripto. Dengan adanya teknologi blockchain, aset-aset tradisional seperti obligasi kini dapat diakses dengan cara yang lebih fleksibel.
Aset ini dapat diperdagangkan kapan saja tanpa batasan waktu, yang membuatnya lebih mudah diakses bagi investor global. Selain itu, blockchain juga memungkinkan transparansi yang lebih tinggi, pengurangan biaya transaksi dan peningkatan likuiditas, yang menjadi daya tarik utama bagi investor institusional maupun ritel. [st]
Sorotan Kripto Terbaru: SUI Tembus Lebih 113 Persen, FXGuys Beberkan Fitur Staking
sorotan kripto terbaru: SUI naik 113 persen dalam sebulan dan FXGuys dalam presale saat ini ada rencana fitur staking. [196] url asal
#forex #rwa #sui #tokenisasi #valas
(BlockChain-Media) 11/10/24 17:12
v/16312692/
Dalam artikel sorotan kripto terbaru hari ini melingkupi tentang kripto SUI yang sudah menembus kenaikan 113 persen dalam sebulan. Blockchain SUI memang tercatat sebagai jaringan popular di ranah RWA alias Real World Asset. Sementara itu kabar dari FXGuys yang saat ini dalam program presale token mereka membeberkan sejumlah rencana, khususnya akan menghadirkan fitur staking.
Sorotan Kripto Terbaru, Momentum Naik SUI Semakin MelemahTerpantau pada Jumat (11/10/2024) petang di CoinMarketCap, SUI terpampang sebagai kripto popular nomor dua setelah Bitcoin. Kripto SUI memang terkerek lebih dari 113 persen selama 30 hari terakhir dengan saat ini berada di kisaran US$1,89.

“Setiap transaksi di FXGuys memberikan imbalan kepada pengguna melalui model trade-to-earn, di mana imbalan tersebut dikreditkan ke akun pada hari yang sama,” kata pengelola. Selain itu, pengguna juga dapat meningkatkan keuntungan dengan melakukan staking FXG, di mana semakin lama periode staking, semakin tinggi imbalannya.
FXGuys menawarkan program pendanaan hingga US$500.000 untuk diinvestasikan dalam berbagai aset, tergantung pada tingkat keahlian trader. Leverage dalam trading dibagi dengan rasio 80:20 antara trader dan FXGuys.
FXG adalah token utilitas ERC-20 dalam ekosistem FXGuys, memungkinkan pemegangnya untuk memberikan suara, mendapatkan diskon perdagangan, dan menerima reward.
Tokenisasi RWA Semakin Mudah Kelak di Platform Kraet
Proses melakukan tokenisasi RWA (Real World Asset) semakin mudah, mulai terhadap karya seni hingga properti. Kraet menawarkan itu. [764] url asal
#blockchain #fine-art #nft #properti #real-estate #real-world-asset #rwa #seni-lukis #smart-contract #tokenisasi
(BlockChain-Media) 10/10/24 20:19
v/16267153/
Tokenisasi RWA (Real World Asset) merupakan langkah revolusioner dalam dunia investasi yang mengubah cara kita melihat dan memperdagangkan aset. Dengan Kraet sebagai platform tokenisasi, sekarang kita dapat mengubah aset fisik seperti karya seni, properti real estate, dan barang koleksi menjadi bentuk digital yang lebih mudah diperdagangkan. Artikel ini akan membahas bagaimana tokenisasi RWA dapat memberikan kemudahan dan keamanan dalam investasi serta menjelaskan potensi yang ditawarkan oleh platform Kraet.
Apa Itu Tokenisasi RWA?Tokenisasi RWA adalah proses mengubah aset fisik menjadi bentuk digital di blockchain yang dapat diperdagangkan di pasar secara daring. Dalam konteks ini, Kraet hadir untuk merevolusi cara kita mengelola dan mentransfer nilai dari aset yang biasanya sulit untuk diperdagangkan karena kurang likuid. Dengan membawa nilai dari aset yang tidak likuid ke dalam bentuk yang lebih likuid, Kraet memberikan lapisan keamanan dan transparansi yang sangat dibutuhkan dalam dunia investasi.
Nilai pasar RWA saat ini berdasarkan data dari RWA.xyz adalah sekitar US$12,7 miliar, di mana underlying asset berupa surat utang negara AS menjadi yang terbesar saat ini. Salah satu “pemain terbesarnya” adalah BlackRock dengan produknya bernama BUILD.
Bulan ini, Chainlink melaporkan bahwa total nilai aset token kini mendekati US$120 miliar, termasuk stablecoin, dengan Ethereum memimpin 58 persen dari token RWA, menjadikannya kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Chainlink juga memproyeksikan bahwa nilai pasar RWA bisa melonjak hingga US$10 triliun pada 2030.
Pada 2022, Boston Consulting Group memprediksi bahwa tokenisasi aset tidak likuid di seluruh dunia bisa mencapai US$16 triliun pada 2030. Aset-aset ini meliputi investasi yang sulit dijual, seperti properti dan karya seni. Tokenisasi memungkinkan aset-aset ini menjadi lebih likuid dan mudah diperdagangkan di pasar blockchain RWA, membuka peluang bagi lebih banyak investor dan meningkatkan efisiensi.
Forum Ekonomi Dunia pada 2021 memperkirakan bahwa aset senilai US$867 triliun bisa terdampak oleh tokenisasi. Ini menandakan bahwa berbagai aset tradisional seperti saham dan obligasi dapat didigitalisasi, menciptakan bentuk perdagangan yang lebih likuid dan efisien, serta menghadirkan inovasi baru dalam sektor keuangan.
Angka ini mencerminkan keunggulan teknologi smart contract dan blockchain dalam melakukan tokenisasi RWA, agar tingkat likuiditas aset itu lebih tinggi dan menggapai pasar yang lebih luas.

Ada banyak jenis aset dunia nyata yang dapat dibuatkan dalam bentuk token digital di blockchain, selain yang diterakan di situs RWA.xyz itu. Pengembang Kraet menyebutkan di situsnya ada tiga sektor utama bagi pengguna yang ingin menjajal sistem tokenisasi mereka yang segera akan diluncurkan ini.
Karya SeniKarya seni lukis fisik memiliki nilai sejarah dan emosional yang tinggi, namun seringkali sulit untuk diperdagangkan. Proses lelang yang panjang dan rumit dapat membuat pemilik karya seni menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan pembayaran. Dengan solusi tokenisasi RWA dari Kraet, pemilik karya seni dapat dengan mudah mengubah aset mereka menjadi nilai yang dapat diperdagangkan secara cepat dan efisien. Seolah-olah kita memiliki jembatan yang memungkinkan kita untuk menjual karya seni langsung ke pembeli tanpa harus melewati proses lelang yang memakan waktu.
Real EstateInvestasi dalam real estate adalah salah satu cara paling popular untuk membangun portfolio investasi. Namun, meskipun lebih likuid dibandingkan dengan karya seni, menjual properti tetap bisa menjadi proses yang rumit. Kraet mengkalim memungkinkan pemilik properti untuk menjual sebagian dari aset mereka, memberikan solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan likuiditas. Ini seperti memiliki akses ke mesin ATM untuk aset properti Anda, di mana Anda dapat menarik nilai dari aset Anda kapan pun diperlukan.
Barang KoleksiPasar barang koleksi alias collectibel items, mulai dari kartu olahraga hingga mainan langka, sangat besar dan menjanjikan. Namun, nilai barang koleksi ini sering kali tidak diakui oleh orang yang tidak memahami nilainya. Kraet menyebutkan pihaknya dapat memberikan solusi bagi pemilik barang koleksi untuk menjual kepemilikan mereka dan secara fraksional (sebagian) dan mendapatkan harga yang pantas. Ini bagaikan memecah sebuah harta karun yang selama ini tersembunyi, menjadikannya lebih mudah diakses oleh para kolektor dan penggemar.
Platform Tokenisasi yang InovatifKraet tidak hanya menyediakan layanan tokenisasi RWA, tetapi juga memfasilitasi perdagangan token RWA dan crowdfundinguntuk berbagai proyek. Dengan platform yang intuitif, pengguna dapat dengan mudah membeli dan menjual aset digital mereka. Ini memberi investor kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek yang berpotensi menghasilkan keuntungan sambil menikmati kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi blockchain.
Tokenisasi RWA melalui Kraet menawarkan potensi besar bagi masa depan investasi. Dengan mengubah aset fisik menjadi bentuk digital, kita dapat menikmati kemudahan, keamanan, dan likuiditas yang lebih baik.
Platform ini membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk berinvestasi dalam aset yang sebelumnya sulit diakses. Dengan fitur-fitur inovatifnya dan token KRAET yang akan diluncurkan di blockchain Base, Kraet berkomitmen untuk menjadi tambahan gerbong panjang dalam dunia tokenisasi RWA. Token KRAET sendiri akan segera tersedia di crypto exchange Coinstore. [ps]
Menuju Era Baru: Bagaimana AI dan Kripto Akan Mengubah Segalanya
Kombinasi antara AI dan kripto akan merubah segalanya, menciptakan sistem yang lebih efisien, aman, dan terdesentralisasi. [386] url asal
#artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #privasi #tokenisasi #web2 #web3
(BlockChain-Media) 03/10/24 15:30
v/15915656/
Artificial intelligence (AI) dan cryptocurrency telah menciptakan gelombang perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi, data, dan ekonomi. Kombinasi antara AI dan teknologi kripto menawarkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya untuk menciptakan sistem yang lebih efisien, aman, dan terdesentralisasi.
Teknologi ini bukan hanya meningkatkan kemampuan analisis data, tetapi juga mampu membentuk masa depan internet dan ekonomi global secara keseluruhan.
Dukungan Terhadap Industri AI danCryptocurrencySalah seorang calon presiden AS, Kamala Harris, menunjukkan dukungan terhadap inovasi dalam AI dan cryptocurrency dalam pidatonya. Harris telah mengungkapkan komitmennya untuk mendukung kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri teknologi, termasuk pengembangan AI yang bertanggung jawab serta regulasi yang mendukung adopsi teknologi blockchain.
Komitmen ini tentunya mencerminkan pandangannya bahwa teknologi baru dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat dan ekonomi. Dengan dukungan tersebut, masa depan perkembangan industri ini terlihat cukup baik karena didukung oleh peran pemerintah.
Dengan komitmen yang kuat dari pemimpin seperti Kamala Harris, industri AI dan cryptocurrency tidak hanya akan berkembang pesat, tetapi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendorong inovasi yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif di masa depan.
Potensi Pasar AI dan Kripto yang Terus BerkembangMenurut data dari Precedence Research, ukuran pasar artificial intelligence diperkirakan mencapai US$638,23 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar US$3,68 triliun pada tahun 2034.
Konsep dasar homomorphic encryption. Sumber: SpringNature.com.
Pentingnya sinergi ini semakin terlihat dalam konteks pertumbuhan pasar global. Sektor-sektor seperti keuangan, rantai pasokan, dan Internet of Things (IoT) dapat merasakan dampak besar dari teknologi ini. Misalnya, pasar keuangan dapat memanfaatkan kontrak pintar yang dijalankan secara otomatis berdasarkan data real-time yang disediakan oleh oracles, sementara AI dapat menganalisis data untuk mendeteksi anomali atau potensi penipuan secara langsung.
Di sisi lain, cryptocurrency juga menawarkan solusi atas masalah seperti efisiensi sumber daya komputasi, di mana jaringan fisik terdesentralisasi (DePINs) menggunakan blockchain untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas.
Menggunakan mekanisme tokenisasi data serta daya komputasi yang terdesentralisasi, kombinasi ini dapat menciptakan sistem kolaboratif yang lebih efisien dan terdistribusi, sambil meminimalkan biaya komputasi dan meningkatkan aksesibilitas.
Dalam beberapa tahun ke depan, sinergi antara artificial intelligence dan kripto diperkirakan akan semakin mendalam, membuka jalan untuk pengembangan teknologi yang lebih canggih dan terdesentralisasi, di mana internet masa depan bukan hanya menjadi sarana komunikasi dan transaksi, tetapi juga ruang yang lebih aman, efisien, dan terdistribusi. [dp]
Raksasa BlackRock dan Gelombang RWA U$12,4 Miliar Menjadi US$16 Triliun
BlackRock mendukung UStb dengan token RWA BUILD sebagai underlying asset. Nilai pasar RWA dapat mencapai US$16 triliun. [514] url asal
#blackrock #real-world-asset #rwa #tokenisasi #tokenized-fund
(BlockChain-Media) 29/09/24 17:52
v/15726186/
BlackRock mendukung stablecoin UStb dengan mengizinkan token RWA reksadana BUILD sebagai underlying asset-nya. Pasar token Real-World Asset (RWA) kini bernilai US$12,4 miliar, dengan blockchain Solana di peringkat ke-3 sebagai “rumahnya”. Pada tahun 2030 nilai pasar RWA bisa mencapai US$16 triliun.
Pada 26 September 2024 lalu, Ethena Labs mengumumkan rencana peluncuran stablecoin terbaru mereka, disebut UStb. Stablecoin ini ber-underlying asset berupa token RWA BUILD besutan BlackRock.
“UStb akan disokong oleh BUILD milik BlackRock dengan bermitra dengan Securitize,” sebut Ethena Labs.
Di unggahan berbeda, Securitize mengatakan BUILD adalah token reksadana bernilai surat utang Pemerintah AS terbesar saat ini, yakni US$522 juta.
“Ini memastikan memberikan nilai fondasi yang aman terhadap stablecoin UStb,” jelas Securitize, di mana protokol mereka yang digunakan dalam penerbitan token BUILD itu.
Dinamika terkini itu menggambarkan rencana jangka BlackRock di dunia blockchain dan kripto, khususnya di sektor tokenisasi RWA, usai ETF Spot Bitcoin besutan mereka hadir di bursa efek AS sejak Januari 2024.
Sebelumnya pada Mei 2024, BlackRock (pengelola dana investasi US$10 triliun) mengucurkan dana investasi ke Securitize senilai US$47 juta. Ini menyiratkan use case yang semakin sangat besar terhadap teknologi blockchain dan sektor-sektor terkait aset kripto lainnya. Use case yang meningkat menjadi dasar dari kapitalisasi pasar kripto yang tinggi pula di masa depan.
Raksasa BlackRock Incar Bisnis Tokenisasi Saham
Keunggulan Teknologi Blockchain Mendorong Tokenisasi RWA US$12,43 MiliarKeunggulan teknologi blockchain dan peningkatan adopsi terhadapnya semakin membawa revolusi besar dalam dunia keuangan tradisional. Ini tercermin dari pasar tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) yang membuncah, dengan pemain besar yang semakin banyak.
Menurut data terbaru dari RWA.xyz, nilai total RWA secara on-chain mencapai US$12,43 miliar, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 0,59 persen dalam 30 hari terakhir. Selain itu, jumlah pemegang aset meningkat menjadi 63.283, menunjukkan adopsi yang kian meluas.
Bandingkan dengan nilai RWA pada tahun 2019 yang baru mencapai US$53.800. Angka itu setara dengan rata-rata kenaikan tahunan dari tahun 2019 hingga 2024 adalah sekitar 1.082 persen per tahun.
Angka terkini itu memang tidak termasuk pasar sektor stablecoin (lebih dari US$172,58 miliar), selaras dengan konsensus definisi RWA yang terbatas pada token kripto yang underlying asset-nya berupa “aset dunia nyata”.

Pada 26 September 2024 Guggenheim Treasury Services, yang merupakan anak perusahaan dari Guggenheim Capital, mengumumkan melakukan tokenisasi sebesar US$20 juta dalam bentuk commercial paper di blockchain Ethereum.
Commercial paper adalah instrumen utang jangka pendek yang tidak terjamin, digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek mereka. Produk versi digital itu adalah yang pertama dari commercial paper dan telah mendapatkan peringkat kredit tertinggi dari Moody’s, yaitu P-1, yang menunjukkan kualitas kredit yang sangat baik.
RWA mencerminkan keunggulan teknologi blockchain dengan meningkatkan likuiditas dan transparansi aset nyata. Melalui tokenisasi, RWA memungkinkan akses yang lebih mudah bagi investor, mengurangi biaya transaksi, dan menciptakan pasar yang lebih efisien. Teknologi ini membuka peluang baru dalam investasi dan pengelolaan aset di era digital. RWA di blockchain bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga merupakan langkah besar menuju masa depan keuangan yang lebih terbuka dan inklusif. [ps]
7 Skenario Logis VTAP, Sistem Tokenisasi Aset Besutan VISA
Ada sejumlah skenario dari sistem tokenisasi aset yang diperkenalkan oleh VISA melalui Visa Tokenized Asset Platform (VTAP) miliknya. [914] url asal
#real-world-asset #rwa #stablecoin #tokenisasi #visa
(BlockChain-Media) 26/09/24 16:48
v/15594470/
Ada sejumlah skenario dari sistem tokenisasi aset yang diperkenalkan oleh VISA melalui Visa Tokenized Asset Platform (VTAP) miliknya.
Dilansir dari Coindesk, Visa Tokenized Asset Platform (VTAP) besutan raksasa keuangan VISA memberikan solusi inovatif untuk dunia aset digital. Platform ini memungkinkan pengembangan token yang didukung oleh fiat moneyyang diperkuat dengan smart contract. Dengan demikian, proses yang ada dapat didigitalkan dan diotomatisasi, mendukung pertukaran aset nyata (real world asset exchange).
Dalam bahasa sederhana VTAP dapat berupa sistem untuk melakukan proses tokenisasi terhadap nilai uang fiat, sehingga bisa ditransaksikan di blockchain. Dengan kata lain VTAP bisa saja sebagai sistem tokenisasi aset yang diperkuat dengan smart contract. Berikut sejumlah skenario logis VTAP ini kelak dapat digunakan pula sebagai sistem tokenisasi yang kini dikenal dengan istilah RWA (Real World Asset) token.
Kendati bukanlah teknologi baru, VTAP secara logis menawarkan cara yang lebih mudah dalam membuat token yang nilainya berasaskan aset tradisional.
McKinsey memperkirakan bahwa total pasar tokenisasi—tidak termasuk stablecoin—dapat mencapai sekitar US$2 triliun pada tahun 2030, didorong oleh penggunaan dalam reksa dana, obligasi dan surat berharga yang diperdagangkan di bursa, pinjaman dan sekuritisasi, dan dana alternatif. Itu kira-kira sama dengan ukuran seluruh pasar kripto.
Indonesia di Peringkat ke-2 di Dunia untuk Minat Kripto RWA
Pertama, dalam dunia properti, sistem tokenisasi VISA ini dapat menawarkan sistem tokenisasi terhadap real estate. Setiap token mewakili kepemilikan dalam sebuah properti, memungkinkan banyak investor untuk berpartisipasi tanpa memerlukan modal besar. Proses penjualan dapat diotomatisasi, mulai dari penilaian properti hingga transfer kepemilikan, menjadikan transaksi lebih cepat dan efisien.
Kedua, di sektor seni, sistem VISA ini bisa saja memberikan kesempatan bagi seniman atau kolektor untuk membuat token digital yang unik yang mewakili kepemilikan karya seni. Pembeli dapat membeli secara fraksional (sebagian) dari karya seni bernilai tinggi, yang memberikan akses yang lebih luas terhadap investasi seni. Setiap kali token tersebut dijual, smart contract dapat memastikan sistem royalti bagi seniman, memberikan keuntungan berkelanjutan seiring peningkatan nilai karya mereka. Hal ini tergambar jelas di dunia NFT.
Ketiga, tawaran teknologi VTAP ini juga berpotensi merevolusi pembiayaan rantai pasokan (supply chain). Perusahaan dapat melakukan tokenisasi pada faktur atau faktur pembelian, menciptakan aset digital yang dapat dijual atau digunakan sebagai jaminan untuk pembiayaan. Smart contract dapat mengotomatisasi proses pembiayaan dengan melepaskan pembayaran setelah kondisi tertentu terpenuhi, seperti konfirmasi pengiriman, yang akan mempercepat arus kas.
Menimbang Keunggulan Smart Contract Blockchain Ethereum dan Solana
Keempat, di sektor perubahan iklim, ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan memperdagangkan token carbon credit. Setiap token mewakili sejumlah tertentu dari pengurangan emisi karbon, dengan keaslian dan dampak proyek pengurangan karbon yang diverifikasi oleh smart contract. Ini meningkatkan transparansi di pasar carbon credit.
Pasar carbon credit adalah sistem di mana perusahaan, organisasi, atau individu dapat membeli dan menjual carbon credit yang mewakili pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Satu kredit karbon biasanya setara dengan pengurangan satu ton emisi karbon dioksida (CO2) atau gas rumah kaca lainnya.
Tujuan dari pasar ini adalah untuk mengurangi total emisi global dengan memberikan insentif bagi entitas yang mampu mengurangi emisi lebih dari yang diwajibkan, untuk menjual kredit tersebut kepada yang emisinya melebihi batas yang telah ditetapkan. Pasar ini bisa bersifat sukarela atau diatur oleh pemerintah melalui skema perdagangan emisi.
Apa Itu Token RWA (Real World Asset)?
Kelima, VTAP dari VISA juga dapat berperan dalam platform pinjaman peer-to-peer, di mana individu dapat melakukan tokenisasi pada perjanjian pinjaman. Mereka dapat meminjamkan token yang didukung fiat kepada orang lain dengan imbalan bunga. Sistem dapat secara otomatis mengelola pembayaran kembali dan perhitungan bunga, menyederhanakan proses pinjaman.
Keenam, dala skenario lain, sistem pembayaran tiket juga dapat memanfaatkan teknologi dari VISA ini. Penyelenggara dapat melakukan tokenisasi terhadap tiket acara, memungkinkan pembelian, penjualan, atau transfer tiket dengan aman. Sistem dalam prosesnya memastikan keaslian tiket dan menerapkan aturan transfer secara otomatis, mengurangi penipuan.
Perusahaan Crypto Ramai-ramai Tokenisasi Saham
Ketujuh, kontrak asuransi dapat menjadi lebih efisien dengan penggunaan VTAP dari VISA ini. Perusahaan asuransi dapat menciptakan smart contract di blockchain yang mewakili perjanjian polis, yang secara otomatis memicu pembayaran berdasarkan kondisi yang telah ditentukan, seperti bencana alam. Ini dapat mempercepat proses klaim dan meningkatkan kepercayaan nasabah.
Sejarah Visa, Perusahaan Teknologi Keuangan Global dan Bagaimana Mereka Bersaing dengan Teknologi Blockchain dan Stablecoin?
Melalui berbagai skenario aplikasi, VTAP dari VISA ini menunjukkan kemampuannya dalam mentransformasi berbagai industri. Dengan mendigitalkan aset, mengotomatisasi proses, dan meningkatkan transparansi, VTAP membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan efisiensi pasar.
Kombinasi tokenisasi dan smart contract dapat mengurangi biaya dan meningkatkan pengalaman pengguna di berbagai aplikasi, menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan efisien.
Selain VISA, hampir semua pihak di Wall Street telah mengerjakan proyek tokenisasi. State Street misalnya berpartisipasi dalam uji coba menggunakan teknologi buku besar terdistribusi (blockchain) untuk mengotomatiskan perhitungan margin dan penjaminan agunan terkait untuk transaksi forward valuta asing.
Citigroup berkolaborasi dengan Wellington Management dan WisdomTree untuk mengeksplorasi tokenisasi pasar swasta.
JPMorgan memiliki aplikasi yang memungkinkan investor untuk memanfaatkan aset sebagai agunan.
Namun, sebagian besar aktivitas difokuskan pada pengujian dan pembuktian konsep, banyak di antaranya di luar negeri. Kejelasan regulasi dan insentif baru dapat membuka jalan bagi raksasa keuangan untuk meluncurkan lebih banyak layanan tokenisasi komersial di AS.
“Kami sangat antusias dengan sektor tokenisasi saat ini, karena dalam satu hingga 18 bulan terakhir, kami benar-benar melihat evolusi dari bukti konsep menjadi real use case,” kata Butler, Kepala Aset Digital Global di BNY, dilansir dari Forbes.
Hasil penelitian dari Digital Monetary Institute yang diterbitkan pada 23 September 2024 lalu mengungkapkan, 92 persen pelaku pasar meyakini tokenisasi akan berdampak signifikan pada pasar keuangan.

Sebagian besar (52 persen) memperkirakan transformasi ini akan terjadi dalam 6-10 tahun. [ps]
Konsep Dasar Wrapped Bitcoin Token, dari WBTC Hingga cbBTC Besutan Coinbase
Wrapped Bitcoin Token menjadi sorotan khusus ketika Coinbase akan menerbitkan token bernilai BTC mereka di blockchain Solana. [374] url asal
#blockchain #btc #cbbtc #coinbase #ethereum #smart-contract #tokenisasi #tokenized-crypto #wrapped-bitcoin
(BlockChain-Media) 24/09/24 12:00
v/15484615/
Konsep Wrapped Bitcoin Token mendapatkan sorotan khusus belum lama ini, karena aktivitas token Wrapped Bitcoin (WBTC) mencetak rekor baru, selaras dengan pengumuman resmi bahwa Coinbase akan menerbitkan token bernilai BTC mereka (cbBTC) di blockchain Solana.
Pada 21 September 2024 lalu, perwakilan dari Coinbase, Hassan Ahmed, mengumumkan bahwa token cbBTC (Coinbase’s Wrapped BTC) akan diluncurkan dalam waktu dekat di blockchain Solana. Blockchain Solana adalah salah satu blockchain popular selain Ethereum.
Sebelumnya pada 20 September 2024 dikabarkan, bahwa aktivitas token Wrapped Bitcoin (WBTC) mencapai rekor terbaru di tengah kabar akan rilisnya token cbBTC oleh Coinbase di Solana. Hal itu disampaikan oleh Ben Sizelove, salah seorang kontributor CryptoQuant.
“Dengan dirilisnya produk wrapped bitcoin milik Coinbase (cbBTC), memantik perbincangan intens di komunitas kripto mengenai produk mana yang terbaik bagi pengguna. Sementara banyak topik seputar token ini masih jadi perdebata, termasuk soal bukti cadangan, audit, daftar hitam address, dan lain sebagainya. Jelas bahwa token Wrapped BTC (WBTC) masih menjadi raja karena aktivitas mingguan mencapai titik tertinggi sepanjang masa dan melampaui level aktivitas yang belum pernah terlihat sejak pasar bull sebelumnya,” tulisnya di CryptoQuant.

Meskipun Wrapped Bitcoin Token menawarkan banyak manfaat dan segala kemudahan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah risiko pada smart contract. Baik WBTC maupun cbBTC bergantung pada smart contract yang diklaim cerdas yang mengelola proses minting dan burning. Meskipun program itu telah diaudit secara ketat, ada kemungkinan risiko yang muncul jika terjadi celah keamanan yang tidak terduga.
Selain itu, ada juga risiko volatilitas harga. Harga WBTC dan cbBTC memang tidak selalu persis sama dengan Bitcoin asli di semua bursa, tergantung pada likuiditas dan permintaan di pasar. Pengguna harus waspada terhadap perbedaan harga ini.
Selain itu, seperti yang disebutkan di atas, ada kritik terhadap cbBTC karena kurangnya transparansi soal informasi cadangan BTC asli untuk menjamin nilai token mereka itu.
Wrapped Bitcoin Token, baik itu WBTC maupun cbBTC, adalah inovasi yang memungkinkan Bitcoin masuk ke blockchain yang berbeda dan banyak, seperti Ethereum, Solana hingga blockcain Base.
Dengan sistem yang transparan dan didukung oleh cadangan Bitcoin yang asli, Wrapped Bitcoin Token memberikan fleksibilitas bagi pengguna kripto untuk memanfaatkan aset mereka dalam ekosistem DeFi. Baik untuk likuiditas, jaminan, atau partisipasi dalam aplikasi DeFi, token jenis ini membuka peluang baru bagi pemilik BTC. [ps]
Indonesia di Peringkat ke-2 di Dunia untuk Minat Kripto RWA
Indonesia di peringkat ke-2 di dunia dalam minat terhadap kripto RWA alias Real World Assets. Paling atas ada AS dan ke-3 adalah India. [453] url asal
#kripto-rwa #real-world-asset #rwa #token-rwa #tokenisasi
(BlockChain-Media) 23/09/24 21:42
v/15462958/
Indonesia di peringkat ke-2 di dunia dalam minat terhadap kripto RWA alias Real World Assets. Paling atas ada AS dan ke-3 adalah Turki. Popularitas prinsip tokenisasi yang terkait sektor RWA telah diprediksikan sebelumnya oleh raksasa keuangan BlackRock.
Ketiga negara itu menyumbang lebih dari sepertiga minat global terhadap narasi RWA di tahun 2024, dengan total kontribusi mencapai 33 persen. Hal itu tertuang dalam penelitian teranyar Coingecko belum lama ini.
Amerika Serikat mencatat minat tertinggi terhadap kripto RWA di tahun ini, dengan menyumbang 14,8 persen dari total minat global. Posisi tersebut mempertegas peran AS sebagai pusat utama dalam perkembangan berbagai narasi kripto, termasuk token dengan kapitalisasi kecil dan kripto yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
“Sebagai arena besar dalam kripto, Amerika Serikat memimpin perhatian global terhadap beberapa narasi kripto besar, dan ini termasuk RWA,” demikian menurut laporan Coingecko Research yang ditulis oleh Lim Yu Qian.
Di AS, protokol RWA yang paling banyak menarik perhatian adalah Ondo Finance (ONDO), yang menyumbang hampir setengah dari minat negara tersebut terhadap kripto RWA. Selain Ondo, Amerika juga memimpin minat terhadap protokol RWA lainnya seperti Goldfinch (GFI) dan Maple (MPL), di mana AS mewakili hampir sepertiga dari perhatian global pada kedua protokol tersebut di tahun ini.

Kripto RWA (Real World Assets), merujuk pada token kripto yang merepresentasikan aset fisik dan diperdagangkan di dalam blockchain. Aset-aset ini bisa berupa properti (real estate), emas, obligasi, atau bahkan karya seni. Dalam konteks cryptocurrency, RWA memberikan jembatan antara dunia digital dan fisik, memungkinkan aset tradisional untuk ditokenisasi dan diperdagangkan secara lebih efisien.
Dengan cara ini, RWA mengubah aset fisik menjadi digital, mempermudah akses, likuiditas, dan efisiensi dalam perdagangan. Ini membuka peluang baru bagi investor dan pemilik aset, serta meningkatkan transparansi dan keamanan dalam transaksi.
RWA menjadi solusi inovatif dalam mengatasi batasan-batasan yang ada di pasar tradisional, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk terlibat dalam investasi yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau.
Tokenisasi di ranah kripto RWA ini sudah diprediksi sebelumnya oleh raksasa keuangan BlackRock, bahwa tokenisasi saham akan mengubah wajah pasar modal global.
Bos BlackRock: Pasar Modal Jauh Lebih Efisien Berkat Teknologi Blockchain Lewat Tokenisasi Saham
Indonesia dan Kripto di Mata DuniaSebelumnya Indonesia juga menjadi sorotan terkait tingkat adopsi dan kepemilikan aset kripto secara global. Dalam riset terbaru Chainalysis, Indonesia berada di peringkat ke-3 dunia untuk urusan adopsi aset kripto. Torehan ini sangat signifikan, karena naik dari peringkat ke-7 pada riset sebelumnya. Indonesia dikalahkan oleh India dan Nigeria, masing-masing di posisi pertama dan kedua.

Sementara itu, dalam hal jumlah dan besaran kepemilikan kripto, Indonesia berada di 12 besar secara global, berdasarkan riset Triple A. Angka itu setara dengan fakta bahwa sebanyak 13,9 persen dari populasi Indonesia kini telah memiliki aset kripto. [ps]
Keamanan Baru Mastercard: Dari Kartu Kredit ke Tokenisasi
Mastercard beralih ke teknologi tokenisasi untuk menggantikan nomor kartu kredit tradisional, meningkatkan keamanan transaksi online. [311] url asal
(BlockChain-Media) 02/09/24 10:30
v/14867989/
Mastercard mengambil langkah signifikan dalam mengamankan transaksi online dengan menghapus nomor kartu kredit tradisional dan menggantinya dengan teknologi tokenisasi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan keamanan data dan meminimalkan risiko kebocoran informasi yang semakin marak di era digital.
Langkah Proaktif Mastercard untuk Menangani Penipuan OnlineCryptodnes melaporkan bahwa, inisiatif itu baru-baru ini disorot oleh publikasi Singapura, Lianhe Zaobao, yang menekankan langkah proaktif Mastercard dalam menangani masalah penipuanonline yang semakin meningkat.
Dengan ancaman siber yang berkembang pesat, kebutuhan akan mekanisme keamanan yang kuat menjadi semakin krusial. Adopsi tokenisasi oleh Mastercard adalah bukti komitmen perusahaan untuk tetap berada di garis depan dalam memerangi kejahatan siber.
Tokenisasi bekerja dengan menggantikan informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit, dengan token digital yang dihasilkan secara acak. Token ini bertindak sebagai pengganti data asli selama penyimpanan dan transmisi.
Hasilnya adalah pengurangan signifikan dalam kemungkinan terjadinya kebocoran data, karena token itu sendiri tidak memiliki nilai yang dapat dieksploitasi jika dicegat oleh pelaku jahat.
Metode ini tidak hanya melindungi informasi pribadi dan keuangan konsumen tetapi juga menambahkan lapisan keamanan penting bagi seluruh ekosistem pembayaran.
Strategi dalam Mengurangi Dampak Penipuan OnlineKeputusan Mastercard untuk beralih ke tokenisasi merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi dampak penipuan pembayaranonline, yang menjadi perhatian besar bagi bisnis dan konsumen.
Menurut proyeksi, penipuan online diperkirakan akan merugikan ekonomi global lebih dari US$91 miliar pada tahun 2028. Dengan mengadopsi tokenisasi, Mastercard memposisikan diri sebagai pemimpin dalam keamanan digital, menetapkan standar baru untuk perlindungan informasi sensitif di dunia digital.
Perjalanan perusahaan dengan teknologi tokenisasi dimulai satu dekade yang lalu. Awalnya, Mastercard membutuhkan waktu tiga tahun untuk mencapai transaksi bernilai $1 milyar dengan metode ini.
Namun, dengan kemajuan teknologi dan adopsi yang luas, Mastercard kini memproses volume yang sama hanya dalam waktu satu minggu. Pertumbuhan eksponensial ini menegaskan efektivitas tokenisasi dalam mengamankan transaksi dan potensinya untuk merevolusi cara pembayaran diproses secara global. [st]
IDDB Sebagai Proyek Tokenisasi Obligasi Negara Pertama di Indonesia
ID Digital Bonds (IDDB) resmi sebagai proyek tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia yang merepresentasikan INDON 34. [1,090] url asal
#blockchain #bond #kripto #obligasi-negara #smart-contract #surat-utang-negara #token #tokenisasi
(BlockChain-Media) 21/08/24 18:47
v/14520731/
ID Digital Bonds (IDDB) diumumkan secara resmi sebagai proyek tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia. Tokennya, disebut IDDB, yang kelak diperdagangkan di Nanovest itu merepresentasikan obligasi negara INDON 34 secara fraksional.
Dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (21/8/2024), PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) secara resmi berkolaborasi dengan PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) menghadirkan inovasi produk tokenisasi obligasi negara pertama di Indonesia.
“Proyek tokenisasi obligasi yang disebut dengan ID Digital Bonds (IDDB) ini merupakan proyek pertama di Indonesia yang melakukan adopsi tokenisasi pada aset keuangan dalam bentuk obligasi (bonds) alias surat utang. Proyek IDDB ini merupakan hasil pengembangan dan kolaborasi antara Nanovest sebagai crypto exchange yang terdaftar sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) selaku token issuer (penerbit token), STAR Asset Management selaku mitra manajer investasi dan Bank Sinarmas selaku kustodian yang melakukan penyimpanan aset keuangan obligasi,” tertera dalam keterangan itu.
Selain itu token IDDB juga dipastikan akan merepresentasikan kepemilikan dari obligasi seri INDON 34.
“Adapun nantinya token IDDB akan dapat merepresentasikan INDON 34 secara fraksional sehingga minimum pembelian obligasi dapat diturunkan, di mana token IDDB itu sendiri diterbitkan di blockchain Ethereum sebagai token berstandar ERC-20,” sebut Nanovest.
Disampaikan pula, bahwa proyek IDDB secara resmi dalam proses menjadi peserta dalam program sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk inovasi keuangan domestik.
Mengapa Perbankan Lirik Tokenisasi Real Asset?
Manfaat IDDB Sebagai Aset Digital Hasil Tokenisasi Obligasi Negara“Para calon investor tentunya akan mendapatkan berbagai keuntungan menarik melalui token IDDB ini. Dikutip dari Bank Panin, transaksi obligasi negara khususnya INDON 34 membutuhkan nilai transaksi paling sedikit US$200 ribu atau setara Rp3 miliar. Adanya token IDDB dapat membuka peluang bagi para calon investor agar dapat membeli obligasi seri INDON 34 dengan nominal transaksi yang lebih terjangkau, yaitu mulai dari US$1000. Melalui token IDDB, hasul tokenisasi obligasi negara ini, para calon investor akan diberikan kesempatan untuk terlibat dengan aset keuangan berisiko rendah namun berkualitas tinggi dengan cara yang lebih mudah, lebih aman, minimum pembelian yang lebih kecil, serta lebih efisien daripada sebelumnya,” sebut mereka.
Sementara itu Gumarus Dharmawan William CEO PT Sejahtera Bersama Nano (SBN)-IDDB mengatakan, inovasi produk terbaru mereka lewat IDDB kepada masyarakat Indonesia adalah cerminan untuk terus memenuhi permintaan investor yang semakin berkembang dengan memberikan akses ke Real World Asset (RWA) tokendengan underlying aset keuangan obligasi.
“Kami yakin IDDB dapat menghadirkan likuiditas, transparansi, dan aksesibilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di aset keuangan obligasi sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi dalam membangun negeri dengan meningkatkan capital inflow positif ke Indonesia,” sebutnya.
Jajaran Direksi dan Manajemen Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano), Star Asset Manajemen dan Manajemen SBN (PT Sejahtera Bersama Nano).Bank Indonesia (BI) mencatat telah terjadi keluarnya dana atau modal dari dalam negeri ke luar, baik secara langsung maupun tidak langsung (capital outflow) sebesar Rp780 miliar sepanjang 19-20 Juni 2024.
Aliran modal asing itu keluar melalui jual neto pasar saham senilai Rp1,42 triliun. Sementara itu, aliran modal asing masuk melalui beli neto Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp450 miliar dan melalui SRBI (Sekuritas Bank Indonesia) sebesar Rp190 miliar.
Tingginya capital outflow tersebut membuat proyek IDDB ini digagas dan dirancang dalam tujuan membantu pembangunan negara.
“Pada tahap awal, kami akan mengembangkan proyek tokenisasi pada obligasi pemerintah dengan seri INDON 34 menggunakan mata uang dolar AS. Melalui token IDDB, investor akan dapat mengakses obligasi dengan lebih mudah dikarenakan modal minimum yang dibutuhkan untuk membeli token IDDB akan jauh lebih kecil dibanding membeli obligasi seri INDON 34 secara langsung,” terang mereka.
Raksasa BlackRock Incar Bisnis Tokenisasi Saham
Sedangkan Billy Surya Jaya selaku Direktur Utama Nanovest menambahkan, Nanovest sebagai crypto exchange mengaku menerima baik mereka sebagai fasilitator transaksi token IDDB kepada konsumen publik.
“Kami yakini para calon investor semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan portofolio yang menguntungkan. Lebih dari itu para investor juga akan memiliki rasa aman karena IDDB menjadi token pertama dengan underlying asset berupa obligasi yang secara resmi sedang dalam proses menjadi peserta sandbox di OJK,” terang Billy.
Apa Itu RWA Token?RWA (Real World Asset) token adalah jenis token kripto yang didukung oleh aset dunia nyata, seperti properti, komoditas, sekuritas, ataupu surat utang (bonds) Token ini mewakili (represent) kepemilikan atau bagian dari aset fisik yang sebenarnya, yang di-tokenisasi menggunakan smart contractdan diterbitkan di blockchain. Tujuan utama dari RWA token ini adalah untuk membuat aset dunia nyata lebih likuid, mudah diakses, dan dapat diperdagangkan secara global.
Contoh aset yang dapat ditokenisasi termasuk real estate, saham, obligasi, atau bahkan barang-barang mewah seperti karya seni. Dengan menggunakan RWA token, aset ini dapat diperdagangkan melalui blockchain, lewat crypto exchange selayaknya token kripto biasa.
Ini memungkinkan investor untuk membeli dan menjual bagian-bagian kecil dari aset tersebut tanpa harus memiliki aset secara fisik. Tokenisasi aset dunia nyata juga memungkinkan pembagian kepemilikan yang lebih mudah dan transparan, serta memfasilitasi transaksi lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi.
Token RWA menjadi semakin popular karena menawarkan cara baru untuk mengakses dan mengelola investasi dalam aset dunia nyata, dengan memanfaatkan keamanan dan efisiensi teknologi blockchain.
Menurut Markets & Markets, pasar tokenisasi diperkirakan akan meluas dari US$2,3 miliar pada tahun 2021 menjadi US$5,6 miliar pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 19 persen. Saat ini, tokenisasi memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang seiring dengan teknologi blockchain.
Tokenisasi Jadi Sorotan Perusahaan InternasionalKeunggulan tokenisasi aset nyata mendapatkan sorotan dari CEO BlackRock Larry Fink. Pada Maret 2023 ia menyebutkan, ada potensi bahwa tokenisasi aset nyata dapat mendorong efisiensi di pasar modal dan meningkatkan biaya serta memperluas akses bagi investor. Fink mencatat bahwa tokenisasi aset dapat membantu merevolusi industri manajemen aset, menawarkan penerapan yang menarik untuk teknologi dasar di ruang aset digital.
“Di BlackRock kami terus mengeksplorasi ekosistem aset digital, terutama area yang paling relevan dengan klien kami seperti blockchain yang diizinkan dan tokenisasi saham dan obligasi,” tutur Larry Fink.
JP Morgan juga menjelajahi dunia tokenisasi dengan menyelesaikan lintas transaksi mata uang yang melibatkan deposit yen Jepang dan dolar Singapura yang telah diterbitkan dalam bentuk token.
Sejumlah perusahaan manajemen investasi di Inggris juga telah mendapatkan lampu hijau untuk mengembangkan tokenisasi reksadana, di mana aset reksadana dikonversi menjadi bentuk token digital yang didukung oleh teknologi blockchain.
Memahami Cara Kerja Tokenisasi Reksadana
“Berkat tokenisasi ini (juga disebut sebagai fraksionalisasi), akan memungkinkan aset reksadana untuk diperdagangkan dengan lebih murah dan lebih transparan. Bahkan cakupan investor untuk membeli ke dalam berbagai aset menjadi lebih luas,” kata sejumlah sumber dilansir dari Reuters, Jumat (24/11/2023).
Lampu hijau untuk tokenisasi reksadana ini telah mendapat restu dari Otoritas Keuangan Inggris (FCA) sebagai langkah perdana menuju penawaran reksadana yang ditokenisasi. [ps]
OpenEden Tokenisasi T-Bills AS di XRP Ledger, Langkah Besar!
OpenEden tokenisasi obligasi AS di XRP Ledger. Langkah inovatif ini meningkatkan utilitas blockchain dan keamanan investasi. [625] url asal
#openeden #t-bills #tokenisasi #xrp-ledger #xrpl
(BlockChain-Media) 02/08/24 10:35
v/12984983/
Pada awal bulan ini, OpenEden membuat pengumuman penting dengan mengintegrasikan obligasi Treasuri AS (T-Bills) yang ditokenisasi ke dalam XRP Ledger (XRPL). Langkah inovatif ini menandai langkah signifikan dalam tokenisasi aset dunia nyata, lebih meningkatkan utilitas dan kemampuan teknologi blockchain.
T-Bills adalah sekuritas utang jangka pendek yang diterbitkan oleh Departemen Keuangan AS. Instrumen keuangan ini digunakan oleh pemerintah untuk menghasilkan dana untuk berbagai proyek publik dan mengelola utang nasional.
T-Bills memiliki karakteristik periode jatuh tempo yang singkat, biasanya berkisar dari beberapa hari hingga satu tahun, dengan periode jatuh tempo yang umum termasuk empat minggu, delapan minggu, 13 minggu, 26 minggu dan 52 minggu.
Fitur Unik dan Keamanan T-BillsCrypto Globemelaporkan, salah satu fitur unik T-Bills adalah penjualannya dengan harga diskon dari nilai nominalnya. Investor membeli T-Bills dengan harga lebih rendah dari nilai tebusannya, sehingga bunga yang diperoleh adalah selisih antara harga pembelian dan nilai nominal yang diterima pada saat jatuh tempo.
Misalnya, T-Bill dapat dibeli seharga US$990 dan bernilai US$1.000 saat jatuh tempo. Tidak seperti obligasi tradisional, T-Bills tidak memberikan pembayaran bunga berkala.
T-bills dianggap sebagai salah satu opsi investasi paling aman karena didukung oleh kepercayaan penuh dan kredit dari pemerintah AS, yang membuat risiko gagal bayar sangat rendah.
Selain itu, T-Bills sangat likuid, artinya dapat dengan mudah dibeli dan dijual di pasar sekunder, memberikan akses cepat ke uang tunai jika diperlukan.
Proses pembelian T-Bills melibatkan sistem penawaran kompetitif di lelang Treasuri. Investor dapat berpartisipasi baik secara langsung maupun melalui broker, dengan dua jenis penawaran yang tersedia: non-kompetitif, di mana investor setuju untuk menerima hasil yang ditentukan di lelang, dan kompetitif, di mana investor menentukan hasil yang mereka bersedia terima.

Investor tertarik pada T-Bills karena beberapa alasan. Keamanannya, didukung oleh pemerintah AS, adalah daya tarik utama. Pengembaliannya dapat diprediksi, karena selisih antara harga pembelian dan nilai nominal sudah diketahui sebelumnya.
Likuiditas tinggi dari T-Bills menambah daya tariknya, memungkinkan investor untuk mengubahnya menjadi uang tunai dengan cepat jika diperlukan. Selain itu, T-Bills menawarkan cara untuk mendiversifikasi portofolio investasi, membantu mengurangi risiko keseluruhan.
Ripple dan Tokenisasi T-Bills di XRPLDalam siaran persnya, Ripple menyoroti bahwa token TBILL OpenEden didukung oleh T-Bills AS berjangka pendek dan perjanjian pembelian kembali terbalik yang dijamin oleh Treasuri AS.
Ripple menekankan bahwa penyaringan KYC dan AML yang ketat wajib bagi semua pembuat, memastikan keamanan dan kepatuhan peraturan yang terbaik.
Ripple juga mengumumkan investasi sebesar US$10 juta ke dalam token TBILL OpenEden. Investasi ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengalokasikan dana ke T-Bills yang ditokenisasi yang ditawarkan oleh OpenEden dan penerbit lainnya.
Wakil Presiden Senior di RippleX, Markus Infanger, menyatakan bahwa obligasi Treasuri AS yang ditokenisasi oleh OpenEden merupakan contoh tren tokenisasi untuk aset dunia nyata, meningkatkan utilitas dan menciptakan peluang baru.
Ripple menekankan bahwa penambahan T-Bills di XRP Ledger, yang didukung oleh OpenEden, menegaskan reputasi blockchain ini sebagai platform terkemuka untuk tokenisasi RWA.
Fitur dan Kapabilitas XRPLXRP Ledger digambarkan oleh Ripple sebagai blockchain yang dirancang untuk aplikasi keuangan tingkat institusional, memuji keandalannya, efisiensinya, dan rangkaian fiturnya yang komprehensif.
Itu termasuk Automated Market Maker (AMM) dan kemampuan yang akan datang seperti Decentralized Identifier (DID), Multi-Purpose Tokens (MPT), Lending Protocol dan dukungan Oracle asli. Fitur-fitur ini menjadikan XRPL fondasi yang kuat untuk tokenisasi RWA dan DeFi tingkat institusional.
OpenEden baru-baru ini melampaui US$75 juta dalam Total Value Locked (TVL) untuk T-Bills AS yang ditokenisasi, menyoroti kepercayaan pasar yang meningkat.
Selain itu, produk obligasi Treasuri AS yang ditokenisasi oleh OpenEden adalah yang pertama mencapai peringkat investasi A dari lembaga pemeringkat Moody’s.
Co-founder OpenEden, Jeremy Ng, menyatakan antusiasmenya untuk membawa T-Bills yang ditokenisasi ke XRPL, difasilitasi oleh stablecoin, termasuk Ripple USD yang diantisipasi. [st]