Kajian LSI Denny JA soal 10 Tahun Jokowi: Ada 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral

Kajian LSI Denny JA soal 10 Tahun Jokowi: Ada 3 Rapor Biru, 1 Rapor Merah, dan 3 Rapor Netral

Berdasarkan kajian LSI Denny JA terdapat poin keberhasilan dan kegagalan dalam 10 tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi. Halaman all

(Kompas.com) 24/09/24 16:36 15492005

JAKARTA, KOMPAS.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil kajian terkait penilaian keberhasilan atau kegagalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun terakhir.

Penilaian tersebut berdasarkan 6 indeks ditambah 1 indeks dunia seperti World Bank, Heritage Foundation, dan Transparency International.

"Rapor Jokowi, dia dapat 3 rapor biru dan 1 rapor merah dan 3 rapor netral. Dari data rapor ini bisa kita nilai pemerintah Jokowi adalah pemerintahan yang berhasil, mengapa? (Karena) ada 3 rapor biru hanya 1 rapor merah dan 3 rapor netral," kata Direktur SIGI LSI Denny JA, Ardian Sopa, yang disiarkan kanal Youtube LSI Dennt JA, Selasa (24/9/2024).

Ardian mengatakan, 3 rapor biru Jokowi diperoleh dari tiga aspek yaitu nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat dari 891 miliar Dollar Amerika Serikat (AS) pada 2024 menjadi 1,4 triliun Dollar AS.


Kemudian, skor dalam indeks kebebasan ekonomi yang diukur The Heritage Foundation menunjukkan adanya kenaikkan dari 58,5 poin pada 2014 menjadi 63.5 pada 2023.

Lalu, indeks kemajuan sosial yang diukur Social Progress Imperative menunjukkan skornya naik dari 61,65 poin pada 2014 menjadi 67,22 poin pada 2023.

"Dilihat dari 61,65 menjadi 67,22 skornya naik, peforma naik jadi tambahan rapor biru pemerintahan Jokowi," ujar Ardian.

3 Rapor netral

Ardian mengatakan, Jokowi juga mendapatkan 3 rapor netral dari tiga aspek. Pertama, indeks persepsi korupsi yang diukur Transparency International.

Ia mengatakan, skor indeks persepsi korupsi stagnan atau tidak mengalami perubahan yaitu dari 34 poin pada 2014 dan 34 poin di 2024.

Kedua, indeks kebebasan pers yang diukur Reporters Without Borders menunjukkan skor mengalami penurunan dari 61.85 poin pada 2014 menjadi 51.15 poin pada 2024. Namun, ranking meningkat dari 132 menjadi ranking 111 dalam periode yang sama.

Ketiga, indeks kebahagiaan diukur United Nations Sustinable Development Solutions Network (SDSN) dan Gallup Poll menunjukkan terjadi penurunan ranking dari 76 poin di 2013, menjadi 80 pada 2024. Namun, skor naik dari 5,348 poin di 2013 menjadi 5,568 poin di 2024.

"Ada penurunan ranking, dan skor naik, tidak semuanya turun," tuturnya.

Satu rapor merah

Terakhir, Ardian mengatakan, Jokowi mendapatkan satu rapor merah selama 10 tahun menjabat yaitu di aspek demokrasi. Hal ini diukur oleh Economist Intelligence Unit.

Ia mengatakan, skor demokrasi turun dari 6.95 poin di 2014 menjadi 6.53 poin di 2023. Kemudian ranking juga mengalami penurunan dari 49 di 2014 menjadi ranking 56 di 2023.

"Itu adalah hasil dari kajian yang kita lakukan," ucap Ardian.

#joko-widodo #lsi-denny-ja #jokowi #pemerintahan-presiden-jokowi

https://nasional.kompas.com/read/2024/09/24/16365781/kajian-lsi-denny-ja-soal-10-tahun-jokowi-ada-3-rapor-biru-1-rapor-merah-dan