Saham Emiten Grup Sinar Mas (INKP) Masih Murah, Potensi Kenaikan 60% Lebih

Saham Emiten Grup Sinar Mas (INKP) Masih Murah, Potensi Kenaikan 60% Lebih

Saham Indah Kiat (INKP), perusahaan kertas milik Grup Sinar Mas, masih murah. Potensi kenaikan harga saham INKP lebih dari 60%. - Halaman all

(InvestorID) 24/09/24 18:00 15504569

JAKARTA, investor.id – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), perusahaan kertas milik Grup Sinar Mas, tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada pulp dan beralih ke produk hilir yang memiliki harga lebih stabil dan pertumbuhan berbasis volume.

“Di sektor ini, lemahnya permintaan China untuk pulp serta kertas & kemasan (p&p) menyebabkan harga stagnan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Perusahaan efek tersebut juga mengungkapkan bahwa hari persediaan untuk bleachedhardwoodkraft (BHK) tetap tinggi di 48 hari, karena lemahnya permintaan p&p. Melemahnya pengiriman ke China sejak April juga menyebabkan penurunan bertahap pengiriman pulp global.

“Kami perkirakan permintaan pulp akan pulih pada September saat perbedaan harga antara p&p dan BHK mulai melebar hingga lebih dari US$ 200/ton,” sebut RHB.

Lebih lanjut, RHB menjelaskan bahwa pengiriman pulp ke China tetap lemah, meski ada tambahan kapasitas p&p sekitar 4 juta ton. Pada Juli, pengiriman ke China turun 15,8% mom dan 27,2% yoy.

Sedangkan volume BHK pulp yang tiba pada Agustus hanya mencapai 1,28 juta ton atau turun 23,7% yoy, meski naik 26,2% mom. Akibatnya, impor BHK pulp China sepanjang Januari-Agustus 2024 sebanyak 10,1 juta ton, turun 2,2% yoy.

Berdasarkan data bea cukai China, harga BHK pulp impor pada Agustus sebesar US$ 690/ton, mendukung asumsi RHB bahwa pendapatan produsen pulp pada kuartal III-2024 bakal tetap lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2024 saat harga sebesar US$ 648/ton.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Namun, penurunan harga pulp baru-baru ini yang mencapai US$ 560/ton akan tercermin dalam performa kuartal IV-2024. Perlu dicatat bahwa pesanan biasanya memerlukan 2-6 pekan untuk sampai ke tujuan, dengan tambahan 2-4 pekan sebelum keluar dari gudang.

Hasil diskusi dengan pemain global, menurut RHB, adanya tambahan kapasitas 2,6 juta ton dari pabrik Cerrado Suzano dan ekspansi pulp di China menekan harga. Namun, China seharusnya tidak terlalu khawatir karena ketergantungannya pada impor serpihan kayu yang mahal, dengan biaya US$ 160-220/ton dan rasio konversi 2 kali, yang meningkatkan biaya produksi pulp menjadi US$ 380-500/ton dibandingkan biaya lebih rendah produsen terintegrasi sebesar US$ 220-260/ton.

Sementara itu, mengenai Indah Kiat (INKP), RHB menyebutkan bahwa perusahaan kertas milik Grup Sinar Mas tersebut memiliki mesin pendorong pertumbuhan pada 2025. Fasilitas baru yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal II-2025 bakal menghasilkan kertas industri (putih).

“INKP akan mengurangi ketergantungan pada harga pulp dan menawarkan margin lebih kuat berkat produksi terintegrasi dan sumber pulp internal,” jelas RHB.

Dengan berbagai faktor tersebut, RHB mempertahankan rekomendasi buy saham INKP. Target harga saham INKP sebesar Rp 13.625. Hingga berita ini ditayangkan, INKP bertengger di level Rp 8.350. Dengan begitu, potensi kenaikan harganya 60% lebih, tepatnya 63%.

Target harga saham INKP 2025 itu didasari P/E sebesar 9 kali, relatif murah dengan diskon 24% dari industrinya, serta termasuk 2% premi ESG. Risiko utamanya jika terjadi pelemahan ekonomi China, volatilitas nilai tukar, kenaikan suku bunga, dan regulasi yang tidak menguntungkan.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #inkp #saham-inkp #indah-kiat #grup-sinarmas #pulp-kertas #pabrik-indah-kiat #rhb #rekomendasi-saham #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374421/saham-emiten-grup-sinar-mas-inkp-masih-murah-potensi-kenaikan-60-lebih