Laba BTN (BBTN) Rontok Lagi

Laba BTN (BBTN) Rontok Lagi

Laba bersih BTN (BBTN) ambles lebih dalam. Tak hanya itu, kredit dan pembiayaan BTN (BBTN) juga tak lebih bergairah. - Halaman all

(InvestorID) 24/09/24 22:26 15504596

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN melaporkan kinerja keuangan hingga Agustus 2024. Hasilnya, laba bersih tahun berjalan rontok lagi, bahkan penurunannya lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.

Laba bersih tahun berjalan BTN sampai dengan Agustus 2024 tercatat mencapai Rp 1,81 triliun. Sebagai perbandingan, laba yang dicetak pada periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 2,00 triliun.

Dengan demikian, laba bersih BBTN tersebut tercatat ambles sebesar hampir 9,75% secara tahunan (year on year/yoy) per Agustus 2024. Penurunan laba bersih tersebut kian dalam jika dibandingkan dengan Juli 2024 yang sebesar 5,8% (yoy).

Ada sejumlah faktor yang mendorong tren minor dari laba bersih yang dimaksud. Pertama, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) terperosok 11,01% menjadi Rp 7,87 triliun pada Agustus 2024.

Hal tersebut dipengaruhi pendapatan yang tumbuh melambat, diperparah beban bunga yang naik lebih tinggi. Sebagai gambaran, pendapatan bunga BTN pada Agustus naik 8,61% atau lebih rendah dari Juli yang sebesar 9,80%. Di saat sama, laju beban bunga sebesar 27,01% atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 26,79%.

Faktor kedua, sejumlah upaya perbaikan dan beberapa pendapatan alternatif belum mampu mendongkrak perolehan laba. Pendapatan komisi naik 7,96% menjadi Rp 989,15 miliar. Begitu juga pendapatan lainnya yang naik 35,99% menjadi Rp 891,70 miliar.

Selanjutnya, BBTN berhasil menekan cukup dalam biaya provisi sampai 49,09% menjadi Rp 1,31 triliun pada Agustus 2024. Tapi, ini tak cukup untuk mendongkrak laba operasional hasilnya masih susut 8,65% menjadi Rp 2,29 triliun.

Kredit dan DPK Melambat

Sejalan dengan perolehan pendapatan bunga yang tumbuh lebih rendah, kinerja intermediasi dari BTN tampaknya juga tak lebih bergairah. Total kredit dan pembiayaan syariah meningkat 13,05% menjadi Rp 355,26 triliun pada Agustus 2024. Sebelumnya pada Juli 2024, kredit dan pembiayaan meningkat 14,39% year on year.

Perlambatan dicatatkan baik dari sisi penyaluran kredit maupun pembiayaan syariah. Kredit senilai Rp 312,90 triliun naik 12,09% pada Agustus 2024, masih lebih rendah dari perkembangan Juli 2024 yang sebesar 13,38%. Sedangkan pembiayaan syariah naik 20,67% menjadi Rp 42,36 triliun, juga tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sampai 22,55%.

Adapun dengan perkembangan kredit dan pembiayaan syariah itu, BTN mengoleksi total aset mencapai Rp 456,37 triliun. Angka itu tumbuh 11,88% pada Agustus 2024.

Mengekor dari sisi demand, sisi supply yaitu pendanaan juga menunjukkan tren pelemahan. Dana pihak ketiga (DPK) BBTN memang masih tumbuh tinggi yaitu 16,49% menjadi Rp 373,88 triliun pada delapan bulan tahun ini. Tapi dalam perkembangannya, pertumbuhan itu melemah dari posisi pertumbuhan Juli yang sebesar 17,54%.

Penghimpunan dana dari instrumen tabungan turun 3,94% menjadi Rp 39,54 triliun. Giro naik 12,69% menjadi Rp 141,43 triliun. Sedangkan deposito masih berlanjut tumbuh dalam kisaran tinggi yaitu 25,04% menjadi Rp 192,89 triliun.

Alhasil, dana murah (current account saving account/CASA) yang dihimpun hanya terdongkrak 8,58% menjadi Rp 180,98 triliun. Mengikuti rasio CASA yang juga susut secara yoy dari posisi 51,93% menjadi 48,41%.

Agresivitas penghimpunan dana dari BBTN ini membuat liabilitas meningkat 12,04% menjadi Rp 424,69 triliun pada Agustus 2024. Sedangkan ekuitas masih mampu dipupuk tumbuh 9,81% menjadi Rp 31,67 triliun.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #btn #bbtn #laba-btn #kredit-btn #kinerja-btn #laporan-keuangan-btn #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374484/laba-btn-bbtn-rontok-lagi