Pemerintah Serap Rp 24,22 Triliun dari Penjualan Sukuk Ritel SR021
Pemerintah berhasil menyerap Rp 24,22 triliun dari penjualan sukuk ritel SR021, didominasi oleh investor milenial dan pegawai swasta. Halaman all
(Kompas.com) 24/09/24 22:08 15521579
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp 24,22 triliun dari penjualan sukuk ritel seri SR021.
Rincian penjualan menunjukkan bahwa Rp 19,28 triliun diperoleh dari seri SR021T3 (tenor 3 tahun) dan Rp 4,95 triliun dari seri SR021T5 (tenor 5 tahun).
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa total pembeli sukuk ini mencapai 63.622 investor.
Dikutip dari pengumuman DJPPR, rata-rata pemesanan per investor untuk SR021T3 adalah Rp 360,34 juta, sedangkan untuk SR021T5 mencapai Rp 350,66 juta.
Berdasarkan rentang nominal pemesanan, mayoritas investor berada pada rentang Rp 5 juta hingga Rp 100 juta, yaitu 38,93 persen untuk SR021T3 dan 40,17 persen untuk SR021T5.
Sementara itu, volume pemesanan terbesar terdapat pada rentang di atas Rp 1 miliar, dengan persentase 49,66 persen untuk SR021T3 dan 59,47 persen untuk SR021T5.
Dari segi demografi, investor milenial mendominasi kedua seri ini dengan total 31.832 investor.
Rinciannya, terdapat 24.403 investor (45,62 persen) untuk SR021T3 dan 7.429 investor (52,65 persen) untuk SR021T5.
Namun, jika dilihat dari sisi volume pemesanan, generasi X menjadi yang teratas dengan volume pemesanan Rp 7,76 triliun untuk SR021T3 dan Rp 2,20 triliun untuk SR021T5.
Berdasarkan profesi, pegawai swasta mendominasi jumlah investor pada kedua seri ini, masing-masing sebesar 33,64 persen untuk SR021T3 dan 37,14 persen untuk SR021T5.
Di sisi lain, wiraswasta mendominasi dari segi nominal pemesanan, dengan persentase 34,63 persen untuk SR021T3 dan 30,72 persen untuk SR021T5.
Dari segi wilayah, pemesanan SR021 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.
Untuk SR021T3, wilayah Indonesia bagian barat (selain DKI Jakarta) mendominasi dengan 32.151 investor (60,10 persen) dan volume pemesanan Rp 9,50 triliun (49,28 persen).
Hal serupa juga terlihat pada SR021T5, dengan 8.537 investor (60,50 persen) dan volume pemesanan Rp 2,40 triliun (48,47 persen).
Jumlah investor baru untuk SR021T3 dan SR021T5 terhadap Surat Berharga Negara (SBN) Ritel mencapai 14.778 investor dengan total volume pemesanan Rp 3,57 triliun.
Jika dibandingkan dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel, jumlah investor baru adalah 19.418 dengan total volume pemesanan Rp 5,04 triliun.
Selama masa penawaran SR021, terdapat sukuk ritel seri SR015 sebesar Rp 27,00 triliun yang akan jatuh tempo pada 10 September 2024.
Dari nominal SR015 yang jatuh tempo, Rp 12,80 triliun (47 persen) diinvestasikan kembali pada SR021, dengan 17.305 investor yang berpartisipasi dalam reinvestasi tersebut.
#pemerintah-indonesia #investor-milenial #sukuk-ritel-sr021 #djppr-kemenkeu