Harga Batu Bara Makin Membara Ditopang Pelonggaran Moneter Global
Harga batu bara makin membara pada Selasa (24/9/2024). Ini merupakan penguatan empat hari beruntun, ditopang pelonggaran moneter global - Halaman all
(InvestorID) 25/09/24 07:00 15525983
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara makin membara pada Selasa (24/9/2024). Ini merupakan penguatan empat hari beruntun. Hal itu berkat ditopang sentimen pelonggaran moneter global, terutama China.
Harga batu bara Newcastle untuk September 2024 stagnan di US$ 139,5 per ton. Sedangkan Oktober 2024 meningkat US$ 0,65 menjadi US$ 140,4 per ton. Sementara itu, November 2024 terkerek US$ 1,05 menjadi US$ 141,65 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2024 naik 0,15% menjadi US$ 114,8. Sedangkan, Oktober 2024 malah terkoreksi US$ 0,6 menjadi US$ 113,35. Sedangkan pada November 2024 juga melemah US$ 0,35 menjadi US$ 113,55.
Penguatan harga batu bara seiring dengan meningkatnya ekspektasi pelonggaran moneter global. Bahkan, The Fed diprediksi akan memangkas suku bunga Fed sebesar 50 basis poin untuk kedua kalinya secara berturut-turut dengan peluang Sebesar 61%, menurut CME FedWatch.
China bergabung dengan hampir semua negara besar global lainnya dalam melonggarkan kebijakan moneter untuk melawan perlambatan ekonomi.
Hal itu setelah pemerintah China lewat Bank Rakyat China (PBoC) merilis serangkaian stimulus baru untuk mengangkat perekonomiannya yang perlahan merosot. Pihaknya akan memangkas jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank, meskipun belum mengatakan kapan realisasi kebijakan ini.
Stimulus China
Jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank dikenal sebagai rasio persyaratan cadangan (reserve requirement ratio/ RRR) sebesar 50 basis poin (bps), kata Gubernur PBoC Pan Gongsheng dalam konferensi pers seperti dikutip CNBC internasional, Selasa (24/9/2024).
Harga batu bara juga ditopang oleh Australia yang memberikan persetujuan untuk memperluas tiga tambang batu bara. Menyusul keputusan pemerintah memperpanjang operasi di tambang batubara Narrabri milik Whitehaven Coal, tambang batubara Mount Pleasant milik MACH Energy Australia, dan tambang batubara Ravensworth milik Ashton Coal Operations.
Tambang bawah tanah Narrabri diberikan izin untuk beroperasi hingga tahun 2044 dan tambang bawah tanah Mount Pleasant hingga tahun 2048.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #pelonggaran-moneter #stimulus-china #batu-bara #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/374505/harga-batu-bara-makin-membara-ditopang-pelonggaran-moneter-global