Astra Agro (AALI) Tebar Dividen Interim, Jadwalnya Diungkap

Astra Agro (AALI) Tebar Dividen Interim, Jadwalnya Diungkap

Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024. AALI, unit usaha Grup Astra, juga mengungkapkan jadwal dividen. - Halaman all

(InvestorID) 25/09/24 19:44 15553265

JAKARTA, investor.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp 84 per saham atau senilai total Rp 161,67 miliar. Dividen itu akan dibagikan kepada pemegang 1,92 miliar saham emiten perkebunan kelapa sawit tersebut pada 24 Oktober 2024.

“Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 23 September 2024, perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen interim untuk periode tahun buku 2024 senilai Rp 84 per saham,” kata Corporate Secretary Astra Agro, Tingning Sukowignjo dalam keterangannya, Rabu (25/9/2024).

Dividen Astra Agro yang bakal dibagikan tersebut setara 25,15% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 642,94 miliar pada Januari-Agustus 2024.

Selain perolehan laba bersih, menurut Tingning, data keuangan yang mendasari pembagian dividen interim AALI adalah saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 17,35 triliun per 31 Agustus 2024, serta total ekuitas per 31 Agustus 2024 yang senilai Rp 22,9 triliun.

Tingning mengungkapkan, cum dividen interim AALI di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 3 Oktober 2024. Kemudian, ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 Oktober.

Sedangkan cum dividen di pasar tunai dan daftar pemegang saham AALI yang berhak atas dividen tunai dijadwalkan pada 7 Oktober, serta ex dividen di pasar tunai pada 8 Oktober 2024. “Pembayaran dividen pada 24 Oktober 2024,” sebut dia.

Kabar Baik Lainnya 

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No 62 Tahun 2024 telah resmi menurunkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit. Menurut Stockbit Sekuritas, regulasi terbaru menyederhanakan kategorisasi pungutan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi tarif tunggal (single tariff) sebesar 7,5% dari harga referensi CPO yang dirilis Kementerian Perdagangan.

Hal itu berbeda dengan regulasi sebelumnya yang menggunakan tarif progresif sesuai golongan harga CPO. “Skema tarif baru akan menurunkan pungutan ekspor yang dikenakan oleh pemerintah. Pada harga CPO saat ini di sekitar 3.930 ringgit Malaysia per ton, tarif pungutan ekspor yang akan dikenakan sebesar US$ 70 per ton, lebih rendah dibandingkan tarif US$ 100 per ton,” tulis Stockbit dalam ulasannya.

Kabar penurunan pungutan ekspor itu hanya berselang beberapa hari setelah India, negara yang berkontribusi terhadap 19% total ekspor Indonesia pada 2023, mengumumkan kenaikan pajak impor tiga edible oil termasuk CPO dari 5,5% menjadi 27,5%. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung harga edible oil lokal yang anjlok di bawah harga minimum yang ditetapkan Pemerintah India.

“Kami menilai tarif pungutan ekspor yang lebih rendah dapat meningkatkan daya saing CPO dibandingkan minyak-minyak nabati lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan dan mendukung harga CPO,” jelas Stockbit.

Hal itu bakal berdampak positif terhadap emiten-emiten sawit, seperti Astra Agro Lestari (AALI), Triputra Agro Persada (TAPG), Dharma Satya Nusantara (DSNG), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #aali #astra-agro-lestari #dividen-interim #jadwal-dividen-interim-aali #astra #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374591/astra-agro-aali-tebar-dividen-interim-jadwalnya-diungkap